Press "Enter" to skip to content

8 Informasi Penting Tentang Herbal yang Perlu Anda Tahu

0

Akhir-akhir ini sering kita dengar tentang potensi tanaman herbal untuk keperluan pengobatan dan kesehatan. Bahkan ramuan herbal juga telah dikenal sejak lama secara turun-temurun dalam masyarakat tradisional.

Namun perlu diketahui racikan obat tradisional sendiri tentu tidaklah sama dengan racikan bumbu masakan biasa yang disajikan setiap hari di rumah yaitu dengan takaran yang dikira-kira lalu menghasilkan masakan yang enak dan lezat.

Dalam meracik ramuan tradisional ada kaidah atau syarat yang harus dipenuhi agar ramuan yang dihasilkan benar-benar memberi manfaat yang positif untuk kesehatan. Hal yang perlu dihindari adalah efek samping yang diakibatkan oleh ramuan tradisional yang mungkin saja bisa membahayakan kesehatan bahkan berakibat yang lebih fatal.

Pengertian Herbal

Berasal dari kata herba yang berarti tanaman atau tumbuh-tumbuhan. Namun dalam perkembangannya kata herbal mengalami perluasan makna yaitu ditunjukkan untuk bahan yang alami atau alamiah hingga istilah untuk tanaman obat.

Defenisi herbal menurut dunia kesehatan adalah semua tumbuh-tumbuhan atau sejenisnya beserta bagian-bagiannya yang memiliki manfaat atau khasiat untuk keperluan pengobatan dan kesehatan, penyembuhan penyakit serta untuk pengobatan tradisional.

Sedangkan istilah herbal menurut PermenkesRI No. 6 Tahun 2012 tentang Industri dan Usaha Obat Tradisional termasuk dalam obat tradisional yaitu: “Setiap bahan atau ramuan bahan berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian atau galenik ataupun campuran dari bahan-bahan tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai norma yang berlaku di masyarakat”.

Pemanfaatan tumbuhan untuk bahan obat tradisional bisa berasal dari akar, batang, daun, bunga dan buah dari tanaman tersebut. Terkadang juga bisa dikombinasikan antara bagian-bagian dari tanaman seperti akar dan batang untuk membuat sebuah ramuan obat.

Manfaat Herbal
Ilustrasi dari pixabay

Manfaat Herbal Secara Umum

Nenek moyang kita telah lama menggunakan tanaman untuk berbagai kebutuhan seperti untuk pelengkap menu makanan sehari-hari, untuk kebutuhan sandang hingga untuk pengobatan.

Berikut ini manfaat herbal secara umum adalah:

  • Sebagai hidangan sayur keluarga seperti lalapan dan urap. Biasanya disajikan dalam bentuk mentah atau dikukus dan direbus.
  • Dimanfaatkan sebagai ramuan tradisional untuk kepentingan pengobatan alternatif atau pengobatan tradisional seperti rebusan tanaman putri malu untuk mengatasi insomnia, mengurangi gejala batuk dan melancarkan saluran kemih.
  • Memberi peluang bagi pelaku usaha dengan cara mengembangkan herbal dalam skala industri produk khusus herbal untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas agar bisa merasakan manfaat yang telah terstandarisasi. Biasanya produsen akan memberi logo khusus pada produknya seperti logo jamu yang ada pada kemasan.

Keunggulan Produk Herbal sebagai Bahan Obat

Banyak pelaku usaha bahkan penelitian yang melirik produk alami untuk bisa dikembangkan dengan berbagai tujuan. Hal ini tentu memiliki alasan yang jelas sebab produk berbahan dasar alami relatif memiliki banyak keunggulan bila dibandingkan dengan bahan sintetik.

Berikut ini keunggulan menggunakan bahan-bahan herbal sebagai obat, antara lain adalah:

  • Berasal dari bahan yang alami
  • Kandungan yang berbahan dasar alami relatif lebih mudah diserap tubuh
  • Beberapa hasil penelitian telah terbukti secara empiris mampu menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh
  • Khasiat herbal biasanya tidak hanya mengurangi gejala tetapi juga menurunkan risiko penyebab suatu penyakit
  • Penggunaan secara tepat dan benar bisa menghindari efek samping yang tidak diinginkan
  • Obat berbahan dasar alami relatif lebih murah bila dibandingkan dengan obat berbahan kimia
  • Obat yang berbahan dasar herbal tanpa campuran senyawa sintetik atau campuran bahan hewani dijamin kehalalannya dari segi sumber bahan dasar.
Jamu Tradisional
Ilustrasi dari pintarbarengemak.com

Kaidah dalam Mengonsumsi Obat Tradisional

Dalam meramu dan mengonsumsi obat tradisional tidak bisa dilakukan secara serampangan terutama bila sudah diproduksi dalam skala industri. Sebab hal ini bisa memberi dampak buruk bagi kesehatan, keracunan bahkan kematian.

Oleh karena itu penggunaan obat berbahan dasar herbal harus memperhatikan kaidah 4T dan 1W, yaitu:

  • Tepat penggunaan
  • Tepat pemakaian
  • Tepat jenis herbal
  • Tepat dosis
  • Waspada efek samping

Kaidah tersebut bertujuan untuk menghindari agar masyarakat tidak mengonsumsi obat herbal yang tidak sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini juga berlaku dalam proses pengobatan dan penyembuhan.

Banyaknya produk obat-obatan yang diklaim berbahan dasar alami dan beredar di tengah-tengah masyarakat.

Beberapa oknum dengan berani mengklaim bahkan over klaim bahwa produk yang ditawarkan mampu menyembuhkan suatu penyakit walaupun terkadang tanpa disertai bukti yang telah teruji secara klinis.

Masyarakat harus proaktif untuk mencari informasi yang benar agar tidak mudah menjadi korban dari oknum yang hanya mencari keuntungan semata dengan embel-embel alami.

Membuat Sediaan Herbal yang Benar

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat sediaan herbal agar mendapatkan manfaat atau khasiat yang diharapkan. Persiapan yang benar dan tepat dalam membuat sediaan herbal sangat berpengaruh pada keamanan dan khasiat herbal tersebut.

Berikut ini yang perlu diperhatikan ketika meracik sediaan herbal untuk kebutuhan keluarga, diantaranya adalah:

  • Menggunakan bahan baku yang tepat artinya pastikan tanaman atau rimpang atau rempah yang digunakan tidak mengandung racun yang berbahaya.
  • Menggunakan bahan baku yang segar, tidak berpenyakit seperti berjamur atau yang sudah busuk karena hal ini akan mempengaruhi kualitas sediaan.
  • Peralatan yang digunakan ketika meracik sediaan herbal juga mempengaruhi khasiat yang dihasilkan, yaitu sebaiknya menggunakan panci tanah liat atau panci baja stainless steel atau berbahan kaca.
  • Hindari menggunakan wadah berbahan aluminium sebab menurut para ahli aluminium dapat bereaksi dengan beberapa senyawa kimia yang terkandung didalam tumbuhan. Hal ini bisa meningkatkan risiko keracunan.
  • Tidak serampangan dalam mencampurkan antara tanaman yang satu dengan yang lain tanpa memiliki pengetahuan yang memadai kecuali bila sudah diresepkan dari turun-temurun dan sudah terbukti aman untuk dikonsumsi.
  • Menjaga kebersihan diri, bahan baku dan peralatan yang digunakan sebelum meracik ramuan sebab kontaminasi bakteri bisa saja terjadi ketika proses pembuatan sediaan dan hal ini tentu juga bisa meningkatkan risiko keracunan akibat kontaminasi bakteri yang tidak disadari.

Perbedaan Obat Herbal dan Obat Berbahan Kimia

Obat herbal vs obat kimia
Ilustrasi dari pixabay

1. Obat Herbal

Sifat dan ciri-ciri obat herbal antara lain adalah sebagai berikut:

  • Tidak menyembuhkan satu gejala saja tapi bisa mempengaruhi ke organ tubuh lainnya.
  • Produk herbal murni tidak ada campuran bahan kimia maka tidak mengandung toksin, contoh jamu gendong.
  • Obat herbal bekerja menyembuhkan bukan menghilangkan gejala saja.
  • Bila diracik dengan benar dan oleh ahli maka kecil kemungkinan menimbulkan efek samping.
  • Berasal dari bahan-bahan alami seperti rempah-rempah yang banyak mengandung senyawa senyawa aktif berkhasiat.
  • Cara kerja obat herbal tidak secepat obat kimia namun mampu memperbaiki tahap demi tahap organ-organ tubuh.
  • Bisa digunakan untuk mencegah agar tidak mudah sakit, untuk pemulihan dan untuk pengobatan dalam jangka waktu yang lama.

2. Obat Berbahan Kimia

Obat berbahan kimia adalah obat yang mempunyai campuran bahan kimia contoh obat yang dijual di pasaran.

Sifat dan ciri-ciri obat yang mengandung bahan kimia antara lain adalah:

  • Biasanya obat berguna untuk menyembuhkan namun bila terjadi pengendapan didalam tubuh akan menjadi racun.
  • Biasanya bekerja untuk menghilangkan gejala suatu penyakit.
  • Diproduksi dengan menggunakan teknologi modern dan mengalami penambahan senyawa-senyawa kimia.
  • Bila dikonsumsi secara terus-menerus dan dalam jangka waktu lama meningkatkan risiko kerusakan organ tubuh lainnya.
  • Seringkali memiliki efek samping yang menimbulkan iritasi pada lambung, hati, ginjal dan lain sebagainya.

BacaJuga:

Dijamin Tambah Nafsu Makan! Mengenal Beras Kencur dan 4 Bahan Jamu Tradisional yang Tetap Eksis

8 Penyakit Ini Bisa Diatasi dengan Ramuan Herbal Indonesia

Pengelompokan Obat Tradisional di Indonesia

Obat tradisional Indonesia dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan cara pembuatan, jenis klaim penggunaan dan tingkat pembuktian khasiat. Kategori tersebut adalah:

  • Jamu ( Empirical Based Herbal Medicine)
  • Obat Herbal Terstandar/ OHT ( Standarized Based Herbal Medicine)
  • Fitofarmaka ( Clinical Based Herbal Medicine)

1. Jamu

Jamu adalah obat tradisional yang mengandung seluruh bahan tanaman yang ada dalam resep dan disajikan secara tradisional dalam bentuk seduhan, serbuk, cair, pil atau kapsul dengan kriteria yang harus dipenuhi yaitu aman, memenuhi syarat mutu dan klaim khasiat harus dapat dibuktikan secara empiris.

Logo jamu
logo jamu

2. Obat Herbal Terstandar/ OHT

Obat herbal terstandar adalah obat tradisional yang disajikan dari saripati alam baik yang berasal dari tanaman, hewani atau mineral dengan kriteria yang harus dipenuhi yaitu aman, memenuhi syarat mutu dan klaim khasiat harus bisa dibuktikan secara ilmiah melalui penelitian pra-klinis dan telah dilakukan standarisasi terhadap bahan baku yang digunakan dalam produk jadi.

Logo Obat Herbal Terstandar/OHT
Logo Obat Herbal Terstandar /OHT

3. Fitofarmaka

Fitofarmaka adalah obat herbal atau tradisional yang memenuhi persyaratan yang berlaku untuk obat modern dan klaim khasiat harus terbukti dan teruji secara klinis pada manusia.

Logo fitofarmaka
Logo fitofarmaka

Pemanfaatan Tumbuhan di Berbagai Daerah di Indonesia

Sebagai informasi dan tambah pengetahuan, berikut ini ragam pemanfaatan tumbuhan di berbagai daerah di wilayah Indonesia yang perlu Anda ketahui, diantaranya adalah:

  • Masyarakat Nusa Tenggara Timur menggunakan daun pepaya dengan nama ilmiah Carica papaya untuk mengobati penyakit malaria.
  • Masyarakat Sumba Timur menggunakan paria atau pare dengan nama ilmiah Momordica charantia untuk mengobati demam.
  • Di Jawa Tengah sirih dengan nama ilmiah Piper betle digunakan untuk mengobati sakit gigi, mandi setelah melahirkan dan obat kumur ketika flu.
  • Temulawak atau Curcuma xanthorrhiza populer di kalangan masyarakat Jawa untuk meningkatkan stamina tubuh, penambah nafsu makan dan menjaga kesehatan hati.
  • Masyarakat Jawa Barat menggunakan kunyit untuk mengobati gangguan pada hati.
  • Masyarakat Jawa menggunakan rebusan kunyit kering untuk mengobati infeksi hati.
  • Masyarakat Mentawai mengobati penyakit kuning dengan daun parahulu dengan nama ilmiah Amomum aculeatum Roxb yang dicampur dengan nasi panas, kunyit dan minyak kelapa.
  • Suku anak dalam di pedalaman Sumatra menggunakan rebusan daun balik angin atau Mallotus paniculatus untuk mengobati sakit perut atau perut kembung.
  • Masyarakat Sulawesi menggunakan pule atau Alstonia scholaris untuk mengobati malaria.
  • Masyarakat Kalimantan Timur menggunakan nanas, alang-alang, laos, merica, jarak jahe dan air nira enau sebagai ramuan kontrasepsi.
  • Masyarakat Sambas menggunakan kombinasi paku kelindang, daun kacang panjang dan kemenyan untuk mengobati bisulan dengan cara digiling dan dioles pada bisul.
  • Masyarakat Dayak di wilayah Kalimantan menggunakan tanaman pasak bumi dengan nama ilmiah Eurycoma longifolia Jack sebagai obat kuat untuk laki-laki dan penambah stamina untuk perempuan yang telah melahirkan.
  • Masyarakat Papua menjaga stamina agar tetap sehat, kuat dan segar dengan mengonsumsi buah merah atau Pandanus conoideus Lamk.

Demikian informasi seputar herbal yang perlu Anda ketahui, semoga bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi banyak orang.

Terimakasih telah mampir ke blog kami, jaga kesehatan Anda dan keluarga. Sampai jumpa pada artikel menarik lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: