Press "Enter" to skip to content

12 Tanaman Herbal Indonesia yang Digunakan untuk Mengatasi Berbagai Macam Penyakit

0

Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan hasil alam, diantaranya adalah rempah-rempah dan tanaman herbal. Rempah-rempah dan tanaman herbal telah digunakan secara turun temurun untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh agar tetap sehat dan produktif.

Contoh umum yang sering kita dengar adalah jamu yang diyakini masyarakat memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti menjaga daya tahan tubuh, menghangatkan badan, mengurangi gejala masuk angin atau meningkatkan stamina. Masih banyak lagi manfaat lain yang bisa didapatkan dengan meminum jamu.

Hingga saat ini jamu atau ramuan tradisional lainnya masih bisa bertahan di tengah-tengah perkembangan teknologi yang mampu menyediakan suplemen-suplemen dan obat-obatan kesehatan modern. Bahkan sebagian masyarakat menyediakan lahan pekarangan rumah mereka untuk menanam beberapa jenis tanaman obat seperti kunyit, jahe, serai dan lain sebagainya.

Bahan-bahan untuk membuat jamu berasal dari tanaman-tanaman yang mudah tumbuh di Indonesia, seperti jahe, kunyit, cengkeh, mengkudu, daun pepaya dan lain sebagainya. Masyarakat mampu menggunakan sumber daya alam yang tersedia sebagai salah satu cara untuk menjaga pola hidup sehat.

Tanaman Herbal yang Banyak Dimanfaatkan untuk Mengatasi Berbagai Penyakit

1. Bawang Merah

Bawang Merah Tanaman Herbal

Bawang merah ternyata tidak hanya digunakan sebagai bumbu masak, tetapi juga digunakan sebagai obat herbal yang mampu mengatasi berbagai jenis penyakit. Di Indonesia bawang merah biasanya digunakan untuk mengobati gejala masuk angin terutama pada bayi. Sedangkan di India bawang merah digunakan untuk mengatasi penyakit kolera.

Bawang merah memiliki sifat antibakteri, antibiotik dan antiseptik. Menurut pengobatan tradisional di India, dengan mencampurkan 1/2 siung bawang merah dan 8 butir lada hitam dikonsumsi tiga kali sehari bisa mengatasi penyakit kolera.

Sedangkan di Indonesia untuk mengurangi gejala pilek dan batuk pada anak atau bayi. Ramuan herbal yang digunakan adalah dengan memotong beberapa siung bawang merah dan dicampurkan dengan beberapa tetes minyak kayu putih atau minyak telon, kemudian usapkan ke seluruh tubuh anak atau bayi.

Kandungan Bawang Merah:

  • Vitamin C, kalium, kalsium, zat besi, asam folat dan serat
  • Mengandung hormon auksin dan giberalin, yaitu zat pengatur tumbuh alami
  • Mengandung senyawa alliin yang bekerja sebagai anti bakteri
  • Mengandung senyawa sin-Propanatial-S-oksida, senyawa yang menyebabkan orang menangis ketika mengiris bawang merah

Berikut manfaat lain dari bawang merah:

  • Meningkatkan sistem imun tubuh
  • Mencegah penyakit kanker
  • Menjaga kesehatan sistem pencernaan
  • Menyehatkan lambung
  • Menguatkan tulang
  • Menyehatkan mata
  • Sebagai antibakteri

Bawang merah memiliki banyak manfaat tetapi dalam mengonsumsinya tidak perlu berlebihan. Meskipun tidak mengandung bahan kimia namun bawang merah tetap memiliki efek samping yang tidak baik, contohnya menyebabkan bau mulut, bau badan serta menghasilkan banyak gas dalam lambung, sehingga orang yang terlalu banyak mengonsumsi bawang merah akan merasakan sensasi panas pada lambungnya.

2. Bawang Putih

Bawang Putih Tanaman Herbal

Bawang putih adalah tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai bumbu masak juga sebagai ramuan obat-obatan alami untuk mengatasi berbagai jenis penyakit.

Contohnya untuk mengatasi penyakit TB dan gejalanya, bawang putih diyakini efektif mengobati penyakit TB.

Caranya cukup dengan mengunyah 2-3 siung bawang putih yang telah dibersihkan minimal 3 kali seminggu.

Selain itu bawang putih juga digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Ramuan yang bisa digunakan adalah dengan meminum air rendaman bawang putih yang telah ditumbuk, lalu diminum. Lakukan berkali-kali hingga tekanan darah kembali normal.

Kandungan bawang putih:

  • Mengandung senyawa Alliin yang berfungsi sebagai antibakteri
  • Mengandung kalsium dan antioksidan
  • Mengandung zat anti kanker

Manfaat lainnya dari bawang putih:

  • Untuk menurunkan tekanan darah tinggi
  • Menurunkan kolesterol
  • Mencegah terjadinya kanker kolon
  • Sebagai obat tradisional penyakit jantung
  • Obat cacing alami
  • Mengurangi kekentalan darah
  • Mengurangi gejala sakit mag

Sama seperti bawang merah, bawang putih juga tidak disarankan pada orang yang menderita tekanan darah rendah, sebab bawang putih bekerja untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Jika dikonsumsi oleh penderita darah rendah dikhawatirkan akan semakin menurunkan tekanan darahnya.

3. Belimbing Wuluh

Belimbing Wuluh Tanaman Herbal

Belimbing wuluh atau Averrhoa bilimbi telah lama dimanfaatkan sebagian masyarakat dunia sebagai tanaman herbal yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai penyakit, salah satu contohnya sebagai obat batuk alami.

Selain itu belimbing wuluh juga digunakan sebagai ramuan tradisional untuk mengurangi gejala darah tinggi. Caranya adalah dengan merebus 3 buah belimbing wuluh yang telah dipotong-potong dengan 3 gelas air, sisakan air rebusan hingga jadi satu gelas, diminum setelah dingin.

Kandungan belimbing wuluh:

  • Menurut sebuah penelitian yang dilakukan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), belimbing wuluh mengandung saponin, tanin, steroid, flavonoid dan alkaloid.
  • Mengandung karbohidrat, protein, vitamin C, kalsium, fosfor dan zat besi

Manfaat lainnya dari belimbing wuluh:

  • Sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas
  • Mencegah terjadinya kerusakan sel-sel tubuh
  • Meringankan gejala batuk
  • Mencegah peradangan akibat infeksi
  • Meningkatkan daya tahan tubuh

Belimbing wuluh digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi, jadi tanaman herbal yang satu ini tidak dianjurkan untuk diminum oleh penderita darah rendah, sebab dikhawatirkan akan semakin menurunkan tekanan darah.

4. Buah Belimbing

Buah Belimbing Tanaman Herbal

Buah belimbing atau dalam bahasa Inggris disebut dengan star fruit ini memiliki rasa yang manis dan sedikit ada rasa asam. Buah belimbing juga dapat digunakan untuk mengurangi gejala akibat tekanan darah tinggi. Cukup dengan mengonsumsi buah belimbing masak pagi dan sore, selain bisa menyegarkan juga bisa mengurangi sakit akibat darah tinggi.

Kandungan buah belimbing:

  • Mengandung vitamin yaitu vitamin A, B, C dan D
  • Mengandung kalium, fosfor, seng dan zat besi
  • Mengandung serat

Manfaat lain dari buah belimbing:

  • Membantu mengendalikan gula darah
  • Mengendalikan denyut jantung
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Mengendalikan tekanan darah agar stabil

Buah belimbing juga berbahaya bila dikonsumsi terlalu banyak terutama pada penderita gangguan fungsi ginjal, akan meyebabkan keracunan, penurunan fungsi otot bahkan pada kasus yang parah walaupun jarang terjadi bisa mengakibatkan kematian.

5. Buah Mengkudu

Buah mengkudu adalah tanaman herbal yang berasal dari Asia Tenggara dengan nama ilmiah Morinda citrifolia. Pada beberapa daerah di Indonesia memiliki sebutan yang berbeda-beda, seperti masyarakat Betawi menyebutnya dengan noni, di Jawa disebut kemudu atau kudu dan di Bali disebut tibah.

Buah mengkudu diyakini bisa mengatasi tekanan darah tinggi, salah satunya telah dibuktikan melalui sebuah studi terhadap lansia yang memiliki riwayat hipertensi di kota Surabaya tahun 2018.

Hasil studi menyimpulkan bahwa dengan memberikan teh buah mengkudu pada lansia yang hipertensi menunjukkan penurunan tekanan darah sistole dan diastole, dibandingkan dengan yang tidak diberikan teh buah mengkudu.

Berikut salah satu ramuan herbal mengkudu untuk mengatasi penyakit darah tinggi:

Parut 2 buah mengkudu yang telah matang, ambil sarinya saja dengan cara diperas dan disaring. Minum maksimal 2 kali sehari.

Kandungan buah mengkudu:

  • Mengandung antrakuinon, acubin dan alizarin yang aktif sebagai antimikroba terutama bakteri dan fungi sehingga penting untuk mengatasi peradangan dan alergi
  • Mengandung proxeronine, yang didalam usus besar akan diubah oleh enzim proxeronase menjadi xeronine.
  • Xeronine yang masuk ke dalam sel-sel darah akan memperbaiki seluruh fungsi sel-sel tubuh sehingga menjadi lebih aktif, sehat dan segar
  • Mengandung protein
  • Mengandung vitamin, seperti asam askorbat yang merupakan sumber vitamin C, vitamin A dan E
  • Mengandung antioksidan
  • Mengandung skopoletin yang mengikat serotonin, yang berperan penting untuk aktivitas sel-sel syaraf
  • Senyawa antrakuinon juga bermanfaat untuk mencegah kerusakan jantung akibat infeksi Stapylococcus dan membunuh bakteri Shigella penyebab disentri
  • Meningkatkan daya tahan tubuh

Manfaat lainnya dari buah mengkudu:

  • Menstabilkan gula darah
  • Penambah stamina
  • Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa buah mengkudu menghasilkan zat anti kanker
  • Menyeimbangkan pH tubuh
  • Meningkatkan proses penyerapan nutrisi
  • Menyeimbangkan hormon
  • Mencegah penyakit Alzheimer
  • Mencegah penuaan dini

Meskipun mengkudu adalah tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat, tetapi mengkudu juga perlu digunakan dengan bijak dan jangan terlalu berlebihan. Sebab sebagian orang terlalu sensitif dengan kandungan buah mengkudu dan dilaporkan mengalami keracunan hati. Batas aman minum jus buah mengkudu sekitar 750 ml sehari.

6. Brotowali

Brotowali atau Tinospora crispa merupakan tanaman merambat yang banyak terdapat di Indonesia. Tanaman herbal ini banyak digunakan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit, salah satunya adalah untuk mengatasi penyakit diabetes.

Brotowali bisa dikombinasikan dengan tanaman herbal lainnya seperti akar pepaya dan daun salam.

Cara membuat ramuan untuk diabetes:

Bahan: 20 cm batang brotowali, segenggam akar pepaya, 3 lembar daun salam, 3 gelas air

Cara: Rebus semua bahan hingga air menyusut tersisa 1 gelas, minum setelah dingin setiap hari hingga gula darah normal kembali.

Kandungan Brotowali:

  • Mengandung alkaloid, damar lunak, pati,glikosida, pikroretosid, zat pahit pikroretin, tinokrisposid dan palmatin

Manfaat lain dari brotowali:

  • Mengatasi penyakit rematik, demam dan diabetes
  • Menurut hasil penelitian mahasiswa kedokteran Universitas Lampung, kandungan tinokrisposid pada brotowali bisa dijadikan obat alternatif untuk penyakit malaria
  • Dalam jurnal lainnya menyimpulkan bahwa ektrak batang brotowali dengan tingkat konsentrasi 750 ppm ampuh membunuh larva nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD
  • Sebagai bahan insektisida alami dan ramah lingkungan
  • Penambah nafsu makan

7. Daun Alpukat

Daun Alpukat Tanaman Herbal

Daun alpukat berasal dari pohon alpukat yang juga banyak dijadikan sebagai ramuan herbal untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti mengatasi sakit pinggang, kencing batu dan mengurangi gejala akibat tekanan darah tinggi.

Salah satu ramuan daun alpukat untuk mengatasi sakit kepala akibat darah tinggi adalah dengan menyeduh 3 lembar daun alpukat yang telah dibersihkan dengan satu gelas air panas, tunggu hingga dingin lalu diminum.

Kandungan daun alpukat:

  • Mengandung antioksidan, berupa vitamin dan mineral
  • Mengandung flavonoid dan quersetin yang berperan sebagai antibiotik yang merusal sel-sel mikroba seperti bakteri, jamur dan virus

Manfaat lain dari daun alpukat:

  • Mengurangi gejala nyeri lambung
  • Mengurangi keluhan akibat dari nyeri haid
  • Menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri, seperti Stapylococcus,sp
  • Menangkal radikal bebas

Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian jenis daun alpukat memberikan efek toksik apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak.

8. Daun Sirsak

Daun Sirsak Tanaman Herbal

Daun sirsak berasal dari tanaman atau pohon buah sirsak yang banyak terdapat di daerah tropis. Selain buahnya yang bisa dimakan, daunnya juga bisa dimanfaatkan sebagai ramuan herbal alami, diantaranya untuk mengatasi penyakit jantung.

Ramuan untuk mengatasi penyakit jantung dari daun sirsak:

  • Rebus 10-11 lembar daun sirsak yang telah dibersihkan dengan 300 ml air selama lebih kurang 15 menit
  • Saring air rebusan daun sirsak, minum selagi hangat
  • Minum satu kali sehari setiap pagi

Kandungan daun sirsak:

  • Menurut data yang diambil dari Indonesian Journal of Chemical Science daun sirsak mengandung senyawa asetogenin dan falavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan
  • Daun sirsak juga mengandung protein, vitamin A dan B , fruktosa, kalsium dan zat besi

Manfaat lainnya dari daun sirsak:

  • Bermanfaat sebagai penangkal radikal bebas
  • Digunakan untuk mengatasi penyakit jantung
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Memperkuat organ paru-paru
  • Menjaga kesehatan sistem pernafasan
  • Mengatasi anemia akibat kekurangan zat besi

9. Daun Sukun

Daun Sukun Tanaman Herbal

Daun sukun berasal dari tanaman sukun dengan nama latin Atocarpus altilis, memiliki buah yang bisa dimakan sebagai kudapan kecil yang memiliki rasa yang gurih. Menurut beberapa penelitian, salah satunya dari data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang bekerjasama dengan Universitas Zhejiang Cina menyimpulkan bahwa ektstrak daun sukun paling efektif untuk menyembuhkan penyakit jantung.

Ramuan herbal daun sukun untuk mengatasi penyakit jantung:

  • Beberapa lembar daun sukun tua yang telah dibersihkan
  • Rebus daun sukun tua dengan 5 gelas air hingga tersisa setengahnya
  • Saring air rebusan, minum selagi hangat
  • Lakukan selama satu minggu

Kandungan daun sukun:

  • Menurut sebuah penelitian yang telah dipublikasikan lewat jurnal. unimus.ac.id, daun sukun kering mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, fenol dan saponin.
  • Selain itu daun sukun juga banyak mengandung vitamin B dan potasium

Manfaat lainnya dari daun sukun:

  • Alkaloid, saponin dan tannin yang tekandung di dalam daun sukun kering berfungsi sebagai antibakteri
  • Melancarkan peredaran darah
  • Memperbaiki sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih yang telah rusak
  • Kandungan potasium pada daun sukun bisa mencegah terjadinya gangguan otak
  • Vitamin B pada daun sukun berfungsi untuk mencegah tumbuhnya sel-sel kanker serta mencegah penuaan dini

10. Daun Seledri

Daun Seledri Tanaman Herbal

Seledri biasa ditemukan sebagai pelengkap hidangan berbagai macam jenis sup. Selain sebagai bahan masakan saledri juga dijadikan sebagai tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat.

Seledri digunakan untuk membersihkan ginjal serta bisa juga untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Ramuan herbal untuk menurunkan darah tinggi yaitu dengan merebus beberapa potong seledri yang telah dibersihkan dengan 2 gelas air, setelah air rebusan menyusut hingga setengahnya, saring lalu diminum ketika hangat.

Kandungan Seledri:

  • Menurut sebuah jurnal farmasi seledri mangandung minyak atsiri Alinin dan Alisin
  • Mengandung flavonoid dan tanin sebagai antioksidan
  • Mengandung vitamin A, B dan C
  • Mengandung kalsium, sulfur, fosfor dan zat besi

Manfaat lainnya dari seledri:

  • Sebagai penangkal radikal bebas
  • Memiliki efek anti radang
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Sebagai ramuan herbal untuk memperbaiki sistem pencernaan

Mengkonsumsi jus seledri secara berlebihan juga memberikan dampak yang tidak baik untuk kesehatan. Dampak yang bisa ditimbulkan antara lain adalah gangguan hati, gangguan pada metabolisme tubuh serta tidak disarankan untuk penderita hipertensi.

11. Daun Pegagan

Daun Pegagan Tanaman Herbal

Pegagan atau Centella asiatica merupakan tanaman herbal yang dapat tumbuh liar di sembarang tempat. Tanaman ini tersebar di berbagai negara Asia seperti Tiongkok, Jepang, India termasuk di Indonesia.

Daun pegagan juga bisa digunakan untuk mengatasi darah tinggi, dengan cara merebus 20 lembar daun pegagan dengan 3 gelas air, setelah tersisa 2 gelas saring dan minum ketika sudah dingin.

Kandungan daun pegagan:

  • Mengandung bahan bioaktif yaitu triterpenoid, steroid dan saponin
  • Mengandung alkaloid, flavonoid dan tanin
  • Banyak mengandung garam mineral seperti kalium, kalsium, zat besi dan fosfor
  • Mengandung asam amino dan vitamin B
  • Mengandung minyak atsiri

Manfaat lain dari daun pegagan:

  • Pegagan mengandung antioksida yang berguna untuk menangkal radikal bebas
  • Sebagai ramuan tradisional untuk mencegah pikun, demam dan wasir
  • Penambah nafsu makan
  • Menjaga daya tahan tubuh
  • Triterpenoid yang terkandung didalam daun pegagan bisa digunakan untuk detoksifikasi racun dalam tubuh

Meskipun jarang dilaporkan adanya efek buruk dari daun pegagan, tetapi Anda tetap harus bijak dalam menggunakannya. Konsumsi apapun yang berlebihan akan membawa dampak yang tidak baik bagi kesehatan.

12.Temu Putih

Temu putih adalah tanaman herbal yang memiliki nama ilmiah Curcuma zedoaria. Banyak digunakan dalam industri parfum, sebagai pewarna makanan dan campuran obat-obatan. Temu putih memiliki rasa yang pahit dan pedas. Dalam pengobatan Cina, temu putih digunakan untuk perawatan pada penderita kanker serviks.

Di Indonesia tanaman ini bisa ditemui di daerah Sumatra, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Temu putih bisa dikombinasikan dengan tanaman herbal lainnya, seperti rimpang temu hitam dan umbi daun dewa untuk mengatasi penyakit jantung.

Berikut ini adalah ramuan herbal yang bisa Anda coba di rumah untuk mengatasi penyakit jantung:

  • 10 gram rimpang temu putih
  • 15 gram rimpang temu hitam
  • 30 gram umbi daun dewa
  • 3,5 gelas air

Caranya: iris semua bahan kemudian direbus dengan air, tunggu hingga air tersisa setengahnya, lalu disaring dan diminum selagi hangat sekali sehari setiap pagi.

Kandungan temu putih:

  • Mengandung kurkuminoid
  • Mengandung minyak atsiri
  • Mengandung polisakarida

Manfaat lainnya dari temu putih adalah:

  • Menurut beberapa penelitian senyawa yang tekandung di dalam temu putih bisa digunakan sebagai anti mikroba dan anti jamur
  • Senyawa Curcumenol yang terkandung di dalam temu putih dimanfaatkan untuk obat penurun panas
  • Sebagai antioksidan yang bisa mencegah terjadinnya kanker, penyakit jantung hingga gangguan pencernaan
  • Digunakan juga sebagai anti radang

Temu putih juga memiliki efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan, diantaranya menyebabkan batu ginjal, gangguan pencernaan dan sakit kepala.

Rangkuman

Masih banyak tanaman herbal lainnya yang tedapat di Indonesia yang sangat akrab bagi masyarakat tradisonal, namun untuk informasi kali ini hanyak 11 tanaman herbal yang bisa websiteEmak sajikan.

Berikut rangkuman dari penjelasan tanaman herbal yang dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit:

Tanaman HerbalKandunganManfaat
1. Bawang Merah> Vitamin C, Kalium, Kalsium
> Senyawa Allin
> Hormon Auksin dan Giberalin
> Senyawa sin-Propanatial-S-Oksida
> Meningkatkan sistem imun tubuh
> Mencegah penyakit kanker
> Menyehatkan lambung
> Menguatkan tulang
> Menyehatkan mata
> Antibakteri
2. Bawang Putih> Senyawa Alliin
> Kalsium dan antioksidan
> Senyawa antikanker
> Mengobati penyakit TB
> Menurunkan hipertasi
> Mencegah kanker kolon
> Mengurangi kekentalan darah
> Obat cacing alami
> Mengurangi gejala sakit lambung
3. Belimbing Wuluh> Senyawa saponin, tanin, steroid, flavonoid, alkaloid
> Karbohidrat, protein, vitamin C, kalsium, fosfor dan zat besi
> Menurunkan hipertensi
> Melindungi dari kerusakan sel-sel
> Meringankan gejala batuk
> Anti radang
> Meningkatkan daya tahan tubuh
4. Buah belimbing> Vitamin A, B, C dan D
> Kalium, fosfor dan zat besi
> Serat
> Mengurangi gejala hipertensi
> Mengendalikan tekanan darah
> Meningkatkan daya tahan tubuh
5. Buah mengkudu> Senyawa antrakuinon, acubin, alizarin, skopoletin dan proxeronine
> Protein, vitamin A, C dan E
> Senyawa antioksidan
> Menstabilkan gula darah
> Meningkatkan daya tahan tubuh
> Anti kanker
> Menyeimbangkan pH tubuh
> Meningkatkan proses penyerapan nutrisi
> Mencegah penyakit Alzheimer
> Menyeimbangkan hormon
> Mencegah penuaan dini
6. Brotowali> Alkaloid, damar lunak, pati,
glikosida, pikroretosid, zat pahit pikroretin, tinokrisposid dan palmatin
> Mengatasi penyakit rematik
> Obat alternatif antimalaria
> Insektisida alami
> Penambah nafsu makan
7. Daun Alpukat> Senyawa antioksidan
> Vitamin dan mineral
> Flavonoid dan quersetin
> Mengobati gejala hipertensi
> Mengatasi nyeri haid
> Antibakteri
> Menagkal radikal bebas
8. Daun Sirsak> Asetogenin dan flavonoid
> fruktosa, protein, vitamin A dan B, kalsium dan zat besi
> Mengatasi penyakit jantung
> Memelihara kesehatan organ paru-paru
> Mengakal radikal bebas
> Meningkatkan daya tahan tubuh
> Mengurangi gejala anemia
9. Daun Sukun> Alkaloid, flavonoid, tannin, fenol dan saponin
> Vitamin B dan potasium
> Mengatasi penyakit jantung
> Mencegah terjadinya kerusakan otak
> Anti kanker
> Anti penuaan dini
10. Daun Seledri> Minyak atsiri Alinin dan Alisin
> Senyawa flavonoid dan tanin
> Vitamin A, B dan C
> Kalsium, fosfor, sulfur dan zat besi
> Anti hipertensi
> Anti radang
> Anti radikal bebas
> Memperbaiki sistem pencernaan
11. Daun Pegagan> Triterpenoid, steroid, saponin, alkaloid, flavonoid dan tanin
> Kalium, kalsium, zat besi dan fosfor
> Asam amino dan vitamin B
> Minyak atsiri
> Anti hipertensi
> Anti radikal bebas
> Anti pikun
> Meningkatkan nafsu makan
> Untuk detoksifikasi
12. Temu Putih> Kurkuminoid, polisakarida
dan minyak atsiri
> Mengatasi penyakit jantung
> Anti mikroba
> Anti jamur
> Anti kanker
> Anti radang
> Penurun panas

Demikian informasi tentang tanaman herbal Indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit, semoga informasi ini bermanfaat dan sampai jumpa pada artikel menarik lainnya. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi ke dokter Anda.

Baca Juga: 1001 Sumber Makanan Sehat Alami yang Terbukti Membuat Kulit Sehat dan Glowing

Daftar Istilah

IstilahPengertian
AcubinZat aktif yang ditemukan dalam buah mengkudu yang berfungsi sebagai antibakteri
AntrakuinonSenyawa yang ada didalam buah mengkudu yang berfungsi sebagai anti mikroba
AlkaloidSenyawa organik yang terdapat dalam tanaman yang bersifat basa atau alkali
AuksinHormon yang terdapat pada tanaman, biasanya dijumpai pada pucuk daun, pucuk batang dan pucuk akar. Bekerja untuk membantu mempercepat pertumbuhan tanaman
AzilarinSenyawa turunan dari antrakuionon yang terdapat didalam buah mengkudu dan telah teliti memiliki sifat antibakteri
AsetogeninSenyawa yang terdapat didalam daun sirsak yang berfungsi sebagai antioksidan, salah satunya untuk mencegah kanker
FlavonoidSenyawa kimia yang banyak terdapat dalam pigmen( penghasil warna) pada tumbuh-tumbuhan, seperti warna merah, ungu, biru dan kuning
GiberalinHormon tanaman yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan bunga dan perpanjangan batang
KurkuminoidSenyawa turunan kurkumin yang biasanya ditemukan pada tanaman rimpang-rimpangan, seperti kunyit, temu lawak dan temu putih yang berfungsi sebagai antioksidan
SaponinSenyawa kimia yang banyak terdapat pada tumbuhan, memiliki kemampuan membentuk busa seperti busa sabun didalam larutan air, memiliki aktivitas antibakteri
Senyawa AllinSenyawa kimia yang banyak terdapat didalam bawang terutama bawang putih. Senyawa ini yang bertanggung jawab terhadap bau dan citarasa bawang
StapylococcusGenus dari bakteri gram positif, berbentuk bulat dan berkelompok seperti kumpulan angur, memiliki lebih dari 30 spesies dan biasanya hidup di permukaan kulit dan selaput lendir manusia atau hewan, salah satu contoh spesiesnya adalah Stapylococcus aureus
ShigellaGenus dari bakteri gram negatif, berbentuk tongkat dan menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan primata. Salah satu spesiesnya adalah Shigella dysenteriae yang menyebabkan penyakit disentri
SteroidSenyawa yang berperan sebagai hormon yang bertanggung jawab dalam metabolisme makhluk hidup, organ dan fungsi seksual. Hormon ini terdapat pada manusia, hewan dan tumbuhan
TaninSenyawa polifenol terdapat pada tanaman yang mampu mengikat protein sehingga dikenal sebagai senyawa antinutrisi namun memiliki khasiat sebagai antibakteri dan antioksidan
Tanaman HerbalTanaman atau tumbuhan yang digunakan sebagai alternatif obat dalam mengatasi berbagai jenis penyakit

Sumber Referensi:

  • Asbanu,Y., Wijayati,N., Kusumo, E. 2019. Identifikasi Senyawa Kimia Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata,L) dan Uji Aktivitas Antioksidannya dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrasil). Indonesian Journal of Chemical Science. Diambil dari https://journal.unnes.ac.id. ( 6 Mei 2020).
  • Nisa,I.2018. Mencegah dan Mengobati 10 Jenis Penyakit dengan Ramuan Herbal. Bandung: Lingkar Media.
  • Safitri dan Ismawati. 2018. Efektifitas Teh Buah Mengkudu dalam Menurunkan Tekanan Darah Lansia dengan Hipertensi (Studi di UPTD Griya Werdha Kota Surabaya Tahun 2018). Diambil dari https:// e-journal.unair.ac.id. (6 Mei 2020).
  • Supardi. 2016. Kandungan Bahan Aktif Tanaman Pegagan dan Khasiatnya untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Diambil dari https://ejurnal.litbang.pertanian.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: