Press "Enter" to skip to content

Semua Wanita Pasti Mengalami Ini! 5 Perubahan Fisik Ibu Setelah Melahirkan

0

Perubahan fisik pada wanita yang telah berumah tangga akan terlihat sangat signifikan ketika wanita tersebut hamil hingga melahirkan. Banyak faktor yang menyebabkan perubahan fisik wanita baik ketika hamil maupun setelah melahirkan, salah satunya adalah hormon estrogen.

Namun Anda sebagai wanita tidak sendiri, sebab hampir seluruh wanita yang menjadi Ibu baru pasti akan mengalami perubahan fisik setelah melahirkan. Perubahan fisik Ibu setelah melahirkan sebagian besar masih bisa diperbaiki walaupun tidak sepenuhnya bisa kembali seperti fisik Ibu sebelum menikah.

Semua ini merupakan bagian dari proses alami yang memang harus wanita lewati ketika telah menjadi seorang Ibu. Perubahan fisik Ibu setelah melahirkan tidak sebanding dengan anugerah Tuhan yang telah dihadirkan dalam keluarga yaitu seorang bayi kecil yang sehat dan memberikan keceriaan dalam kehidupan Anda.

A. Perubahan Fisik Ibu Setelah Melahirkan

1. Perut Menjadi Kendur Setelah Melahirkan

Ibu setelah melahirkan perut kendur
Ilustrasi

Ketika masa kehamilan perut wanita bertambah besar dan lebar seiring dengan bertambahahnya usia kehamilan. Hal ini tentu disebabkan karena bertambahnya ukuran bayi didalam perut calon Ibu.

Berikut ini faktor-faktor yang menyebabkan perut Ibu menjadi kendur adalah:

  • Selama kehamilan otot-otot perut mengembang untuk mengakomodasi janin yang terus tumbuh seiring bertambahnya usia kandungan
  • Selama kehamilan banyak terjadi penimbunan lemak terutama di daerah perut, hal ini merupakan cara tubuh untuk memenuhi kebutuhan energi untuk Ibu dan bayi selama kehamilan
  • Semakin bertambah usia kandungan, perut semakin membesar seketika itu juga kulit juga menjadi mekar

Langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengembalikan perut kendur Ibu setelah melahirkan adalah:

  • Sebenarnya secara alami perut Ibu setelah melahirkan perlahan-lahan akan kembali mengecil namun dengan bentuk yang sedikit bergelambir.
  • Ibu yang melahirkan dengan cara normal biasanya tidak membutuhkan waktu yang lama dalam proses pemulihan
  • Latihan khusus yang memusatkan pada daerah perut bisa Ibu lakukan setelah 8 minggu usai melahirkan normal
  • Selain itu Ibu juga bisa mengikuti latihan atau senam nifas dimana berfungsi untuk melatih otot-otot perut, melancarkan peredaran darah, melatih otot (maaf) pantat, otot dada dan otot pinggul.
  • Disarankan pada Ibu untuk tetap konsultasi pada ahlinya dalam melakukan latihan fisik setelah Ibu melahirkan.
  • Bagi Ibu yang melahirkan sesar harus sabar menunggu, sebab masa pemulihan membutuhkan waktu yang lebih lama bila dibandingkan dengan melahirkan normal.
  • Ibu yang melahirkan sesar bisa konsultasikan ke dokter kapan waktu yang tepat untuk bisa kembali berolahraga, sebab kondisi setiap orang bisa berbeda-beda.
  • Berjuang untuk mengurus dan membesarkan buah hati sendiri tanpa bantuan baby sitter juga berdampak baik untuk Ibu yaitu bisa mempercepat penurunan berat badan. Lemak-lemak yang masih tersimpan akan cepat dibakar menjadi energi selama Ibu mengurus buah hati.
  • Melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mengepel lantai ternyata juga bisa menjadi olahraga yang bisa menyebabkan perut menjadi kencang

2. Perubahan pada Kulit Ibu Setelah Melahirkan

Perubahan kulit Ibu setelah melahirkan
Ilustrasi

Sebagian Ibu mengalami perubahan pada kulitnya seperti menjadi lebih kering, kusam dan tidak bercahaya. Kondisi ini dianggap normal sebab tubuh Ibu sebenarnya sedang mengalami adaptasi terhadap perubahan-perubahan fisik maupun psikologis sejak mulai hamil hingga melahirkan.

Langkah-langkah yang bisa dicoba agar kulit Ibu setelah melahirkan tidak kering dan kusam adalah:

  • Tetap luangkan waktu untuk membersihkan wajah dengan menggunakan sabun pembersih wajah yang aman bagi kulit Ibu, jangan lupa lakukan pijat wajah agar sirkulasi dara di daerah wajah menjadi lancar.
  • Jaga asupan nutrisi setiap hari agar Ibu dan bayi tetap sehat.
  • Ibu juga bisa mempertimbangkan untuk menggunakan pelembab namun sebaiknya tetap konsultasi dengan dokter agar aman.
  • Penuhi kebutuhan vitamin dan mineral dengan mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan, terutama yang mengandung vitamin A, C dan E.
  • Penuhi kebutuhan cairan terutama bagi Ibu yang memberi ASI atau Air Susu Ibu kepada buah hati

Berikut ini daftar sumber makanan yang bisa Ibu jadikan referensi untuk memenuhi nutrisi vitamin dan mineral terutama setelah melahirkan:

Nama NutrisiSumber
Pro Vitamin A atau BetakarotenBayam, wortel, labu, ubi jalar, kapri, kacang hijau, tomat dan apricot.
Vitamin AIkan, telur dan susu.
Vitamin B
( Thiamin )
Roti dan sereal gandum utuh, daging, kentang dan kacang polong.
Vitamin B2 (Riboflavin)Susu dan produk susu, jamur, hati, telur dan kacang-kacangan.
Vitamin B12 (Kobalamin)Daging, telur dan susu.
Vitamin C
( Asam-Askorbat)
Kubis, kangkung, tauge, tomat, brokoli, jeruk, jambu biji, mangga dan berri.
Vitamin DKuning telur, mentega, minyak ikan dan margarin yang diperkaya dengan vitamin D.
Vitamin ESayur -sayuran, biji bunga matahari, kacang-kacangan, gandum dan alpukat
Asam FolatSereal, gandum, hati, makanan laut, sayuran hijau, tomat, brokoli dan kacang-kacangan
KalsiumSusu, keju, yogurt, sarden, tongkol, salmon, bayam, brokoli, sawi, kacang tanah, kedelai, almond dan sereal yang diperkaya kalsium.
MagnesiumSayuran hijau, pisang, gandum utuh, almond, kedelai, tempe, tahu dan alpukat.
SengDaging, kerang, polong-polongan dan sereal gandum beragi.
SeleniumIkan, kerang-kerangan, hati, daging sapi muda, kacang hijau, kacang merah, roti dan jamur.

3. Masalah Stretch Marks yang Timbul Setelah Melahirkan

Stretch Marks terjadi ketika ukuran tubuh berubah dengan cepat sedangkan kulit tidak bisa mengikutinya sehingga mengakibatkan serat-serat elastis dibawah kulit menjadi pecah dan menimbulkan guratan-guratan.

Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya stretch marks Ibu setelah melahirkan adalah:

  • Faktor genetik, dimana Ibu memiliki riwayat keluarga yang juga mengalami stretch marks selama kehamilan
  • Kenaikan berat badan selama kehamilan terutama yang naik dengan drastis
  • Pengaruh hormon

Langkah-langkah yang bisa Ibu lakukan untuk mengurangi masalah stretch marks, antara lain adalah:

  • Hindari menggaruk kulit yang terdapat strech marks
  • Gunakan lotion pelembab di area kulit yang terdapat guratan
  • Ibu bisa konsultasikan ke dokter untuk menggunakan krim vitamin E
  • Mengontrol kenaikan berat badan selama kehamilan
  • Selalu menjaga asupan nutrisi diantaranya adalah vitamin dan mineral
  • Ibu juga bisa menggunakan minyak zaitun atau baby oil untuk mengurangi atau menyamarkan guratan
  • Stretch marks yang masih betah di permukaan kulit Ibu anggap saja sebagai “penghargaan” alami karena telah berjuang mengandung dan melahirkan buah hati atau dengan kata lain syukuri saja kondisi Ibu saat ini.

4. Pembengkakan pada Payudara Ibu Setelah Melahirkan

Pembengkakan payudara Ibu setelah melahirkan
Ilustrasi

Setelah melahirkan payudara Ibu akan terisi dengan Air Susu Ibu atau ASI, yaitu makanan pertama yang terbaik untuk buah hati. Biasanya sebagian besar Ibu akan mengalami dan merasakan payudara berat dan penuh berisi air susu tiga hari pasca persalinan.

Kondisi tersebut terkadang mengakibatkan payudara Ibu menjadi bengkak dan terasa sedikit nyeri. Namun hal ini masih dianggap normal selagi Ibu masih aktif untuk memberikan ASI kepada bayi maka masalah tersebut bisa diatasi.

ASI akan terus terisi sebagai sinyal alami tubuh untuk memenuhi kebutuhan makanan buah hati. Pada masa-masa menyusui, Ibu harus mencukupi kebutuhan nutrisi agar ASI yang dihasilkan juga kaya nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi pembengkakan payudara Ibu setelah melahirkan antara lain adalah:

  • Hindari menunda-nunda untuk menyusui buah hati.
  • Lakukan teknik menyusui yang benar, seperti memberi ASI pada bayi secara bergantian antara payudara kanan dan kiri.
  • Luangkan waktu untuk melakukan pemijatan ringan di area payudara
  • Atur posisi tubuh ketika menyusui yaitu duduk dengan posisi badan tegak lurus tidak membungkuk
  • Usahakan kaki Ibu tidak menggantung ketika menyusui bayi dalam posisi duduk

5. Varises pada Ibu Setelah Melahirkan

Varises terjadi akibat pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah vena ( pembuluh darah balik yang membawa darah ke jantung ) sebab adanya penumpukan darah didalam pembuluh tersebut.

Tanda-tanda terjadinya varises bisa dilihat dari timbulnya atau menonjolnya pembuluh darah berwarna ungu atau biru terutama di area kaki atau betis.

Varises juga bisa muncul di daerah panggul, anus, vagina, rahim bahkan hingga kerongkongan.

Faktor-faktor yang meningkatkan terjadinya risiko varises pada Ibu setalah melahirkan antara lain adalah:

  • Faktor genetik yaitu Ibu memiliki riwayat keluarga yang memiliki masalah yang sama
  • Kenaikan berat badan hingga melebihi 12 kg
  • Ibu mengandung bayi kembar
  • Selama kehamilan Ibu kurang aktif bergerak
  • Kehamilan yang lebih dari satu kali
  • Kerusakan yang terjadi pada katup pembuluh darah vena itu sendiri salah satunya akibat terlalu sering menggunakan sepatu berhak tinggi atau high heels

Langkah-langkan yang bisa Ibu lakukan untuk mengurangi terjadinya gejala varises antara lain adalah:

  • Mengontrol berat badan selama kehamilan.
  • Lakukan latihan ringan untuk melancarkan peredaran darah terutama dibagian kaki atau betis.
  • Rendam kaki didalam air hangat sambil digerak-gerakkan.
  • Konsultasikan ke dokter apabila kondisi varises Ibu telah mengganggu aktifitas sehari-hari seperti merasakan sakit pada bagian tungkai.

Latihan berikut ini bisa melancarkan peredaran darah Ibu setelah melahirkan:

  • Diatas tempat tidur, gerakkan jari kaki, renggangkan betis, lekukkan kaki di bagian mata kaki. Takan ujung tempat tidur dengan jari kaki.
  • Ambil posisi terlentang, tekuk salah satu lutut sedangkan lutut yang lain dalam posisi lurus. Lakukan gerakan kedepan dan kebelakang pada kaki yang ditekuk, hal yang sama juga dilakukan untuk kaki sebelahnya.
  • Posisi masih terlentang, dengan kedua lutut kaki ditekuk dan telapak kaki menyentuh kasur atau lantai lalu angkat kepala hingga 30 detik.
  • Latihan kegel. Atur posisi terlentang dengan kedua lutut kaki ditekuk dan beri lebar sekitar 30 cm antara kaki kanan dan kiri, kepala dan pundak disanggah dengan bantal, kedua lengan berada di sisi-sisi badan. Tahan otot-otot di sekitar anus dan vagina hingga beberapa detik secara berulang-ulang, kira-kira seperti Ibu sedang menahan buang air kecil.
  • Latihan kegel juga bisa Ibu lakukan dalam posisi duduk ataupun berdiri, dan sebaiknya diawasi juga oleh para ahli yang paham dengan latihan dan kondisi Ibu saat itu.

B.Rangkuman 5 Perubahan Fisik Ibu Setelah Persalinan

Perubahan FisikCara Memperbaiki
1. Perut kendur Ibu setelah melahirkanLatihan khusus yang memusatkan pada daerah perut atau melakukan senam nifas.
2. Perubahan pada kulit Ibu setelah melahirkanMeluangkan waktu untuk mencuci muka dengan sabun pencuci muka yang aman bagi Ibu, mencukupi nutrisi setiap hari diatranya adalah vitamin dan mineral serta mencukupi kebutuhan cairan.
3. Sretch marks Ibu setelah melahirkanHindari menggaruk daerah yang memiliki guratan, usapkan minyak zaitun atau baby oil untuk menyamarkan guratan.
4. Pembengkakan payudara Ibu setelah melahirkanHindari menunda-nunda untuk menyusui buah hati, lakukan teknik menyusui yang benar dan lakukan pijatan ringan pada daerah payudara.
5. Varises pada Ibu setelah melahirkanMerendam kaki dengan air hangat sambil digerak-gerakkan, melakukan gerakan latihan ringan di seputar kaki atau betis.

Demikian informasi tentang perubahan fisik Ibu setelah melahirkan yang mungkin saja bisa Anda alami, semoga bermanfaat. Anda bisa berbagi pengalaman menarik pada kolom komentar.

Terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel-artikel di websiteEmak, jaga kesehatan Anda dan keluarga serta sampai jumpa pada artikel menarik lainnya.

Baca Juga: 9 Bulan Peristiwa Menakjubkan Perkembangan Janin dalam Rahim Ibu

Sumber Referensi:

David A. Bender.2012. Kamus Pangan dan Gizi. Diterjemahkan oleh Scolastica Kartini. Jakarta:EGC

Ibrahim Syukri. 2010. Aku, Anakku dan Dokter. Diterjemahkan oleh Masturi Ilham dan Malik Supar. Jakarta: Alkautsar.

Winaris, Imam. 2011. Tetap Sehat dan Bugar Usai Melahirkan. Jogjakarta: Laksana.

https://www.alodokter.com

https://www.sehatQ.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: