Press "Enter" to skip to content

10 Ciri-ciri Pertumbuhan dan Perkembangan Anak yang Optimal

0

Pertumbuhan adalah sebuah proses yang terjadi pada makhluk hidup menuju perubahan yang lebih sempurna baik secara fisiologi, anatomi maupun biokimia. Misalnya pertambahan berat badan anak dan pertambahan tinggi badan anak.

Sedangkan perkembangan adalah perubahan fungsi organ tubuh menjadi teratur, berkelanjutan dan saling terkait satu sama lain. Misalnya bayi yang awalnya tidak bisa telungkup, semakin bertambah usia maka bayi akan bisa telungkup, selanjutnya bisa duduk, merangkak, berdiri hingga berjalan.

Namun terkadang Emak atau Ibu di rumah mungkin memiliki rasa khawatir, apakah anak tercinta sudah mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal atau ideal.

Tidak perlu panjang lebar, dibawah ini akan kita bahas ciri-ciri yang bisa dijadikan acuan apakah pertumbuhan dan perkembangan anak Emak sudah ideal atau belum.

A. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan yang Optimal

Sebenarnya yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik tentu saja yang diturunkan dari orangtua anak, yang menyumbang sekitar 30 % dalam pembentukan kepribadiannya. Sedangkan 70% lainnya dipengaruhi oleh makanan yang bergizi dan lingkungan sekitarnya. Secara garis besar bisa dirangkum sebagai berikut:

  • Lingkungan rumah, yaitu pola asuh, tradisi dan budaya yang berlaku di dalam rumah baik itu dari orang tua, nenek, kakek dan anggota keluarga lainnya yang ikut dalam mengasuh anak
  • Lingkungan sekolah, sedikit banyak anak-anak yang telah memasuki masa sekolah akan mendapat pengaruh dari lingkungan sekolahnya, seperti cara bergaul dengan teman-teman di sekolah, interaksi bersama guru dan lain sebagainya
  • Lingkungan lainnya, seperti anak memiliki lingkungan baru dan teman baru di tempat les, tempat ngaji, atau tempat bermain lainnya
  • Motivasi orang tua untuk selalu memberikan anak makanan yang bergizi
  • Pengetahuan orang tua untuk selalu menstimulasi anak agar bisa tumbuh kembang secara optimal

B. Ciri-ciri Pertumbuhan dan Perkembangan Anak yang Optimal

1. Berpengetahuan

pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal adalah berpengetahuan

Coba Emak atau Ibu perhatikan anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya di rumah. Apakah pengetahuan anak selalu bertambah seiring bertambahnya usia mereka, kalau jawabannya iya berarti anak tersebut sedang mengalami fase tumbuh kembang yang bagus. Anak akan tertarik dengan hal-hal baru dan mencoba hal-hal yang baru.

Ciri-ciri umum yang bisa dilihat adalah:

  • Pengetahuan anak akan selalu bertambah seiring bertambahnya usia
  • Anak senang bertanya pada hal-hal yang baru
  • Anak akan tertarik pada sesuatu atau benda atau mainan yang menarik perhatiannya, seperti gambar-gambar, warna dan sebagainya

Stimulasi yang bisa Emak berikan adalah dengan mengajarkan anak tentang pengetahuan dasar sesuai dengan usianya. Misalanya anak yang berusia 4 tahun sudah bisa diajarkan tentang bentuk, nama-nama benda dan lain sebagainya.

Contoh lain adalah pada anak yang berusia 6 tahun sudah bisa dikenalkan dengan ayat-ayat pendek, bunyi Pancasila, do’a-do’a pendek dan lain sebagainya.

2. Pemikir

Pertumbuhan dan perkembangan anak pemikir

Anak seperti ini biasanya akan cenderung berpikir sebelum melakukan atau mengerjakan sesuatu. Anak memiliki kemampuan untuk menganalisis akibat dari setiap tindakan yang akan ia dapatkan bila ia mengerjakan sesuatu.

Ciri-ciri umum yang bisa diperhatikan adalah:

  • Anak menunjukkan sikap berpikir sejenak sebelum mengerjakan sesuatu
  • Anak pemikir sudah mampu menganalogikan sesuatu yang dialaminya secara sederhana
  • Ketika anak sudah mengetahui akibat dari perbuatannya maka anak akan mampu mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu atau tidak

Stimulasi yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan pekembangan anak diantaranya adalah:

  • Membiasakan anak untuk membuat rencana terhadap semua tindakan yang akan dilakukan, misalnya ketika malam sebelum tidur anak diminta untuk menyusun buku-buku pelajaran untuk di bawa besok paginya ke sekolah.
  • Ajarkan anak untuk selalu berpikir dan mengingat tugas atau informasi yang disampaikan kepadanya, misalnya ketika Emak meminta anak untuk belanja ke warung depan rumah, beri tahu anak apa saja barang yang akan dibeli bisa dengan memberi catatan kecil dan berapa uang yang harus dibelanjakan.
  • Memberitahu kepada anak bahwa setiap tindakan yang ia lakukan akan memiliki dampak untuk dirinya sendiri.

3. Pandai Berkomunikasi

Pertumbuhan dan Perkembangan Optimal Anak Pandai Berkomunikasi

Anak seperti ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Selama masa pertumbuhan dan perkembangannya, anak mampu menyampaikan informasi atau sederhananya mampu mengungkapkan keinginannya kepada orang tuanya.
  • Mampu bersosialisasi secara baik dengan lingkungan yang biasa ia temui maupun lingkungan yang baru ia jumpai.
  • Anak tidak mengalami kesulitan ketika memulai komunikasi dengan teman-teman baru di sekolah atau teman-teman bermain.
  • Anak juga mampu mengungkapkan dengan lisan berupa penolakan terhadap sesuatu yang tidak disukainya.
  • Anak mampu membawa teman-temannya agar mengikutinya, sehingga seolah-olah ia adalah pemimpin dalam sebuah permainan.

Stimulasi yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Orang tua bisa melatih anak untuk terbuka dalam menyampaikan keinginannya.
  • Anak akan selalu mencontoh apa yang dilihatnya dari orang tuanya, maka jadilah contoh yang baik bagi anak.
  • Belajar memberi kepercayaan kepada anak tentang hal-hal yang sederhana, misalnya Papa titip amplop yang isinya uang SPP agar diberikan kepada guru di sekolah.
  • Mendorong anak untuk tidak malu tampil di depan umum sebagai bentuk pengembangan bakat dan minat yang mungkin dimilikinya.

4. Beprinsip

Sifat ini tidak hanya dimiliki oleh orang dewasa saja tetapi anak-anak juga memiliki sifat berprinsip, walaupun masih terlihat sederhana.

Ciri-ciri yang bisa diperhatikan antara lain:

  • Anak akan terlihat memilih dalam melakukan tindakannya, apakah akan melakukan atau tidak.
  • Bila bersama teman-temannya maka anak juga bisa menentukan tindakan yang pantas atau tidak pantas untuk dilakukan.
  • Mampu mengemukakan dan mempertahankan pendapatnya
  • Kritis dalam menilai sesuatu, misalnya anak akan protes bila orang tua tidak melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan perkatannya.

Stimulasi yang bisa dilakukan antara lain:

  • Tanamkan prinsip kepada anak untuk tidak melakukan tindakan tertentu, misalnya tidak boleh pipis sembarang tempat atau tidak boleh buang sampah di sembarang tempat.
  • Ajarkan anak untuk bisa membedakan mana yang salah mana yang benar, contoh tindakan yang salah adalah bolos sekolah, sedangkan tindakan yang benar adalah menjalani kegiatan belajar mengajar hingga jam sekolah telah usai.
  • Tanamkan kedisiplinan sejak dini kepada anak, misalnya anak harus masuk jam sekolah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
  • Melatih dan mengajari anak untuk melakukan kegiatan ibadah sedini mungkin.

5. Terbuka

Pertumbuhan dan perkembangan anak terbuka

Pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya adalah memiliki sifat yang tebuka, maksudnya mampu menerima hal-hal yang baru dan menganalisanya sebagai sebuah pengalaman yang baru.

Ciri-ciri yang bisa dilihat adalah:

  • Mudah menerima segala bentuk perbedaan baik itu bentuk fisik, agama ataupun ras.
  • Memiliki rasa toleransi terhadap teman-teman sebayanya.
  • Tidak memaksakan kehendak kepada teman-temannya.
  • Senang dalam memberi pujian kepada temannya yang memiliki nilai atau hasil karya yang lebih bagus daripada miliknya.
  • Selalu ingin belajar hal-hal yang baru baik itu dari teman-temannya atau dari lingkungan sekitarnya untuk menjawab rasa penasarannya terhadap sesuatu.

Stimulasi yang bisa dilakukan adalah:

  • Kenalkan kepada anak tentang hal-hal yang baru.
  • Tanamkan kepada anak untuk menerima perbedaan yang terdapat dalam diri teman-temannya, seperti warna kulit yang tidak sama, latar belakang yang berbeda dan lain sebagainya.
  • Contohkan kepada anak kalau orang tuanya berinteraksi baik dengan orang lain tanpa memandang latar belakang orang tersebut.
  • Tanamkan pada anak untuk selalu menjalin kerjasama dalam melakukan sesuatu atau kerjasama tim, misalnya tim Ayah dan tim Ibu yang berlomba dalam menemukan harta karun di rumah.

6. Berani Mencoba

Setiap anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya akan selalu berani mencoba sesuatu, terutama yang baru dalam petualangan mereka. Bahkan anak terkadang tidak memikirkan resiko yang akan ia hadapi ketika berani mencoba segala sesuatu.

Hal ini bisa dilihat ketika anak bermain di lingkungan sekitar atau orangtua juga bisa mengajak anak ke taman bermain, maka akan banyak wahana permainan yang menarik hatinya dan ingin mencobanya satu per satu.

Stimulasi yang bisa dilakukan adalah:

  • Mengajak anak untuk mengenal hal-hal yang baru, seperti membawa pada wahana permainan.
  • Membantu anak untuk mengatasi rasa takut pada sesuatu yang baru ia temui.
  • Orang tua memberikan kepercayaan kepada anak bahwa ia mampu untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuannya saat itu.

7. Pencari Tahu

Pertumbuhan dan perkembangan anak berani mencoba

Selama masa pertumbuhan dan perkembangannya, anak akan selalu penasaran dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap apa yang dilihatnya atau didengarnya.

Ciri-ciri umum anak pencari tahu adalah:

  • Anak selalu bertanya kepada orang tua apa yang telah dilihat dan didengarnya.
  • Terkadang ia suka mengulang-ulang pertanyaan apabila tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.
  • Suka menyampaikan pertanyaan-pertanyaan beruntun yang terkadang membuat orangtua pusing memikirkan jawabannya seketika itu.
  • Bagi anak, orang tua atau guru di sekolah adalah sumber jawaban yang ia percaya untuk semua pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam pikirannya.

Stimulasi yang bisa dilakukan adalah:

  • Ajaklah anak untuk mengenal hal-hal atau tempat-tempat yang baru, seperti mengajak ke kebun binatang atau ke museum.
  • Biarkan anak untuk bereksplorasi sebagai tahap pembelajarannya.
  • Ketika anak membutuhkan jawaban dari orangtua, maka jawablah dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.
  • Orang tua juga bisa menyampaikan beberapa pertanyaan kepada anak untuk mengetahui sejauh mana pemahaman anak terhadap sesuatu, misalnya apa yang kamu ketahui tentang burung atau pertanyaan lainnya.

8. Keseimbangan

Keseimbangan selama masa pertumbuhan dan perkembangan anak adalah meliputi keseimbangan afektif, motorik (termasuk motrik kasar, motorik halus dan motorik oral), kognitif (berbicara, atensi dan konsentrasi, memori, dan memecahkan masalah), serta keseimbangan sosial.

Stimulasi yang bisa dilakukan antara lain:

  • Mengajari anak untuk membagi waktunya sendiri, kapan waktu belajar dan kapan waktu bermain.
  • Beri anak kesempatan untuk bergaul dan berbaur dengan teman-teman di sekitar lingkungan tempat tinggal kita.

9. Penyayang

Pertumbuhan dan perkembangan anak penyayang

Anak dengan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal memiliki sifat kasih sayang dan peduli terhadap orang-orang yang disekitarnya. Anak akan sedih ketika melihat orangtuanya sakit dan senang berbagi kepada teman-temannya.

Stimulasi yang bisa dilakukan adalah:

  • Tanamkan pada diri anak kalau kita tidak boleh menyakiti semua makhluk ciptaan Tuhan.
  • Tumbuhkan rasa kasih sayang kepada anak sedini mungkin.
  • Beri contoh yang baik kepada anak karena anak cenderung meniru apa yang dilakukan orangtuanya.
  • Mengajarkan kepada anak untuk selalu rendah hati dan mau berbagi kepada mereka yang kurang beruntung, seperti anak yatim dan fakir miskin.
  • Ajari anak untuk disiplin dalam memelihara hewan peliharaan ( bila memiliki hewan peliharaan), seperti memberi makan hewan peliharaan.

10. Mampu Memahami Diri Sendiri

Anak akan mampu memahami kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya, sehingga anak akan siap dalam menghadapi setiap proses kehidupannya kelak baik itu kegagalan atau keberhasilan.

Dengan demikian anak tidak akan menjadi kecewa bila ia menghadapi sebuah kegagalan dan tidak menjadi sombong ketika berada dalam kesuksesan.

Stimulasi yang bisa dilakukan:

  • Ajari anak untuk menerima kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya.
  • Tanamkan pada anak bahwa tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini, tetapi bukan berarti kita tidak bisa berbuat apa-apa.
  • Dorong anak untuk menemukan minat dan bakat yang ia miliki, karena itu adalah modal untuk ia bisa berhasil di masa depan.
  • Setiap kelebihan atau potensi yang dimiliki anak bisa dikembangkan dan dimanfaatkan untuk dirinya sendiri bahkan untuk orang lain.
  • Orang tua juga bisa menjadi contoh sebagai figur yang tidak mudah menyerah apalagi sampai putus asa dalam menghadapi pasang surut kehidupan.

Kesimpulannya adalah setiap anak akan mengalami masa-masa pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda, semua tergantung faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Sebagai orang tua sudah selayaknya agar anak bisa melewati masa-masa tersebut dengan semestinya, karena anak adalah aset serta generasi penerus yang akan melanjutkan garis keturunan orangtua dan keluarganya bahkan bangsa dan negara.

Anak yang sehat dan cerdas adalah harapan orang tua, keluarga dan bangsa, karena masa depan ada di tangan mereka kelak.

Demikian informasi tentang ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Semoga bermanfaat dan jangan lupa dibagikan pada orang terdekat Anda.

Sampai jumpa pada artikel menarik lainnya.

Baca Juga:

Sumber Referensi:

Gunadi,Tri. 2011.Merekapun Bisa Sukses.Jakarta:Penebar Plus.

Yohana,Yovita dan Yessica. 2011. Kehamilan dan Persalinan. Jakarta: Garda Media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: