Press "Enter" to skip to content

Sering Lesu Tidak Bertenaga Akibat Kurang Darah? Kenali 14 Penyebab Umum Penyakit Anemia yang Perlu Anda Ketahui

0

Pengertian Anemia

Penyakit anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau yang disebut dengan hemoglobin kurang dari jumlah normal. Hemoglobin merupakan protein yang terdapat di dalam sel darah merah serta yang menyebabkan darah berwarna merah.

Kadar hemoglobin normal pada pria dewasa antara 13 – 17 g/dl, sedangkan pada wanita dewasa kadar hemoglobin normal antara 12 – 15 g/dl. Apabila kadar hemoglobin berada dibawah angka tersebut maka seseorang beresiko mengalami penyakit anemia.

Penyebab Penyakit Anemia

Penyebab umum seseorang bisa terkena penyakit anemia adalah antara lain:

  • Akibat banyaknya terjadi pendarahan . Sebagai contoh kehilangan darah ketika luka, menstruasi dan kanker.
  • Defisiensi zat besi atau kekurangan zat besi. Zat besi digunakan untuk membentuk sel-sel darah merah pada sum-sum tulang. Kekurangan zat besi mengakibatkan sel-sel darah merah kekurangan hemoglobin yaitu protein yang membawa oksigen ke seluruh tubuh dari paru-paru. Contoh pada kasus penderita kanker usus besar, kanker rahim dan polip usus.
  • Anemia karena menderita penyakit kronis. Seseorang yang memiliki kondisi medis dalam jangka waktu yang lama dan berkelanjutan biasanya terkena anemia dari yang ringan, sedang hingga berat. Sebagai contoh penderita infeksi kronis atau kanker.
  • Anemia yang berhubungan dengan penyakit ginjal kronis. Ginjal mengeluarkan hormon yang disebut eritropoietin yang membantu sum-sum tulang untuk membuat sel-sel darah merah. Seseorang yang memiliki riwayat penyakit ginjal kronis mengakibatkan produksi hormon berkurang sehingga akan mengurangi produksi sel-sel darah merah dan menyebabkan anemia.
  • Anemia karena kehamilan. Wanita yang sedang hamil akan mengalami peningkatan kadar cairan plasma yang mengencerkan darah dan pada akhirnya menjadi penyebab anemia.
  • Anemia akibat kurang gizi. Nutrisi yang lengkap terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Kekurangan vitamin dan mineral tertentu bisa sebabkan penyakit anemia, contoh kekurangan zat besi, vitamin B12 dan folat.
  • Anemia pernisiosa. Penyakit anemia yang terjadi akibat gangguan penyerapan vitamin B12 pada sistem pencernaan. Kekurangan vitamin B12 salah satu penyebab penyakit anemia.
  • Anemia sel sabit. Sebagian orang mengalami bentuk sel-sel darah yang tidak normal yaitu seperti sabit sedangkan yang normal berbentuk kepingan bikonkaf atau bulat yang memiliki cekungan di kedua sisinya.
  • Thalassemia. Merupakan suatu kelainan produksi hemoglobin yang diwariskan secara turun temurun dengan menghasilkan jumlah sel-sel darah merah yang lebih kecil.
  • Pecandu alkohol. Alkohol dalam darah dapat menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi berupa vitamin dan mineral serta memperlambat produksi sel-sel darah merah pada sum-sum tulang belakang.
  • Anemia karena penyakit yang melibatkan sum-sum tulang belakang. Contoh kasus pada penderita kanker darah.
  • Anemia aplastik. Merupakan penyakit anemia yang disebabkan oleh kegagalan sum-sum tulang belakang dalam memproduksi sel-sel darah merah. Beberapa infeksi virus dan obat kanker terkadang bisa jadi penyebabnya.
  • Anemia hemolitik. Terjadi ketika waktu sel-sel darah merah pecah atau mati lebih cepat dari pada waktu yang dibutuhkan oleh sum-sum tulang belakang dalam memproduksi sel-sel darah merah yang baru. Akibatnya tubuh mengalami kekurangan sel-sel darah merah yang baru.
  • Anemia akibat efek samping mengonsumsi obat-obatan tertentu. Contoh kasus pada penderita kanker, pengobatan HIV, beberapa obat antimalaria dan beberapa antibiotik seperti penisilin.

Gejala Umum Penyakit Anemia

Anemia Defisiensi Vitamin B12

Penyakit Anemia akibat Defisiensi Vitamin B12
Ilustrasi

Gejala umum:

  • Mengalami diare atau sembelit
  • Merasakan pusing ketika berdiri
  • Mengalami kekurangan energi
  • Cepat lelah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kulit terlihat pucat
  • Sulit untuk berkonsentrasi
  • Sesak napas ketika melakukan latihan fisik
  • Gusi mudah berdarah
  • Dalam jangka waktu yang lama penderita merasakan kebas atau mati rasa

Penyebab terjadinya anemia defisiensi vitamin B12 adalah tubuh mengalami kekurangan vitamin B12.

Faktor-faktor yang menyebabkan tubuh menjadi kekurangan vitamin B12 antara lain adalah:

  • Tidak tercukupi kebutuhan nutrisi terutama vitamin B12 ketika bayi
  • Selama kehamilan Ibu mengalami gizi yang buruk
  • Hanya fokus pada makanan tertentu tanpa ada variasi menu sehat dan bergizi
  • Pecandu alkohol
  • Menderita penyakit tertentu, seperti penyakit celiac dan infeksi cacing pita
  • Menderita anemia pernisiosa
  • Efek samping akibat operasi tertentu, seperti pengangkatan bagian tertentu dari usus kecil
  • Konsumsi antasid dalam jangka waktu yang lama dan terus- menerus

Pencegahan Anemia Akibat Defisiensi Vitamin B12:

  • Memenuhi kebutuhan akan vitamin B12 dengan mengonsumsi makanan bergizi dan kaya kandungan vitamin B12. Sebagai contoh kerang, kepiting, sarden, salmon, tuna, sapi, susu, yogurt, telur dan daging ayam.
  • Sumber vitamin B12 juga bisa ditemukan pada bahan pangan nabati seperti nori, jamur shitake, tahu, tempe, susu kedelai, miso dan beberapa serealia yang telah difortifikasi.
  • Dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin B12.

Anemia Defisiensi Folat

Penyakit anemia akibat defisiensi folat
Ilustrasi

Gejala umum:

  • Mudah sekali merasa lelah
  • Sering merasa sakit kepala
  • Kulit terlihat pucat
  • Mudah mengalami radang mulut
  • Mudah mengalami radang pada lidah
  • Komplikasi parah bisa menyebabkan uban dini dan infertilitas

Penyebab penyakit anemia defisiensi folat adalah kurangnya asam folat dalam tubuh.

Faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya kandungan asam folat dalam tubuh antara lain adalah:

  • Kurang mengonsumsi makanan bernutrisi yang mengandung asam folat
  • Efek samping dari obat-obatan tertentu seperti fenitoin atau Dilantin
  • Pecandu alkohol
  • Menderita penyakit tertentu seperti penyakit celiac dan infeksi cacing pita
  • Efek samping setelah melakukan operasi tertentu seperti operasi penurunan berat badan
  • Wanita hamil yang tidak memenuhi kebutuhan nutrisi penting selama kehamilan terutama yang kaya asam folat.

Pencegahan Penyakit Anemia Akibat Defisiensi Folat:

  • Mengonsumsi makanan bergizi dan mengandung asam folat yaitu sayuran hijau seperti bayam, asparagus, brokoli dan selada.
  • Asam folat juga terdapat didalam buah-buahan seperti jeruk,lemon, jeruk nipis, jeruk bali, alpukat, tomat, buah bit, pepaya, pisang dan melon.
  • Sumber asam folat dari kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang merah, kacang hijau dan kacang polong.
  • Sumber dari hewani yang mengandung asam folat juga terdapat pada daging unggas, hati sapi, hati ayam, daging merah dan makanan laut.
  • Anda juga bisa mengonsumsi asam folat melalui suplemen atau makanan yang telah diperkaya dengan asam folat.

Anemia Defisiensi Zat Besi

Penyakit anemia akibat defisiensi zat besi
Ilustrasi

Gejala umum:

  • Mata terlihat berwarna biru hingga putih
  • Kuku penderita mudah patah
  • Nafsu makan berkurang
  • Sering mengalami kelelahan
  • Sering sakit kepala
  • Emosi labil
  • Warna kulit penderita terlihat pucat
  • Mudah sesak napas
  • Sakit pada lidah
  • Terlihat sangat lemah

Penyebab penyakit anemia defisiensi zat besi adalah tidak tercukupinya kebutuhan zat besi didalam tubuh.

Faktor-faktor yang menyebabkan tubuh menjadi kekurangan zat besi antara lain adalah:

  • Terjadinya pendarahan yang berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama, contoh kasus terjadi pada penderita penyakit usus
  • Makanan yang dikonsumsi miskin kandungan zat besi
  • Terjadinya gangguan kesehatan yang mengakibatkan gangguan penyerapan zat besi dalam tubuh, seperti penyakit celiac dan penyakit Crohn.

Pencegahan Penyakit Anemia Akibat Defisiensi Zat Besi

  • Mencukupi kebutuhan nutrisi berupa zat besi dengan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi seperti daging merah, tiram, ikan tuna, ikan salmon dan hati.
  • Zat besi juga bisa Anda dapatkan dalam sayuran seperti bayam dan kentang.
  • Mengonsumsi kacang-kacangan juga bisa mencegah anemia akibat kekurangan zat besi atau defisiensi zat besi.
  • Mencukupi zat besi melalui asupan suplemen yang mengandung zat besi

Anemia Akibat Penyakit Kronis

Penyakit anemia akibat penyakit kronis
Ilustrasi

Gejala umum:

  • Gejala akibat penyakit kronis itu sendiri
  • Disertai dengan rasa nyeri pada dada
  • Mengalami kelelahan
  • Penderita terlihat pucat
  • Sering mengalami sesak napas

Penyebab anemia akibat menderita penyakit kronis tertentu, infeksi kronis tertentu yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam memproduksi sel-sel darah merah.

Penyakit-penyakit kronis yang bisa mengakibatkan penyakit anemia antara lain adalah:

  • Penyakit autoimun seperti lupus, penyakit Crohn dan rheumatoid arthritis
  • Kanker limfoma dan penyakit Hodgkin
  • Penyakit ginjal kronis
  • Sirosis hati
  • Infeksi jangka panjang, seperti HIV/ AIDS, Hepatitis B dan Hepatitis C.

Gejala anemia pada penderita penyakit kronis bisa hilang apabila penyakit tersebut telah diobati serta selalu memenuhi kebutuhan akan nutrisi yang diperlukan tubuh.

Anemia Pernisiosa

Gejala umum:

  • Mencret atau sembelit
  • Selalu merasa pusing
  • Sering merasa lelah dan tidak bertenaga
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kulit terlihat pucat
  • Sulit untuk fokus
  • Sesak napas ketika aktivitas fisik
  • Lidah merah, bengkak dan gusi berdarah
  • Dalam jangka panjang menyebabkan hilang keseimbangan, mudah depresi, demansia dan terasa kebas atau mati rasa.

Penyakit anemia pernisiosa terjadi akibat tubuh kekurangan vitamin B12 sebab terjadi gangguan penyerapan vitamin B12 didalam sistem pencernaan.

Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan penyerapan vitamin B12 pada saluran cerna antara lain adalah:

  • Penyakit autoimun
  • Terjadi peradangan pada lapisan saluran cerna

Pencegahan Penyakit Anemia Pernisiosa

  • Deteksi dini dan segera lakukan pengobatan bila telah dinyatakan kekurangan Vitamin B12.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mengetahui potensi penyakit yang berbahaya yang mungkin bisa dialami seseorang.
  • Pemeriksaan sedini mungkin bisa mengurangi resiko komplikasi akibat anemia pernisiosa.

Anemia Sel Sabit

Gejala umum:

  • Sakit perut
  • Nyeri pada tulang
  • Mudah sesak napas
  • Pertumbuhan tidak optimal
  • Mudah lelah
  • Sering demam
  • Terlihat pucat
  • Denyut jantung cepat
  • Mudah mengalami borok
  • Kulit dan mata terlihat kuning
  • Selalu merasa nyeri pada dada
  • Merasa haus berlebihan
  • Sering buang air kecil
  • Penglihatan terganggu

Penyakit anemia sel sabit merupakan penyakit yang diwariskan dari orang tua yang memiliki riwayat penyakit yang sama.

Seorang anak yang memiliki orang tua pembawa sifat anemia sel sabit besar kemungkinan menyebabkan anak tersebut mewarisi penyakit yang sama dengan orang tuanya.

Pencegahan yang bisa dilakukan untuk menurunkan resiko komplikasi akibat penyakit anemia sel sabit diantaranya adalah:

  • Bila Anda mengetahui bahwa telah membawa sifat sel sabit maka sebaiknya kunjungi dokter untuk melakukan konseling genetik.
  • Seseorang yang menderita anemia sel sabit dianjurkan untuk tidak meninggalkan imunisasi, sebab komplikasi bisa terjadi akibat penyakit lain yang mungkin menyertainya, seperti imunisasi haemophilus, hepatitis dan influenza.
  • Penderita harus menghindari aktivitas yang menyebabkan kekurangan oksigen seperti merokok, mendatangi daerah yang rendah oksigen dan stress.
  • Menghindari aktivitas yang bisa menyebabkan kehilangan banyak cairan tubuh seperti terlalu sering terpapar sinar matahari dan kurang minum cairan.
  • Bagi orangtua yang memiliki anak menderita anemia sel sabit agar memberitahu pihak sekolah untuk ikut mengawasi aktivitasnya demi keselamatan dan kesehatan anak.

Penyakit Thalassemia

Penyakit anemia thalassemia
Ilustrasi

Gejala umum:

  • Menderita cacat pada tulang wajah
  • Sering mengalami kelelahan
  • Pada anak mengalami gagal dalam pertumbuhan
  • Mudah mengalami sesak napas
  • Kulit penderita terlihat kuning

Penyakit thalassemia juga merupakan penyakit yang diturunkan atau karena faktor cacat genetik.

Pencegahan Penyakit Thalassimia untuk menurunkan resiko terjadinya komplikasi yang berbahaya pada penderita adalah:

  • Melakukan konseling genetik dengan mendatangi dokter yang ahli di bidangnya
  • Bagi orang tua yang memilki riwayat thalassemia sangat diharuskan untuk melakukan skrining prenatal ketika merencanakan kehamilan.

Penyakit Anemia Aplastik

Gejala umum:

  • Mudah merasa lelah
  • Terlihat pucat
  • Detak jantung cepat
  • Mudah sesak napas bila melakukan aktivitas fisik seperti olahraga
  • Terlihat sangat lemah
  • Mengalami gusi yang mudah berdarah
  • Kulit mudah memar
  • Mudah mengalami infeksi
  • Sering mengalami mimisan atau hidung berdarah

Penyakit anemia aplastik digolongkan sebagai penyakit autoimun dimana hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Oleh sebab itu belum ada informasi bagaimana cara untuk mencegah terjadinya penyakit ini.

Penyakit Anemia Hemolitik

Gejala umum:

  • Tubuh penderita selalu mengalami kedinginan dan menggigil
  • Warna urine penderita berwarna gelap
  • Terjadi pembesaran limpa
  • Penderita mudah merasa lelah
  • Sering mengalami demam
  • Memiliki warna kulit yang pucat
  • Denyut jantung cepat
  • Mudah sesak napas bila melakukan aktivitas fisik
  • Warna kulit terlihat kuning

Penyakit anemia hemolitik juga merupakan penyakit bawaan yang diwariskan dari orangtua kepada anak yang memiliki riwayat penyakit yang sama.

Rangkuman Penyakit Anemia

Macam Penyakit AnemiaPenyebab
Anemia defisiensi vitamin B12Kekurangan asupan vitamin B12.
Anemia defisiensi folatKekurangan asupan asam folat.
Anemia defisiensi zat besiKekurangan asupan yang mengandung zat besi.
Anemia akibat penyakit kronisMenderita penyakit kronis tertentu dalam waktu lama seperti autoimun, sirosis hati, HIV/ AIDS.
Anemia pernisiosaGangguan penyerapan vitamin B12 pada sistem pencernaan.
Anemia sel sabitFaktor genetik.
ThalassemiaFaktor genetik.
Anemia aplastikDigolongkan penyakit autoimum yang belum diketahui pasti penyebabnya.
Anemia hemolitikFaktor genetik.

Catatan: Informasi tentang penyakit anemia diberikan hanya untuk menambah wawasan dan pengetahuan seputar penyakit tersebut. Informasi ini bukan untuk menegakkan diagnosis kondisi kesehatan seseorang.

Jadilah pembaca yang bijak, dan kami tetap menganjurkan untuk selalu berkonsultasi kepada dokter atau ahli kesehatan yang bisa memberi informasi yang benar dan tepat terhadap kondisi kesehatan seseorang.

Demikian informasi tentang penyakit anemia, semoga bermanfaat. Jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga. Terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel di websieEmak dan sampai jumpa pada artikel menarik lainnya.

Baca Juga: Waspada! 3 Penyebab Anemia pada Wanita Hamil

Sumber Referensi:

Proverawati, A.2018. Anemia dan Anemia Kehamilan. Jogkakarta: Nuha Medika.

https://www. alodokter.com

https://www. halodoc.com

https://www. honestdocs.com

https://www.klikdokter.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: