Press "Enter" to skip to content

Waspada! 3 Penyebab Anemia pada Wanita Hamil

0

Sering kita dengar bahwa wanita hamil rentan terkena anemia. Sebenarnya bagaimana dan apa penyebab anemia pada wanita hamil. Apakah anemia berbahaya bagi wanita hamil itu sendiri atau juga membahayakan janin yang ada di dalam kandungannya?

Sebelum kita bahas lebih dalam, sebaiknya kita tahu dulu pengertian anemia itu sendiri.

Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau haemoglobin di bawah normal. Sebagian besar wanita hamil rentan mengalami anemia, salah satu penyebabnya adalah kekurangan zat besi.

Peningkatan jumlah volume darah selama masa kehamilan juga mempengaruhi tingkat kebutuhan akan zat besi. Jika tubuh tidak memiliki cukup zat besi, tubuh tidak dapat memproduksi sel-sel darah merah. Sel-sel darah merah ini bekerja membawa oksigen ke sel-sel tubuh lainnya.

Biasanya wanita hamil mengalami kekurangan zat besi pada masa-masa memasuki trisemester kedua hingga trisemester ketiga. Selama Emak menjaga makanan yang dimakan tetap bergizi terutama banyak mengandung zat besinya, maka kekurangan zat besi pada masa-masa ini bisa teratasi.

Selengkapnya tentang penyebab anemia pada wanita hamil kita bahas di bawah ini.

Penyebab Anemia pada Wanita Hamil

1. Defisiensi Zat Besi

Penyebab Anemia pada Wanita Hamil Defisiensi Zat Besi

Pengertian

Pada penjelasan di atas sudah disinggung sedikit mengenai penyebab anemia pada wanita hamil adalah kurangnya zat besi dalam darah, kondisi ini disebut dengan defiensi zat besi.

Penyebab Umum:

  • Kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi
  • Terjadi gangguan penyerapan zat besi pada tubuh wanita hamil, biasanya terjadi akibat dari mengkonsumsi antasida, operasi bypass pada lambung atau menderita penyakit Celiac.

Cara Mengatasinya:

Selama kehamilan wanita harus mencukupi kebutuhan gizi untuk diri sendiri dan bayi, terutama zat besi. Sumber makanan yang mengandung zat besi antara lain bisa diperoleh dari telur terutama bagian kuning telur, ikan, kacang-kacangan, daging terutama bagian hatinya, unggas, kismis dan lain sebagainya.

Agar untuk mempermudah proses penyerapan zat besi biasanya disarankan juga untuk mengonsumsi vitamin C. Sumber vitamin C bisa didapat melalui suplemen atau dari sumber alami. Makanan alam yang kaya akan vitamin C bisa diperoleh dari jeruk, jambu biji, nanas, kiwi dan lain sebagainya.

2. Defisiensi Folat

Penyebab Anemia pada Wanita Hamil Defisiensi Asam Folat

Penyebab anemia pada wanita hamil selanjutnya adalah Defisiensi Folat, merupakan anemia yang disebabkan karena kekurangan asam folat atau penurunan sel-sel darah merah akibat kekurangan asam folat. Namun penyakit ini hanya terjadi pada 4 orang dari 100.000 kasus.

Penyebab Umum:

  • Makanan yang dikonsumsi selama kehamilan tidak mengandung cukup asam folat
  • Minuman berakohol (pecandu alkohol)
  • Mengalami infeksi cacing pita

Gejala Umum: mudah lelah, sakit kepala, pucat dan radang mulut.

Cara Mengatasinya:

  • Mencukupi kebutuhan asam folat, baik melalui suplemen ataupun melalui makanan alami yang banyak mengandung asam folat
  • Sumber asam folat dari sayur-sayuran seperti brokoli, selada atau bayam
  • Sumber asam folat dari buah-buahan yaitu alpukat, pisang, pepaya, jeruk,lemon, tomat dan melon
  • Sumber asam folat dari kacang-kacangan misalnya kacang polong, kacang tanah, kacang hijau dan kacang merah.

3. Penyakit Genetik

Penyebab Anemia pada Wanita Hamil karena Penyakit Genetik

Beberapa penyakit genetik juga bisa menjadi penyebab anemia pada wanita hamil, diantaranya adalah Anemia Sel Bulan Sabit dan Thalasemia.

Anemia Sel Bulan Sabit

Pengertian anemia sel bulan sabit adalah penyakit yang diturunkan secara genetik dimana sel-sel darah merah berbentuk bulan sabit, sedangkan sel darah merah yang normal seharusnya berbentuk cakram bikonkaf (dua cekungan) atau bundar dengan dua cekungan yang fleksibel.

Anemia sel bulan sabit diwariskan dari orang tua yang memiliki gen hemoglobin S. Disebut hemoglobin S sebab mengubah sel-sel darah menjadi seperti sabit.

Gejala Umum: sakit perut, nyeri tulang, sesak nafas, pertumbuhan janin terhambat, kelelahan, demam, pucat, nyeri dada, mata menguning dan lain sebagainya.

Pencegahan:

  • Penyakit ini adalah penyakit yang diwariskan, maka ketika merencanakan kehamilan perlu berkosultasi kepada dokter apabila orang tua adalah “pembawa sifat” penyakit anemia sel bulan sabit
  • Pastikan bahwa tubuh mendapatkan asupan makanan yang cukup dan bergizi
  • Mendapatkan cukup cairan setiap hari
  • Mendapatkan oksigen yang cukup
  • Segera konsultasi kepada dokter bila terjadi gejala infeksi
  • Pemeriksaan rutin setiap 3-6 bulan sekali
  • Dianjurkan untuk rutin memeriksakan mata
  • Selalu berusaha untuk berfikiran positif dan hindari penyebab stress
  • Hindari agar tidak merokok
  • Menghindari perkawinan sedarah apalagi bila memiliki riwayat keluarga yang mengalami anemia sel bulan sabit
  • Jaga kondisi tubuh agar tidak cepat kehilangan cairan misalnya jangan berlama-lama di bawah terik sinar matahari tanpa menggunakan pelindung

Thalassemia

Thalasemia adalah penyakit anemia yang diturunkan secara genetik, dimana sel-sel darah merah berbentuk tidak normal dan ukurannya lebih kecil bila dibandingkan dengan ukuran normal. Penyakit ini banyak ditemukan pada orang-orang Mediterania, Afrika dan Asia (termasuk di Indonesia).

Menurut data Kemenkes, sekitar 3.8% penduduk Indonesia adalah pembawa sifat penyakit thalasemia. Jumlah ini terus mengalami kenaikan selama periode 2012 hingga 2018. Kasus penyakit ini tersebar pada 8 propinsi di tanah air, yaitu Aceh, Jakarta,Sumatra Selatan, Gorontalo,Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Maluku dan Papua Barat.

Baca Juga : 17 Penyakit Reproduksi Wanita yang Umum di Indonesia

Jenis Thalasemia

Ada dua jenis thalasemia, yaitu:

  • Thalasemia Mayor
  • Thalasemia Minor

Thalasemia Mayor terjadi apabila seorang mewarisi gen cacat dari kedua orang tuanya.

Thalasemia Minor terjadi apabila seorang mewarisi gen cacat dari salah satu orang tuanya saja.

Apabila wanita hamil menderita thalasemia mayor, resiko yang paling berat adalah kemungkinan terjadinya kematian pada bayi sebelum dilahirkan. Sedangkan pada kasus bayi yang selamat dan bisa dilahirkan kemungkinan mengalami anemia berat selama tahun pertama setelah dilahirkan.

Gejala Umum Thalasemia Mayor:

  • Kelelahan
  • Pada bayi akan mengalami gagal tumbuh
  • Sesak nafas
  • Sebagian ada yang mengalami cacat pada tulang wajah
  • Kulit menguning

Gajala Umum Thalasemia Minor:

  • Orang dengan bentuk gangguan seperti ini biasanya hanya berupa” pembawa sifat” dari penyakit tersebut
  • Pada umumnya tidak memiliki gejala
  • Penderita kemungkinan tidak akan mengalami anemia apabila mampu menjaga asupan makanan yang bergizi terutama banyak mengandung zat besi dan vitamin C, serta tidak terjadi pendarahan yang hebat setelah persalinan.

Pencegahan:

Bila memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit anemia Thalasemia maka sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum merencanakan kehamilan. Sebab bila ditangani lebih dini maka bisa memperkecil resiko yang lebih berat yang mungkin bisa dialami oleh Ibu dan bayinya.

Kesimpulan:

Penting untuk diperhatikan adalah selama masa kehamilan wanita harus memperhatikan asupan gizi yang berguna untuk kesehatan Ibu dan bayi. Selain itu rutin melakukan kontrol ke dokter adalah cara yang paling efektif untuk memantau kesehatan Ibu dan bayi sehingga apabila ditemukan kondisi yang tidak normal bisa cepat diantisipasi sejak dini.

Apabila penyebab anemia pada wanita terjadi karena faktor keturunan, maka sebelum merencanakan kehamilan perlu dilakukan konsultasi genetik dan pemeriksaan ke dokter. Tujuannya agar resiko yang lebih berat yang mungkin terjadi pada Ibu dan bayi bisa diperkecil.

Demikian informasi tentang penyebab anemia pada wanita hamil, semoga bermanfaat serta menambah dan memperkaya pengetahuan Emak tentang anemia. Semoga dimanapun Anda berada tetap dalam keadaan sehat, dan sampai jumpa dalam artikel menarik lainnya.

Sumber Referensi:

Proverawati, Atikah. 2018. Anemia dan Anemia Kehamilan.Yogyakarta: Nuha Medika.

Yohana, Yovita dan Yessica. 2011. Kehamilan dan Persalinan. Jakarta: Garda Media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: