Press "Enter" to skip to content

Wanita Wajib Tahu! Ini 16 Penyakit Reproduksi Wanita Yang Umum di Indonesia

0

Apakah Anda sedang mencari Informasi tentang seputar penyakit reproduksi wanita, atau mungkin Anda sedang mengalami gejala yang tidak biasanya? Mungkin Anda bisa temukan jawabannnya dalam artikel ini.

Pada zaman serba modern dan serba instan ini, hidup dipermudah oleh kecanggihan teknologi. Sebagai contoh saat ini wanita ingin belanja tinggal order via toko online, makan tinggal pesan via online, kerja pun bisa dilakukan dengan online.

Akibatnya pola hidup jadi berubah sebagai contoh cantik ingin instan, menurunkan berat badan dengan cara instan, konsumsi makanan instan, semua serba instan.

Menurut pakar kesehatan makanan instan, kandungan kimia dari kosmetik ilegal yang menawarkan kecantikan instan menjadi faktor penyebab berbagai macam penyakit salah satunya adalah penyakit reproduksi wanita.

Macam-macam gangguan atau penyakit reproduksi yang umum dialami oleh wanita

1.Endometriosis

Adalah salah satu penyakit reproduksi wanita, dimana bercak-bercak jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Dalam keadaan normal endometrium hanya ditemukan di dalam lapisan rahim. Endometrium yang salah tempat ini biasanya melekat pada indung telur dan ligamen penyokong rahim.

Endometriosis bisa diturunkan dan lebih sering ditemukan pada keturunan pertama( Ibu, anak perempuan, saudara perempuan). Faktor lain yang meningkatkan resiko terjadinya endometriosis adalah memiliki rahim yang tidak normal, melahirkan pertama kali di atas usia 30 tahun.

Endometriosis diperkirakan terjadi pada 10-15% wanita subur berusia 25-44 tahun, serta 25-50% pada wanita mandul, dan bisa juga dialami oleh usia remaja. Endometriosis yang berat bisa menyebabkan kemadulan.

Gejala dan tanda-tandanya, diantaranya: nyeri di perut bagian bawah dan panggul, haid tidak teratur, nyeri saat melakukan hubungan seksual, pembengkakan perut, nyeri saat BAB dan berkemih, bahkan terkadang tidak bergejala.

Cara pencegahannya: hindari melakukan hubungan suami istri saat haid, rutin memeriksakan diri berkaitan dengan alat reproduksi.

2. Infeksi Toxoplasma

Penyakit Reproduksi Wanita Infeksi Toxoplasma
Ilustrasi

Toxoplasmosis adalah suatu infeksi protozoa Toxoplasma gondii, yang biasanya terjadi melalui kontak dengan tinja kucing yang telah terkontaminasi toxo,atau memakan makanan mentah yang telah terkontaminasi. Wanita hamil yang telah terinfeksi kemungkinan besar akan menularkan penyakit ini ke bayinya.

Gejala yang ditimbulkan, diantaranya: terkadang tidak disertai dengan gejala, tetapi dari beberapa kasus ditemukan gejalanya seperti demam, lelah, pembesaran getah bening di daerah leher dan ketiak, hingga kehilangan penglihatan.

Tindakan pencegahan bisa dilakukan dengan cara: Tes toxoplasma sebelum merencanakan kehamilan, hindari makan makanan yang mentah, selalu jaga kebersihan daerah kewanitaan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

3. Kanker Indung Telur

Penyakit Reproduksi Wanita Kanker Indung Telur
Ilustrasi

Selanjutnya, kanker indung telur atau kanker ovarium adalah tumor ganas yang menyerang indung telur. 1 dari 70 wanita menderita kanker ovarium. Kanker ini bisa menyebar ke daerah sekitarnya.

Faktor resiko; pernah memiliki riwayat kanker payudara, memiliki riwayat keluarga yang pernah menderita kanker ovarium.

Gejalanya bisa berupa rasa tidak nyaman dengan perut bagian bawah, ovarium yang membesar pada wanita yang telah menopause, nyeri panggul, perut, anemia dan berat badan menurun drastis.

4. Kanker Leher Rahim

Kanker leher rahim (kanker serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks, yaitu bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina. Kanker serviks biasanya menyerang wanita usia 35-55 tahun. 90% dari kanker serviks berasal dari sel skuamosa yang melapisi serviks dan 10% sisanya berasal dari sel kelenjar penghasil lendir pada saluran servikal yang menuju ke dalam rahim.

Faktor resiko bisa terjadi pada : penderita HPV (Human papillomavirus), merokok, hubungan seks di usia dini, berganti-ganti pasangan seksual, gangguan sistem kekebalan, infeksi herpes, tidak melakukan PAP smear secara rutin.

Gejalanya diantaranya: pendarahan vagina tidak normal ketika melakukan hubungan seksual, menstruasi lebih lama dan banyak, keputihan yang tidak normal, berbau dan mengandung darah, penurunan berat badan secara drastis, kelelahan, nafsu makan berkurang, nyeri panggul, punggung, bahkan patah tulang.

Pencegahan bisa dilakukan dengan menghindari faktor resikonya dan melakukan pemeriksaan rutin, seperti PAPsmear.

5. Kanker Rahim

Kanker rahim adalah tumor ganas pada endometrium (lapisan rahim), biasanya menyerang wanita yang telah menopause dalam rentang usia 50-60 tahun. Kanker bisa menyebar ke berbagai bagian tubuh seperti ovarium, tuba falopii, sistem getah bening, dll.

Faktor resiko: usia, obesitas, diabetes, hipertensi, dan kemandulan.

Gejalanya: pendarahan rahim yang tidak normal, siklus menstruasi yang tidak normal, pendarahan vagina pasca menopause, pendarahan yang lama, sering dan banyak, nyeri perut bagian bawah dan panggul, keluar cairan putih pasca menopuase, dan nyeri ketika berhubungan seksual.

Pencegahan bisa dilakukan dengan cara: menjalani pemeriksaan panggul dan PAPsmear rutin, untuk menemukan tanda-tanda pertumbuhan yang tidak normal.

6. Kanker Vulva

Adalah tumor ganas di dalam vulva, merupakan bagian luar dari sistem reproduksi wanita, yang meliputi labia, lubang vagina, lubang uretra dan klitoris. 3-4% kanker pada sisitem reproduksi wanita merupakan kanker vulva dan biasanya terjadi setelah menopause.

Jenis-jenis kanker vulva: karsinoma sel skuamosa, melanoma, sarkoma, karsinoma sel basal, dan adenokarsinoma.

Faktor resiko: infeksi HPV, memiliki riwayat kanker rahim, infeksi sifilis, diabetes, obesitas, hipertensi, usia, hubungan seks usia dini, berganti-ganti pasangan, merokok, infeksi HIV, dll.

Gejala : nyeri ketika berkemih, dan nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

Pencegahan bisa dilakukan dengan cara: menghindari faktor resikonya, mengobati keadaan prakanker sebelum terjadinya kanker invansif.

7. Kanker Payudara

kanker payudara
Ilustrasi

Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat payudara.

Jenis-jenis kanker payudara: karsinoma insitu, karsinoma duktal, karsinoma lobuler, kanker invasif, karsinoma meduler, karsinoma tubuler.

Faktor resiko diantaranya: usia, pernah menderita kanker payudara, memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker payudara, faktor genetik dan hormonal, pernah menderita penyakit payudara non-kanker, pemakaian pil KB, obesitas, minum alkohol, bahan kimia,dan lain sebagainya.

Baca Juga: Manfaat ASI untuk Ibu dan Bayi

8. Kanker Vagina

Kanker vagina adalah tumor ganas pada vagina, yaitu saluran sepanjang 7,5 cm-10 cm, yang ujung atasnya berhubungan dengan serviks/ leher rahim.

Jenis-jenis kanker vagina: karsinoma sel skuamosa, adenokarsinoma, melanoma maligna, sarkoma.

Faktor resikonya; usia ( antara 50-70 tahun), menggunakan obat hormonal pencegah keguguran (DES), adenosis vagina, infeksi HPV, hubungan seksual usia dini, berganti-ganti pasangan, merokok, kanker serviks, dan lain sebagainya.

Pencegahannya dapat dilakukan dengan menghindari faktor resikonya dan biasakan pola hidup sehat.

9. Kanker Saluran Telur

Kanker saluran telur adalah tumor ganas pada saluran telur (tuba falopii). Kanker ini jarang tejadi, diseluruh dunia dilaporkan kasus sebanyak kurang dari 1500-2000. Kanker ini biasanya penyebaran dari organ lain, seperti ovarium.

Gejalanya: hampir sama dengan kanker ovarium, yang paling sering ditemukan adalah adenokarsinoma.

Pencegahan bisa dilakukan dengan pola hidup sehat, rutin memeriksakan diri terkait organ reproduksi.

10. Kandidiasis

penyakit kandidiasis
Ilustrasi

Kandidiasis adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida, terutama Candida albicans. Biasanya ditemukan pada seseorang yang memiliki gangguan pada sistem kekebalan tubuh, misalnya pederita diabetes, AIDS bahkan wanita hamil. Infeksi jamur bisa menyerang kulit, mulut dan organ intim.

Gejalanya bisa berupa bercak putih pada mulut dan terasa sakit, bercak pada tenggorokan, infeksi pada retina dan berkurangnya pembentukan air kemih.

Pencegahannya dapat dilakukan dengan pola hidup sehat, menjaga kebersihan organ kewanitaan dengan cara yang benar.

11. Dismenore

Dismenore adalah nyeri perut yang terjadi selama haid. Terbagi dua yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder.

Dismenore primer timbul pada usia 14-25 tahun atau 2-3 tahun setelah haid pertama. Nyeri pada dismenore primer berasal dari kontraksi rahim yang dirangsang oleh protaglandin, mirip pada wanita hamil yang mendapat suntikan prostaglandin untuk merangsang persalianan.

Sedangkan dismenore sekunder jarang ditemukan, penyebabnya antara lain: endometriosis, peradangan tuba, pemakaian IUD, dll.

12. Infeksi dan Abses Payudara

Infeksi payudara (mastitis) adalah suatu infeksi pada jaringan payudara, yang bisanya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Infeksi payudara biasa terjadi pada wanita yang sedang menyusui.

Sedangkan pada wanita yang telah menopause, infeksi ini diakibatkan oleh peradangan menahun dari saluran susu.

Gejala: payudara terasa nyeri, terdapat benjolan pada payudara, salah satu payudara membengkak, keluar cairan nanah dari puting, gatal-gatal dan kelenjar getah bening di ketiak membengkak.

Pencegahannya dapat dilakukan dengan cara:

  • Bagi Ibu yang menyusui dianjurkan agar susui bayi bergantian kiri dan kanan
  • Kosongkan payudara dengan cara memompanya agar tidak bengkak
  • Menggunakan teknik menyusui yang benar agar tidak terjadi luka pada puting susu
  • Meminum banyak cairan
  • Menjaga kebersihan puting susu
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah menyusui

13. Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah benjolan padat,kecil, dan jinak pada payudara, terdiri dari jaringan kelenjar dan fibrosa. Biasanya ditemukan pada wanita muda dan remaja putri.

Benjolan tersebut kenyal, mudah digerakkan, batasnya jelas dan bisa digerakkan pada saat SADARI (Periksa Payudara Sendiri).

Langkah-langkah SADARI(Periksa Payudara Sendiri):

  1. Berdiri di depan cermin, perhatikan payudara. Dalam keadaan normal ukuran payudara kiri dan kanan berbeda. Perhatikan perubahan ukuran antara kiri dan kanan, dan perubahan pada puting susu, misalnya tertarik ke arah dalam atau adanya ciran yang keluar. Perhatikan juga kulit puting susu berkerut.
  2. Masih di depan cermin, letakkan kedua telapak tangan di belakang kepala lalu tarik ke belakang. Dengan posisi seperti ini akan lebih mudah menemukan perunbahan bentuk dan kontur payudara.
  3. Letakkan kedua tangan di pinggang, condongkan daban sedikit ke arah cermin, tekan bahu dan siku ke arah depan, perhatikan perubahan ukuran dan kontur payudara.
  4. Angkat lengan kiri, gunakan 4 jari tangan kanan, telusuri payudara kiri. Gerakkan jari tangan memutar membentuk lingkaran kecil di sekeliling payudara, bergerak ke arah dalam ke puting susu. Tekan perlahan, rasakan setiap benjolan di bawah kulit, Lakukan hal yang sama pada yang kanan.
  5. Tekan puting susu secara perlahan, perhatikan apakah ada cairan yang keluar dari puting susu, lakukan bergantian antara kanan dan kiri.
  6. Berbaring terlentang dengan bantal di letakkan di bawah bahu dan lengan kiri ditarik ke atas. Telusuri payudara kiri dengan menggunakan jari tangan kanan, posisi mendatar seprti ini akan memudahkan pemerikasaan. Lakukan juga untuk yang kanan.

14. Kista Payudara

Kista payudara adalah kantung berisi cairan yang ditemukan dalam payudara. Kemungkinan disebabkan karena cedera ringan. Kista paling banyak ditemukan pada wanita menjelang menopause hingga pasca menopause.

Gejala : tereasa nyeri pada payudara, jika diraba licin, bergerak, berbatas tegas dan sakit bila ditekan.

15. Payudara Fibrokista

Suatu kedaan yang terasa nyeri dari kista dan benjolan jinak pada payudara, dan ini sangat sering dialami payudara normal dan masih wajar.

Kondisi ini berhubungan dengan respon jaringan payudara terhadap perubahan kadar estrogen dan progesteron, yang terjadi setiap bulan selama masa reproduktif wanita. Setiap bulan selama 1 siklus menstruasi, jaringan payudara membengkak dan akan kembali normal. Rangsangan hormonal terhadap jaringan payudara menahan air serta kelenjar susu, akibatnya saluran melebar. Pada saat ini, payudara membengkak dan terasa nyeri, dan ada benjolan.

Gejalanya bisa berupa: benjolan padat dengan bentuk tidak terartur, nyeri payudara bersifat menetap atau hilang timbul, payudara terasa penuh, nyeri tumpul dan berat, pembengkakan dan nyeri sebelum menstruasi, nyeri berkurang setelah menstruasi, gejala akan menghilang setelah selasai menstruasi.

16. Nipple Discharge

Penyakit reproduksi yang umum menyerang wanita yang terakhir adalah nipple discharge, yaitu cairan yang keluar dari puting susu. Sekitar 20% wanita mengeluarkan cairan yang menyerupai susu atau cairan jernih secara spontan.

Penyebabnya bisa karena: abses payudara, cedera payudara, obat-obatan, tumor jinak dalam payudara serta pengerasan saluran payudara.

Kondisi ini tidak berbahaya, namun apabila cairan yang dikeluarkan berwarna merah dan encer, pink atau coklat, lengket, keluar spontan tanpa dipijat, bersifat menetap, keluar dari salah satu payudara saja dan bukan air susu, maka perlu diwaspadai.

Selalu konsultasi kepada dokter terhadap gejala apapun yang mungkin Anda alami untuk mendapatkan penanganan yang tepat secara medis.

Demikian informasi tentang 17 penyakit reproduksi wanita untuk menambah wawasan agar kita bisa lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan juga orang di sekitar kita.

Sampai jumpa lagi dalam artikel menarik lainnya.

Sumber Referensi:

Yohana, Yovita dan Yessica. 2011. Kehamilan dan Persalinan infokus Reproduksi Wanita. Jakarta: Garda Media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: