Press "Enter" to skip to content

7 Penyakit Berbahaya yang Bisa Dicegah dengan Imunisasi

0

Pada dasarnya imunisasi bukan untuk menghilangkan beberapa penyakit tertentu, tapi untuk menekan angka penularan dari beberapa penyakit.

Memang imunisasi tidak bekerja efektif seratus persen, tetapi faktanya dengan imunisasi penyakit yang dulu pernah mewabah dan menular mampu diminimalisir hingga saat ini, contohnya penyakit cacar air. Menurut Laporan WHO penyakit cacar air tidak banyak lagi berkembang di berbagai negara.

A. Penjelasan tentang Imunisasi dan Vaksinasi

IMUNISASI

Pengertian imunisasi menurut WHO adalah cara untuk memperkuat sistem pertahanan atau kekebalan tubuh, sehingga mampu melawan beberapa jenis penyakit yang disebabkan virus atau bakteri.

VAKSINASI

Pengertian vaksinasi menurut Centers for Disease Control and Prevention atau CDC adalah alat yang diberikan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar mampu melawan serangan beberapa penyakit.

Imunisasi dapat dilakukan dengan pemberian vaksin untuk memperoleh kekebalan tubuh manusia.

Kekebalan tubuh terbagi menjadi 2, yaitu:

  • Kekebalan Tubuh Alami
  • Kekebalan Tubuh Buatan
Sumber: Science ABC

Kekebalan Tubuh Alami

Kekebalan tubuh alami ini biasanya diperoleh bayi dari Ibunya ketika masih ada dalam kandungan. Sifat dari kekebalan tubuh seperti ini adalah tidak mampu melawan semua jenis penyakit, kekebalan tidak berlangsung seumur hidup melainkan hanya bertahan hingga satu tahun pertama kehidupan bayi.

Bila hanya mengandalkan kekebalan tubuh seperti ini, maka memungkinkan bagi bayi untuk terserang beberapa penyakit di kemudian hari.

Selain itu, kekebalan tubuh alami juga bisa diperoleh dari beberapa penyakit tertentu, karena sudah sering terkena penyakit tersebut maka tubuh membentuk sistem kekebalan tubuh sendiri terhadap penyakit tersebut.

Kekebalan Tubuh Buatan, terbagi 2 yaitu:

  • Kekebalan tubuh positif
  • Kekebalan tubuh negatif

Kekebalan Tubuh Positif adalah kekebalan yang diberikan dengan cara memberikan vaksinasi. Tubuh dan kekebalan akan bekerjasama dalam melakukan perlawanan terhadap penyakit dan pengaruhnya untuk jangka panjang.

Kekebalan Tubuh Negatif adalah kekebalan dengan menggunakan beberapa virus namun tidak bekerjasama dengan tubuh dalam melakukan perlawanan terhadap beberapa jenis penyakit.

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa imunisasi bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh terutama pada bayi yang baru lahir.

Bayi yang lahir dalam kondisi sehat, maka akan dianjurkan dokter untuk melakukan imunisasi terjadwal hingga usianya mencapai satu tahun.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum bayi diimunisasi, yaitu:

  • Tidak ada penghalang yang bersifat temporal, contohnya apabila bayi sedang mengalami pilek, influenza, bronchitis dan diare, maka pemberian vaksin diberikan setelah bayi sembuh kembali.
  • Tidak sedang mengalami penyakit kronis, seperti radang ginjal, kanker dan reaksi alergi yang hebat
  • Sebaiknya memberikan imunisasi satu jam sebelum atau sesudah menyusu ASI

Baca Juga :

B. Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Imunisasi atau Vaksinasi

1. TBC

Sumber:IndonesiaBaikID

TBC hingga saat ini masih menjadi penyakit yang mematikan di dunia. Dikutip dari data tbIndonesia.or.id, setiap tahun lebih dari 4000 orang meninggal dunia akibat menderita TBC, dan hampir 3000 orang menderita penyakit TBC.

Sedangkan Indonesia masuk dalam urutan ketiga terbesar jumlah TBC setelah India dan Tiongkok.

Data TBC di Indonesia pada Tahun 2018:

DataJumlah (Jiwa)
1. Penderita TBC845.000
2. Penderita TBC Resistan Obat24.000
3. Meninggal Dunia Akibat TBC93.000
4. Keberhasilan Pengobatan85%

Akhir-akhir ini Pemerintah juga mendukung gerakan eliminasi TBC, dengan mengutamakan tindakan pencegahan melalui Perencanaan Gerakan Maju Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis (TBC) 2030.

Pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin, salah satu caranya dengan terus menghimbau agar masyarakat bersedia untuk membawa bayi dan anak-anak mereka untuk di imunisasi ke puskemas atau rumah sakit terdekat.

Selain itu Pemerintah juga berupaya menekan angka penderita TBC melalui program TOSS TBC, yaitu singkatan dari: Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis.

Penyebab TBC adalah: infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Cara Penularan TBC:

  • Melalui interaksi dengan penderita yang telah terinfeksi TBC
  • Melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi bakteri tuberculosis, contohnya susu segar yang belum disterilkan terlebih dahulu, sehingga ada kemungkinan mengandung bakteri tuberculosis.

Organ Tubuh yang diserang: kelenjar limpa, paru-paru, usus serta susunan syaraf.

Imunisasi TBC

Imunisasi TBC diberikan pada bayi pada akhir usia satu bulan, sebab bayi tidak memiliki kekebalan tubuh alami terhadap serangan penyakit TBC.

Imunisasi dilakukan dengan memberikan vaksin melalui suntikan pada lapisan kulit atas paha.

Kandungan Vaksin: Bakteri TBC hewani yang telah dilemahkan efeknya.

Efek Samping:

  • Pemberian vaksin TBC tidak menimbulkan demam atau efek lainnya yang bersifat membahayakan
  • Bekas suntikan akan kelihatan beberapa minggu setelah imunisasi.

2. POLIO

iminisasi polio

Polio adalah penyakit yang berbahaya dan menular, biasanya menyerang anak yang berusia di bawah lima tahun.

Penyebab: virus polio yang bernama Enterovirus.

Organ Tubuh yang Diserang:

  • Syaraf motorik
  • Syaraf tulang belakang
  • Sistem syaraf pusat
  • Otot pernafasan
  • Beberapa otot tenggorokan

Cara Penularanya:

  • Melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi virus polio
  • Cepat menyebar di dalam lingkungan yang memiliki sanitasi yang buruk.

Imunisasi Polio

Dilakukan dengan memberikan vaksin melalui 2 cara, yaitu:

  • Melalui mulut, disebut OPV ( Oral Polio Vaccine)
  • Melalui suntikan, disebut IPV ( Inactivated Polio Vaccine)

Kandungan Vaksin:

  • Oral Polio Vaccine (OPV) mengandung virus polio hidup yang telah dilemahkan dari tipe1 dan tipe3 disebut bOPV
  • Inactivated Polio Vaccine (IPV) mengandung virus tipe1, tipe2 dan tipe3 yang telah dimatikan.

Efek Samping:

  • Demam ringan
  • Kemerahan pada bekas suntikan
  • Sakit pada bagian yang terkena suntikan.

3. DIFTERIA, PERTUSIS (BATUK REJAN), TETANUS atau DPT

Imunisasi DPT

Tiga penyakit digabung dalam satu vaksin DPT, alasannya:

  • Beberapa riset ilmiah menetapkan bahwa memberikan ketiga vaksin secara bersamaan dapat menghasilkan kekebalan tubuh yang lebih banyak bila dibandingkan dengan memeberikannya satu per satu
  • Menghemat jatah suntikan pada bayi atau anak
  • Mengurangi efek samping dari suntikan.

Penyebab:

Difteria, disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteria.

Pertusis, disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis.

Tetanus, disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani.

Organ Tubuh yang Diserang:

Difteria: Tenggorokan, otot jantung, ginjal dan sistem syaraf.

Pertusis: Sistem pernafasan hingga otak.

Tetanus: Susunan syaraf pusat serta sistem pernafasan

Cara Penularannya:

Difteria:

  • Melalui batuk dan bersin
  • Benda-benda yang telah terkontaminasi bakteri difteria
  • Kontak fisik dengan penderita penyakit difteria.

Pertusis:

  • Melalui udara ketika penderita batuk
  • Kontak fisik dengan penderita pertusis

Tetanus:

Imunisasi mencegah tetanus
  • Melalui luka yang disebabkan oleh benda yang runcing dan tajam seperti paku, kaca dan lain sebagainya.
  • Luka bakar.
  • Luka pada telinga bagian dalam.

Imunisasi DPT, dilakukan dengan memberikan vaksin melalui suntikan pada kulit atau otot.

Pemberian vaksin perlu diulang sebanyak lima kali sebelum usia 6 tahun. Bila belum pernah mendapatkan vaksin DPT maka diberikan imunisasi primer DPT sebanyak tiga kali dalam rentang waktu 4-6 minggu. Bagi yang telah lengkap maka diulang lagi dengan rincian sebagai berikut:

  • DPT-HB-HIb untuk usia di bawah 5 tahun
  • DT untuk usia antara 5 – 7 tahun
  • TD untuk usia diatas 7 tahun

Kandungan Vaksin

Difteria, mengandung bakeri difteri yang telah dilemahkan.

Pertusis:

  • Vaksin seluler mengandung bakteri pertusis yang tidak hidup
  • Vaksin aseluler mengandung virus anti bakteri pertusis

Tetanus, mengandung bakteri tetanus yang telah dilemahkan.

Efek Samping:

  • Demam tinggi
  • Kehilangan nafsu makan
  • Tidur yang berlebihan
  • Ruam merah pada kulit yang terkena suntikan

4. CAMPAK (Morbili)

Penyebab: virus campak atau Measles morbillivirus.

Organ yang Diserang: Saluran pernafasan, yang diawali dengan demam, batuk pilek kemudian muncul bintik merah di seluruh tubuh.

Cara Penularannya:

  • Melalui udara, percikan batuk atau bersin penderita campak
  • Kontak fisik dengan penderita campak

Imunisasi Campak

Vaksin diberikan pada bayi setela usia 9 bulan dan diulang pada usia 4 tahun, dengan cara memberikan suntikan vaksin.

Ada dua vaksin anti campak, yaitu:

  • Vaksin campak tunggal
  • Vaksin campak yang dikombinasikan dengan campak Jerman (Rubella), kelenjar beguk (gondongan), yang dilambangkan dengan MMR atau Meales Mumps Rubella.

Kandungan Vaksin:

Vaksin campak tunggal ,mengandung virus campak hidup yang dilemahkan.

Vaksin campak MMR, mengandung virus hidup MMR

Efek Samping:

  • Demam ringan
  • Gatal-gatal
  • Ruam merah pada kulit yang terkena suntikan

5. HEPATITIS

imunisasi hepatitis

Penyebab:

  • Virus hepatitis
  • Non virus, yaitu alkohol dan obat-obatan

Organ Tubuh yang Diserang adalah hati.

Cara Penularannya:

  • Hepatitis A menular melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi
  • Hepatitis B menular jarum suntik yang telah tercemar, hubungan seksual yang tidak sehat, Ibu hamil yang menderita Hepatitis B akan menularkannya kepada bayinya.
  • Hepatitis C menular melalui penggunaan jarum suntik bersama saat menggunakan obat-obatan terlarang serta alkoholik.

Imunisasi Hepatitis

Hepatitis A diberi 2 paket, yaitu: diberi pada anak usia diatas satu tahun, lalu diulang enam bulan setelah vaksin pertama.

Hepatitis B, diberi sebanyak tiga paket selama 6 bulan pertama, yaitu:

  • 0 bulan, dibawah 24 jam untuk mencegah penularan dari Ibu
  • 1 bulan, diberi dalam rentang waktu satu bulan setelah vaksin pertama
  • 6 bulan, diberi dalam rentang waktu setelah lima bulan dari paket kedua.

Hepatitis C, belum ada vaksinnya.

Kandungan Vaksin:

Hepatitis A: Virus hapatitis A yang diinaktifkan.

Hepatitis B: antigen permukaan virus hepatitis B yang diinaktifkan (HBsAg).

Efek Samping:

  • Demam
  • Gatal-gatal
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Mudah lelah

6. DEMAM TYPOID

imunisasi typoid

Penyebab: Bakteri Salmonella typhosa.

Organ yang Diserang: Sistem pencernaan.

Cara Penularannya:

  • Melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi bakteri Salmonella typhosa.
  • Lingkungan dengan sanitasi yang buruk

Imunisasi Typoid; dengan memberikan vaksin kepada anak yang beresiko terkena demam typoid, seperti anak yang tingga dengan keluarga yang memiliki riwayat demam typoid atau tinggal di tempat yang sanitasinya buruk.

Pemberian vaksin dilakukan dengan 2 cara, yaitu melalui mulut (Ty21a) dan suntikan(Vi kapsuler polisakarida).

Kandungan Vaksin:

  • Ty21a mengandung bakteri Salmonella yang telah dilemahkan
  • Vi kapsuler polisakarida mengandung antigen Vi dalam buffer fenol isotonik.

Efek Samping:

  • Demam
  • Nyeri perut
  • Sakit Kepala
  • Diare
  • Ruam pada bekas suntikan

Informasi : Dikutip dari Kompas.Com, bahwa WHO telah menyetujui vaksin baru untuk demam typoid yang bernama Typbar TCV yang diproduksi oleh Bharat Biotech dari Hyderabad, India yang diberikan lewat mulut.

Masih dari Kompas.com, keunggulan dari Typbar TVC diantaranya:

  • Lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat
  • Hasil ujicoba 100 lebih relawan terbukti efektif mencegah typoid dan hasil ini juga telah diterbitkan dalam jurnal Lancet.
  • Pengobatan pada mereka yang telah menderita typoidpun cukup dengan memberikan antibiotik maka akan memperoleh kesembuhan.

7. HAEMOPHILIS

Penyebab: Bakteri Haemophilus influenzae type B.

Organ yang Diserang: otak, saluran pernafasan, tulang dan jantung.

Cara Penularannya:

  • Melalui batuk atau bersin penderita haemophilis
  • Kontak fisik dengan penderita

Imunisasi Haemophilis, dilakukan dengan memberikan vaksin melalui suntikan.

Kandungan Vaksin: mengandung bakteri Haemophilus influenzae tipe B yang telah dimurnikan.

Efek Samping:

  • Demam
  • Gelisah
  • Hilang nafsu makan
  • Muntah
  • Diare
  • Alergi

Demikian informasi seputar imunisasi, semoga dengan adanya informasi ini masyarakat lebih menyadari tentang pentingnya imunisasi.

Imunisasi memang tidak seratus persen efektif dan sempurna, tetapi itu adalah bagian dari usaha manusia untuk menekan angka penyebaran beberapa penyakit yang membahayakan dan menular di dunia.

Anda bisa konsultasikan ke dokter jadwal imunisasi buah hati. Mencegah itu lebih baik daripada mengobati.

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada artikel menarik lainnya.

Sumber Referensi:

Syukri, Ibrahim.2010. Aku, Anakku dan Dokter. Jakarta: Pustaka Alkautsar.

Yohana, Yovita dan Yessica. 2011. Kehamilan dan Persalinan. Jakarta: Garda Media.

Putri, Gloria.2018. WHO Setujui Vaksin Baru untuk Tifus yang Efektif dan Murah. Diambil dari https://sains.kompas.com (29 April 2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: