Press "Enter" to skip to content

5 Mitos Seputar Kehamilan yang Tidak Relevan Lagi untuk Dipercaya

0

Kepercayaan turun temurun dari masyarakat tradisional Indonesia terkadang masih di pegang teguh hingga saat ini. Salah satunya adalah mitos seputar kehamilan yang masih berkembang serta diyakini oleh generasi masa kini.

Sebagai contohnya adalah mitos tentang bentuk perut Ibu yang menandakan jenis kelamin bayi, memakan makanan tertentu akan mempengaruhi warna kulit bayi dan masih banyak lagi contoh lain yang pada dasarnya belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

Informasi tentang Mitos Seputar Kehamilan dan Fakta Ilmiahnya

1. Minum Susu Kedelai Selama Kehamilan Membuat Kulit Bayi Menjadi Putih

Mitos Seputar Kehamilan Minum Susu Kedelai Membuat Bayi Menjadi Putih
Ilustrasi

Warna kulit seseorang sangat dipengaruhi oleh faktor genetik yang disebut dengan DNA atau Deoxirybonucleic Acid. DNA adalah materi genetik yang terdapat dalam tubuh manusia yang diwarisi seorang anak dari orangtua kandungnya masing-masing.

Gen dari Ayah dan Ibu kandung akan berkombinasi ketika bayi masih didalam kandungan. Bayi akan mewarisi gen dari Ayah dan Ibu seperti warna kulit, warna rambut, warna mata, bentuk mata, bentuk fisik hingga sifat dan karakter anak tidak akan jauh dari orang tua kandungnya.

Orang tua yaitu Ayah dan Ibu memiliki kulit yang putih, besar kemungkinan anak juga akan mewarisi kulit putih dari orangtua kandungnya terutama dari Ibu. Sedangkan orang tua yang salah satunya memiliki kulit gelap, memungkinkan untuk memiliki anak yang berkulit putih, berkulit gelap atau sawo matang.

Para ahli juga menyebutkan bahwa terdapat hampir 100.000 gen dalam 46 kromosom manusia sehingga banyaknya kombinasi yang mungkin bisa terjadi, artinya setiap pasangan berpotensi melahirkan bayi dengan rupa-rupa yang berbeda sesuai dengan gen yang terdapat pada orangtua kandung bayi.

Jadi, tidak ada hubungannya antara meminum susu kacang kedelai dengan kulit bayi. Logikanya kira-kira begini, orangtua yang terdiri dari Ayah dan Ibu yang memiliki kulit gelap hampir mustahil melahirkan anak yang berkulit putih, meskipun mereka rajin meminum susu kacang kedelai.

Pada dasarnya susu kedelai sangat baik untuk dikonsumsi oleh Ibu hamil sebab mengandung banyak nutrisi diantaranya adalah protein, karbohidrat, lemak, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, kalsium, kalium, zat besi dan serat.

Meminum susu kacang kedelai yang pasti bisa melengkapi nutrisi Ibu dan bayi selama masa kehamilan, namun bukan membuat bayi terlahir dengan berkulit putih.

Namun untuk mendapatkan kulit yang cerah dan bersih masih mungkin untuk diwujudkan, diantaranya adalah dengan cara:

  • Menjaga lingkungan bayi untuk tetap bersih.
  • Hindari terlalu sering terpapar sinar matahari.
  • Perawatan teratur juga bisa membuat kulit bayi menjadi cerah dan bersih bahkan hingga dewasa.
  • Memberi makanan yang bisa mencerahkan kulit seperti ikan, buah-buahan dari jenis beri-berian, alpukat dan bengkoang.

Berikut ini kecenderungan yang akan diwarisi bayi dari orang tua kandungnya, antara lain adalah:

  • Warna rambut gelap biasanya akan dominan diturunkan kepada anak. Contoh kasus Ibu memiliki warna rambut hitam sedangkan Ayah berwarna rambut pirang maka besar kemungkinan anak akan memiliki rambut yang cenderung gelap, tetapi tidak menutup kemungkinan juga ada keturunannya memiliki warna rambut yang pirang.
  • Begitu juga dengan warna iris mata, dimana warna iris mata yang gelap cenderung lebih dominan bila dibandingkan dengan iris mata yang berwarna lebih terang seperti biru. Contoh kasus Ibu memiliki warna iris mata hitam sedangkan Ayah berwarna biru, kemungkinan besar anak memiliki warna iris mata yang gelap.
  • Warna kulit putih dari orangtua akan diwariskan kepada anaknya. Bila salah satu dari orangtua memiliki warna kulit cenderung gelap kemungkinan akan melahirkan bayi yang berkulit putih, gelap atau sawo matang.
  • Tampilan fisik anak biasanya cenderung mewarisi dari Ayah kandungnya seperti rahang wajah dan jari-jari tangan.
  • Sedangkan tinggi anak cenderung dipengaruhi oleh gen Ayah dan Ibu kandungnya.
  • Penelitian telah menyatakan bahwa kecerdasan cenderung diturunkan dari gen Ibu, namun bukan menjadi faktor satu-satunya. Faktor lingkungan seperti stimulasi, pergaulan, makanan bergizi dan kualitas pendidikan juga ikut mempengaruhi kecerdasan seorang anak hingga dewasa.
  • Sifat seorang anak lebih dipengaruhi oleh kebiasaan yang dilihat anak dalam kehidupan sehari-hari, contoh seorang Ayah yang pemarah akan cenderung dicontoh oleh anaknya seperti jarang senyum bahkan menjadi pemarah juga.

2. Apabila Leher Ibu Menghitam Selama Kahamilan Artinya Bayi Berjenis Kelamin Laki-laki

Mitos Seputar Kehamilan Kulit Ibu Menghitam Artinya Bayi Laki-laki
Ilustrasi

Selama kehamilan banyak terjadi perubahan pada seorang calon Ibu, seperti pertambahan berat badan, perubahan pada kulit serta masih banyak lagi. Perubahan yang terjadi pada calon Ibu dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor hormon.

Namun perubahan ini biasanya hanya bersifat sementara, ketika sudah melewati masa persalinan Ibu akan mendapatkan kondisi kulit seperti sediakala.

Hormon yang berhubungan dengan perubahan Ibu selama kehamilan adalah hormon estrogen dan progesteron. Pada bagian tertentu seperti leher, hidung, rahang, lengan dan pipi bisa menjadi lebih gelap selama kehamilan, dalam istilah medis disebut dengan melasma.

Langkah-langkah yang bisa Ibu lakukan untuk mengurangi kondisi melasma antara lain adalah:

  • Menggunakan pakaian yang menutup kulit ataupun pelindung agar terhindar dari sengatan matahari langsung
  • Bila perlu Ibu menggunakan tabir surya apabila melakukan aktifitas di luar rumah
  • Membatasi aktifitas yang mengharuskan untuk keluar rumah

Jadi, tidak ada hubungannya dengan perubahan warna kulit Ibu dengan jenis kelamin bayi dalam kandungan. Perilaku sehat Ibu sangat berpengaruh pada kesehatan Ibu dan bayi baik selama kehamilan maupun hingga persalinan

3. Meminum Air Es Membuat Bayi Menjadi Besar

Mitos Seputar Kehamilan Minum Es Membuat Bayi Menjadi Besar
Ilustrasi

Seperti yang kita ketahui es merupakan air yang dibekukan karena disimpan pada suhu dibawah 0 derajat celsius. Kandungan air putih biasa yang kita minum sehari-hari hanya berupa mineral dalam jumlah yang tidak banyak.

Air putih tidak mengandung karbohidrat, protein, lemak apalagi gula sehingga mitos seputar kehamilan tentang air es yang bisa menyebabkan bayi besar itu bertolak belakang dengan fakta ilmiah terhadap kandungan air sendiri.

Kondisi yang memungkinkan membuat bayi Ibu menjadi besar adalah ketika Ibu selalu meminum air es yang disertai dengan gula atau pemanis, seperti dalam bentuk teh es manis, minuman es sirup, es campur, es doger dan minuman segar lainnya yang sudah banyak mengandung gula.

Berikut ini beberapa faktor yang membuat bayi Ibu tumbuh besar didalam kandungan, diantaranya adalah:

  • Ibu menderita diabetes gestasional paling berisiko memiliki bayi besar
  • Kelebihan berat badan baik sebelum hamil maupun selama kehamilan
  • Pernah melahirkan bayi yang berukuran besar sebelumnya
  • Memiliki riwayat keluarga yang melahirkan bayi berukuran besar atau faktor genetik
  • Usia Ibu ketika mengandung diatas 35 tahun

Jadi bukan air es yang membuat bayi Ibu menjadi besar namun ada faktor lain yang mungkin selama ini tidak Ibu sadari, seperti faktor-faktor yang telah disebutkan di atas. Selalu konsultasikan ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan Ibu dan janin selama kehamilan.

4. Bentuk Perut Bulat Tandanya Bayi Perempuan

Mitos Seputar Kehamilan Bentuk Perut Ibu Bulat Tandanya Bayi Perempauan
Ilustrasi

Mitos seputar kehamilan yang juga sering kita dengar adalah bila perut Ibu hamil berbentuk bulat tandanya mengandung anak perempuan.

Padahal bentuk perut Ibu yang berbeda-beda itu bisa dijelaskan secara medis yaitu tergantung dari posisi bayi yang ada dalam kandungan. Contoh kasus adalah bayi yang posisinya melintang didalam rahim akan mempengaruhi bentuk perut Ibu sehingga terlihat melebar.

Faktor lain yang mempengaruhi bentuk perut Ibu selama hamil adalah elastisitas otot dan volume air ketuban yang terdapat didalam perut Ibu. Contoh kasus pada kehamilan pertama biasanya perut Ibu akan cenderung berbentuk bulat sebab otot-otot disekitar perut masih kencang.

Kecanggihan teknologi sejauh ini bisa memberikan informasi yang hampir tepat tentang jenis kelamin bayi Ibu yaitu dengan menggunakan USG atau ultrasonografi, tanpa perlu bermain tebak-tebakan dari bentuk perut Ibu.

Meskipun faktanya banyak juga kasus Ibu yang melahirkan bayi ketika hasil USG tidak sesuai dengan fakta setelah melahirkan. Hal ini juga membuktikan bahwa kecanggihan teknologi manusia tetap tidak akan bisa melewati kehendak Tuhan.

Jadi, tidak ada hubungannya antara bentuk perut Ibu dengan jenis kelamin bayi yang ada didalam kandungan. Kalaupun tebakan orang-orang disekitar Ibu benar tentang hal tersebut anggap saja mereka sedang beruntung.

5. Memakan Buah Nanas Bisa Akibatkan Keguguran

Mitos Seputar Kehamilan Buah Nanas Menyebabkan Keguguran
Ilustrasi

Buah nanas mengandung enzim bromealin yang mampu menghidrolisis atau memecah protein dan paling tinggi terdapat pada bagian batang nanas.

Enzim bromealin pada dosis tertentu bisa menyebabkan pendarahan dan merangsang leher rahim hingga melonggar dan melunak akibatnya bisa memicu kelahiran dini, terutama ketika usia kandungan masih rentan yaitu trisemester pertama.

Namun efek tersebut tidak akan terjadi apabila calon Ibu hanya mengonsumsi nanas secukupnya saja tidak berlebihan atau sesuai dengan kebutuhan gizi Ibu hamil. Apabila Ibu mengonsumsi nanas utuh sekaligus dalam jumlah yang banyak, bisa meningkatkan risiko terjadinya keguguran.

Pada dasarnya nenas mengandung banyak nutrisi yang justru baik untuk kesehatan Ibu dan janinnya.

Berikut ini informasi gizi yang terkandung didalam nanas segar per 100 gram dengan Berat Dapat Dimakan (BDD) 53% menurut Kemenkes RI dalam Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) adalah:

Komposisi GiziJumlah
Air88,9 g
Energi40 kal
Karbohidrat9,9 g
Protein0,6 g
Lemak0,3 g
Serat0,6 g
Abu0,3 g
Beta karoten17 mcg
Karoten total ( Re)90 mcg
Vitamin B1 (Thiamin)0,02 mg
Vitamin B2 (Riboflavin)0,04 mg
Niasin0,2 mg
Vitamin C22 mg
Besi0,9 mg
Kalsium22 mg
Fosfor14 mg
Natrium18 mg
Kalium111,0 mg
Tembaga0,03 mg
Seng0,1 mg

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko keguguran antara lain adalah:

  • Perkembangan janin yang tidak normal seperti kelainan genetik
  • Memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes
  • Menderita penyakit autoimun meningkatkan risiko keguguran
  • Penyakit infeksi seperti toxoplasmosis, HIV, rubella dan sifilis
  • Gangguan hormon
  • Kelainan rahim
  • Konsumsi obat-obatan tertentu seperti retinoid
  • Usia Ibu di atas 35 tahun ketika mengandung
  • Pernah mengalami keguguran sebelumnya
  • Merokok
  • Minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang

Jadi, banyak faktor risiko yang bisa menyebabkan keguguran pada Ibu. Nanas bisa memicu keguguran apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak sekaligus. Namun bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar justru berdampak baik bagi Ibu dan bayi.

Rangkuman Mitos Seputar Kehamilan yang Tidak Perlu Dipercaya

Minum susu kedelai tidak ada hubungannya dengan kulit bayi bisa menjadi putih, namun susu kedelai bisa melengkapi nutrisi selama kehamilan.
Kulit Ibu menjadi hitam di beberapa bagian merupakan pengaruh hormon bukan pertanda mengandung bayi laki-laki.
Meminum es tidak serta merta menjadikan bayi menjadi besar namun banyak faktor yang bisa menyebabkan bayi menjadi besar, salah satunya adalah Ibu menderita penyakit diabetes gestasional.
Bentuk perut Ibu tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi yang dikandung. Faktor yang menyebabkan bentuk perut Ibu hamil bisa berbeda-beda salah satunya adalah posisi bayi didalam kandungan.
Memakan buah nanas dalam jumlah yang wajar bisa memberi efek yang baik bagi Ibu dan janin. Risiko keguguran memiliki banyak faktor, salah satunya adalah akibat infeksi penyakit.

Demikian informasi mitos seputar kehamilan yang perlu Anda ketahui. Semoga dengan adanya informasi ini bisa bermanfaat bagi Ibu atau calon Ibu.

Terimakasih telah mampir ke websiteEmak, jaga kesehatan Anda dan keluarga. Sampai jumpa pada artikel menarik lainnya.

Baca Juga: Semua Wanita Pasti Mengalami Ini! 5 Perubahan Fisik Ibu Setelah Melahirkan

Sumber Referensi:

Winaris, Imam. 2011. Tetap Sehat dan Bugar Usai Melahirkan. Jogjakarta: Laksana.

https://www.Ibudanbalita.com

https://www.parenting.orami.co.id

https://www.halodoc.com

https://www.panganku.org

https://www.alodokter.com

https://www.klikdokter.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: