Press "Enter" to skip to content

Bukan Rempah Biasa! 10 Informasi Penting dan Manfaat Buah Pala yang Perlu Anda Ketahui

0

Buah pala atau tanaman pala tidak asing bagi masyarakat Indonesia sebab secara tradisional telah digunakan sebagai bumbu masak, bahan makanan dan minuman serta pengobatan tradisional.

Propinsi yang menghasilkan pala terbesar di Indonesia adalah kepulauan Banda, Maluku, pulau Siau di wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Papua Barat.

Tanaman pala merupakan tanaman asli Indonesia yang memiliki nilai ekonomis dan potensi manfaat pada hampir semua bagian tanamannya. Bagian tanaman pala yang memiliki nilai ekonomis diantaranya adalah bagian biji pala, fuli atau mace yaitu selaput biji pala yang menyerupai jala dan minyak pala.

Indonesia tercatat sebagai pengekspor biji dan fuli pala terbesar di dunia selain Grenada dengan memenuhi 60-75% kebutuhan pala dunia.

Mengenal Buah Pala

Pala memiliki nama ilmiah Myristica fragrans Houtt yang berbentuk bulat. Kulit biji berwarna coklat mengkilap dan fuli memiliki warna merah terkadang berwarna putih kekuningan menyerupai jala.

manfaat buah pala
Ilustrasi

Bagian tanaman pala yang dipanen adalah biji, salut biji dan daging buah pala. Sedangkan komposisi buah pala yang memiliki nilai ekonomi terdiri dari:

  • Daging buah
  • Biji atau nuts
  • Fuli atau mace
  • Minyak pala atau nutmeg oil
  • Lemak pala atau oleoresin
  • Minyak atsiri atau volatile

Bagian buah pala yang bernilai ekonomi tinggi adalah biji pala dan fuli yang dijadikan sebagai minyak pala. Minyak pala dari fuli mengandung kadar myristicin lebih tinggi dibandingkan minyak pala berasal dari biji.

1. Kandungan Kimia Buah Pala

Buah pala mengandung beberapa senyawa penting yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti memenuhi kebutuhan rempah masyarakat, pengolahan makanan dan minuman, industri kosmetik, farmasi hingga pertanian dalam hal ini digunakan sebagai insektisida.

Berikut ini kandungan senyawa kimia penting yang terkandung didalam tanaman pala atau buah pala, diantaranya adalah:

  • Kandungan bioaktif yang terdapat didalam minyak ekstrak biji pala adalah camphene, eugenol, isoelemicin, isoeuglemol, methoxyeugenol dan elimicin.
  • Kandungan dalam biji pala terdapat sabinene, camphene, d-linalool, geraniol dan eugenol.
  • Komponen kimia yang terkandung dalam minyak pala adalah trimyristicin, minyak esensial, asam oleat, asam linolenat dan material resin.

2. Kandungan Gizi Pala

Berikut ini kandungan gizi pala segar dihitung per 100 gr dengan Berat Dapat Dimakan (BDD) 30 % menurut data KemenkesRI dalam Data Komposisi Pangan Indonesia adalah:

Komposisi GiziJumlah
Air88,1 g
Energi42 Kal
Karbohidrat10,9 g
Serat0,5 g
Protein0,3 g
Lemak0,2 g
Abu0,5 g
Besi1,5 mg
Kalsium32 mg
Fosfor24 mg
Karoten total (RE)29 mcg
Vitamin C22 mg

Sedangkan komposisi gizi rempah pala tumbuk per 100 g menurut data USDA (U.S. Department of Agriculture) adalah sebagai berikut:

Komposisi GiziJumlah
Energi525 kkal
Air6,23 g
Karbohidrat ( total )49,29 g
Gula (total)2,99 g
Serat (total)20,8 g
Lemak (fat)36,31 g
Lemak jenuh25,940 g
Lemak tak jenuh ganda0,350 g
Lemak tak jenuh tunggal3,220 g
Protein5,84 g
Abu2,34 g
Beta-karoten28 mcg
Beta-kriptosantin66 mcg
Kolin9 mg
Vitamin A ( IU)102 IU
Vitamin A (RAE)5 mcg
Tiamin ( Vitamin B1)0,346 mg
Riboflavin ( Vitamin B2)0,057 mg
Niasin1,299 mg
Pirikdosin0,160 mg
Folat (total)76 mcg
Vitamin C3,0 mg
Besi3,04 mg
Fosfor213 mg
Kalium350 mg
Kalsium184 mg
Magnesium183 mg
Mangan2,900 mg
Selenium1,6 mcg
Seng2,15 mg
Tembaga1,027 mg
Natrium16 mg

3. Manfaat Pala Secara Umum

Berdasarkan kandungan kimia dan komposisi gizi yang terdapat didalam buah pala maka bisa dimanfaatkan sebagai berikut:

  • Sebagai rempah dan bumbu masak yang selalu digunakan secara tradisional oleh masyarakat Indonesia khususnya.
  • Digunakan sebagai obat alternatif dalam pengobatan tradisional baik dengan cara diminum ataupun dioles.
  • Digunakan dalam industri makanan dan minuman seperti pembuatan anggur, sirup, dodol dan jely.
  • Minyak pala biasa digunakan sebagai obat oles tradisional untuk mengatasi nyeri otot, sendi dan nyeri gusi.
  • Digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi sakit perut, insomnia dan antiradang.
  • Senyawa trimyristicin digunakan dalam pembuatan sabun, detergent hingga parfum.
  • Minyak pala digunakan untuk antiserangga, antijamur dan antibakteri.
  • Minyak atsiri pala mengandung antioksidan yang kuat untuk menangkal akibat buruk radikal bebas.
  • Minyak pala dalam dosis yang tepat bisa digunakan sebagai penyedap pada produk makanan.
  • Digunakan sebagai aromaterapi karena mampu memberikan efek yang menenangkan dan menurunkan tingkat stres seseorang.

Baca Juga: Galau dengan Bahan Kimia? Kenali 17 Tanaman yang Memiliki Sifat Sebagai Obat

4. Bagian-bagian Buah Pala yang Memiliki Nilai Ekonomis

Bagian dari buah pala yang memiliki nilai ekonomis dan bisa dikembangkan dalam skala industri mulai dari rumah tangga hingga besar adalah:

4.1. Daging Buah Pala

Olahan manisan buah pala
Ilustrasi

Daging buah pala bisa diolah menjadi berbagai produk, diantaranya adalah:

  • Manisan buah pala
  • Jelly buah pala
  • Sirup buah pala
  • Jam buah pala
  • Anggur pala
  • Asam cuka
  • Permen pala
  • Dodol pala

4.2. Biji Pala

Biji pala bisa diolah menjadi berbagai macam produk, diantaranya adalah:

  • Fuli yang bisa menghasilkan produk berupa minyak fuli, oleoresin, bungkil dan mentega fuli.
  • Tempurung biji pala juga dimanfaatkan dalam industri kimia.
  • Daging biji pala juga menghasilkan produk berupa minyak pala, bungkil, oleoresin dan mentega fuli yang digunakan dalam industri makan dan kosmetik.

5. Rempah Buah Pala

Rempah biji pala
Ilustrasi

Pala memiliki bermacam-macam rasa mulai dari pedas manis hingga rasa yang sangat pedas tergantung dari jenis varietas dan kondisi geografis tempat tumbuh.

Biji pala yang dijadikan rempah adalah biji yang sudah tua yang telah dikeringkan dengan cara diangin-anginkan, dijemur, pengasapan dan kombinasi pengasapan disertai dengan penjemuran.

Berikut ini manfaat rempah-rempah buah pala diantaranya adalah:

  • Mengurangi perut kembung
  • Bisa menaikkan nafsu makan anak dalam dosis tertentu
  • Mengurangi perih akibat naik asam lambung
  • Menyehatkan kulit
  • Melancarkan peredaran darah
  • Menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh

6. Minyak Pala

Minyak pala
Ilustrasi

Komposisi minyak pala terdiri dari 2 jenis yaitu:

  • Minyak atsiri atau minyak esensial
  • Lemak atau fixed oil disebut juga nutmeg butter

Mutu minyak pala dipengaruhi oleh 2 faktor berikut, yaitu:

  • Pra panen yang meliputi jenis varietas tanaman, cara budidaya, waktu dan cara panennya.
  • Pascapanen yang meliputi penanganan bahan, cara penyulingan, cara pengemasan dan transportasi.

Minyak atsiri pala lebih banyak dimanfaatkan untuk memberi rasa pada industri makanan dan minuman, serta dalam industri farmasi.

Minyak atsiri pala bisa diperoleh melalui penyulingan biji pala yang menghasilkan minyak pala dan penyulingan fuli yang mengahasilkan minyak fuli.

Sedangkan minyak lemak atau fixed oil cairan semi padat yang yang memiliki bau dan rasa seperti pala yang diperoleh dengan cara pengepresan dan pemanasan atau dengan cara ekstraksi.

Komponen minyak pala antara lain adalah trimyristin, minyak atsiri, asam oleat, asam linolenat dan resin.

7. Oleoresin Pala

Oleoresin adalah hasil olahan rempah-rempah berupa cairan kental yang diperoleh melalui proses ekstraksi rempah-rempah tersebut dengan menggunakan pelarut organik atau hasil ampas sisa penyulingan minyak pala.

Jenis pelarut yang digunakan sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas oleoresin yang dihasilkan. Oleoresin diperoleh dengan mengekstraksi biji atau fuli pala. Oleoresin memiliki ciri khas aroma yang sama dengan aroma rempah aslinya.

Oleoresin pala sering digunakan untuk menambah rasa pada minuman ringan, makanan kaleng dan kosmetik.

Menurut penelitian ditemukan oleoresin pala memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antioksidan, antidiabetik, hipolipidemik dan analgesik.

Oleoresin memiliki keunggulan sebagai produk industri diantaranya adalah lebih higienis, lebih steril, bebas bakteri, bebas jamur, bebas enzim, mengandung antioksidan yang alami dan dapat distandarisasi aroma dan rasanya. Selain itu oleoresin memiliki daya simpan dalam waktu yang lama dan dalam kondisi yang baik.

8. Pala Sebagai Produk Olahan

Produk olahan buah pala
Ilutrasi

8.1. Manisan Kering Pala

Manisan kering pala diolah dengan menggunakan daging buah pala dan memiliki daya simpan lebih lama bila dibandingkan dengan manisan basah. Pembuatan manisan ini salah satu cara “mendekatkan” manfaat buah pala kepada masyarakat dalam bentuk produk olahan tradisional yang bisa diterima semua lapisan.

Dalam pengolahan manisan kering buah pala tidak sulit dan bisa dikembangkan dalam usaha skala rumah tangga. Seperti yang telah dijelaskan pada paragraf di atas bahwa pala memiliki kandungan gizi dan juga senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan.

Cara membuat manisan pala kering melalui tiga kali perendaman, yaitu perendaman dengan larutan garam, perendaman dengan larutan kapur dan perendaman dengan larutan gula. Selanjutnya proses pengeringan dilakukan dengan cara penjemuran secara tradisional.

8.2. Sirup Pala

Sirup pala dihasilkan dari sari buah daging buah pala, namun produk olahan sirup ini masih sulit menjangkau konsumen sebab kandungan tannin yang terdapat dalam buah pala menjadikan sirup terasa getir. Biasanya untuk mengurangi rasa getir tersebut pala direndam dengan larutan garam atau larutan kapur dengan konsentrasi tertentu.

Membuat sirup pala sederhana bisa Anda lakukan sendiri di rumah yaitu dengan cara menghaluskan daging buah pala dan direbus dengan menambahkan gula, kemudian setelah mendidih, angkat dan disaring. Minuman sirup pala bisa Anda sajikan dengan menambahkan es batu dan potongan buah pala.

8.3. Asam Cuka

Asam cuka diproses dengan menggunakan teknik fermentasi dari daging buah pala yang memiliki kandungan karbohidrat. Pembuatan asam cuka buah pala dilakukan dalam 3 tahap, yaitu:

  • Tahap pertama fermentasi alkohol
  • Tahap kedua fermentasi asam asetat
  • Selanjutnya dilakukan proses filtrasi dan pasteurisasi

9. Rangkuman Buah Pala

RangkumanPenjelasan
Nama ilmiah palaMyristica fragrans Houtt
Komposisi buah pala yang bisa dimanfaatkanDaging buah, biji, fuli, minyak, lemak dan minyak atsiri.
Kandungan kimia palaTerdapat senyawa bioaktif seperti eugenol, camphene dan elimicin.
Kandungan gizi palaKarbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.
Bagian pala yang paling memiliki nilai ekonomis tinggiBiji pala dan fuli yang diproses menjadi minyak pala.
Manfaat buah pala secara umumSebagai bahan dasar rempah, digunakan dalam industri pengolahan makanan dan minuman, industri farmasi, kosmetik, industri kimia dan pertanian.
Bagian-bagian pala yang memiliki nilai ekonomisDaging buah pala dan biji pala.
Pemanfaatan daging buah pala sebagai produk olahanManisan pala, sirup pala, cuka pala, anggur pala dan permen pala.
Pemanfaatan biji buah palaFuli menghasilkan minyak fuli dan oleoresin, tempurung untuk industri kimia, biji menghasilkan minyak pala dan oleoresin.
Manfaat rempah pala untuk kesehatanMengurangi perut kembung, mencegah insomnia, menaikkan nafsu makan, menyehatkan kulit serta menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.
Manfaat minyak palaDigunakan dalam industri makanan dan minuman, industri kometik dan industri farmasi.
Manfaat oleoresin palaSebagai bahan perisa dalam pengolahan makanan dan minuman serta kosmetik.
Contoh olahan pala yang bisa dikembangkan dalam usaha rumah tanggaManisan kering pala, sirup pala, dodol pala dan jam pala.

Demikian informasi penting tentang buah pala tanaman asli Indonesia yang perlu Anda ketahui, semoga bermanfaat. Jaga kesehatan Anda dan keluarga, sampai jumpa pada artikel menarik lainnya.

Sumber Referensi:

Pratiwi, Yuni Susanti dkk. 2019. Manfaat Buah Pala Sebagai Antisarcopenia. Yogyakarta: Deepublish

https://www. pascapanen.litbang.pertanian.go.id

https://www.m.andrafarm.com

https://www.panganku.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: