Press "Enter" to skip to content

5 Manfaat “Manis” Gula Aren untuk Kesehatan yang Perlu Anda Ketahui

0

Gula aren atau disebut juga dengan gula enau merupakan produk olahan dari tanaman aren atau enau yaitu Arenga pinnata.

Proses pembuatan gula aren di Indonesia masih menggunakan cara tradisional, yaitu dengan menyadap cairan nira dari tandan bunga jantan yang kemudian diolah dengan cara dimasak hingga mengental untuk selanjutnya ditambahkan bahan pengeras seperti campuran getah nangka agar mudah dibentuk atau dicetak.

Gula aren biasanya berwarna coklat tua dengan rasa manis dan legit, sangat berbeda dengan gula pasir baik dari segi bentuk, tekstur dan rasanya.

Hasil olahan nira aren tidak hanya berupa gula namun juga bisa diolah menjadi produk lain seperti cuka aren.

Buah dari tanaman aren juga bisa diolah menjadi bahan pangan yaang disebut dengan buah atep atau kolang-kaling. Biasanya kolang-kaling digunakan dalam resep minuman segar atau diolah menjadi manisan.

Berikut ini Informasi Tentang Gula Aren yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Penggunaan gula aren memang tidak “sekencang” gula pasir baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan industri. Hal ini mungkin disebabkan karena keterbatasan dari jumlah tanaman aren yang ada serta proses yang masih sangat tradisional menjadi kendala untuk melakukan produksi besar-besaran.

Namun perlu diketahui meskipun tidak semanis senyum Kamu, gula aren menyimpan ragam manfaat manis untuk kesehatan apabila dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan gizi masing-masing.

1. Gula Aren Mengandung Vitamin dan Mineral

Gula aren mengandung vitamin dan mineral
Ilustrasi

Kandungan vitamin dan mineral yang terdapat didalam gula aren diantaranya adalah vitamin B, zat besi dan kalsium.

Berikut ini perbandingan data kandungan gizi gula aren dan gula putih per 100 gram dengan Berat Dapat Dimakan (BDD) 100% menurut data Tabel Komposisi Pangan Indonesia TKPI tahun 2019:

Komposisi GiziGula ArenGula Putih
Abu1,0 g0,6 g
Air7,0 g5,4 g
Besi3,0 mg0,1 mg
Energi368 Kal394 Kal
Fosfor35 mg1 mg
Kalium390,4 mg4,8 mg
Kalsium75 mg5 mg
Karbohidrat92,0 g94,0 g
Natrium,sodium15 mg1 mg
Niasin0,5 mg
Riboflavin ( Vitamin B2)0,01 mg
Seng26,4 mg
Tembaga0,04 mg
Sumber:https/www.m.andrafarm.com

Berdasarkan kandungan gizi yang terdapat didalam gula aren, manfaat yang bisa diperoleh bila mengonsumsi gula aren sesuai dengan kebutuhan gizi harian masing-masing individu antara lain:

  • Kandungan zat besi merupakan sumber mineral untuk menurunkan risiko anemia terutama pada wanita hamil atau yang sedang haid.
  • Zat besi juga diperlukan oleh bayi dan anak pada masa pertumbuhan selama masa perkembangan dan pertumbuhannya.
  • Manfaat kalium dan seng yang terkandung didalam gula aren antara lain adalah untuk menstabilkan gula darah, menurunkan risiko darah tinggi, menurunkan risiko penyakit jantung.
  • Manfaat lain dari seng adalah untuk menjaga kesehatan kulit seperti mengurangi jerawat.
  • Kandungan zat besi dan seng berfungsi untuk menjaga kesehatan fungsi otak.
  • Membantu meningkatkan konsentrasi dan memperbaiki mood.
  • Kandungan kalsium dan zat besi bisa menurunkan risiko osteoporosis dan osteoarthritis.
  • Kalium yang terkandung didalam gula aren dapat meringankan nyeri haid.
  • Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi sebab mengandung kalium yang cukup tinggi.
  • Merupakan salah satu sumber energi untuk aktivitas sehari-hari.
  • Kandungan riboflavin atau vitamin B2 berfungsi dalam mengurai karbohidrat, protein dan lemak menjadi energi.
  • Vitamin B2 juga berfungsi dalam perkembangan jaringan tubuh.
  • Menjaga kesehatan tulang, sistem saraf dan jaringan otot.
  • Menjaga kesehatan kuku dan rambut.

Baca Juga:Bukan Rempah Biasa! 10 Informasi Penting dan Manfaat Buah Pala yang Perlu Anda Ketahui

2. Indeks Glikemik Gula Aren Lebih Rendah Dari Gula Putih

Indeks glikemik gula aren rendah
Ilustrasi

Indeks glikemik adalah skala atau nilai yang digunakan untuk menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari kandungan karbohidrat yang terkandung didalam bahan pangan setelah dimakan.

Nilai indeks glikemik gula aren berdasarkan sumber ilmiah ada beberapa data yaitu 35, 43 dan 54 , sedangkan nilai indeks glikemik gula pasir adalah 68.

Berdasarkan nilai indeks glikemik tersebut, maka gula aren termasuk dalam kategori indeks glikemik rendah dan nilainya berada dibawah gula pasir.

Manfaat mengonsumsi bahan pangan yang memiliki indeks glikemik rendah antara lain adalah:

  • Menurunkan kadar kolesterol
  • Membantu menurunkan risiko obesitas
  • Membantu menurunkan risiko penyakit jantung
  • Membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2

Indeks glikemik terbagi atas 3 tingkatan, yaitu:

  • Rendah, apabila menunjukkan angka kurang dari 55
  • Sedang, apabila menunjukkan angka antara 55- 70
  • Tinggi, apabila menunjukkan angka diatas 70

Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai indeks glikemik pangan antara lain sebagai berikut:

  • Kandungan serat dalam bahan pangan
  • Kandungan amilosa dan amilopektin
  • Kandungan lemak dan protein
  • Proses pengolahan pangan, seperti pemasakan dengan cara perebusan, pengukusan, penggorengan dan lain sebagainya.

Hubungan antara indeks glikemik dengan gula darah adalah semakin rendah indeks glikemik suatu bahan pangan maka semakin rendah pula potensi menaikkan gula darah dalam tubuh.

Secara teori dengan rendahnya angka indeks glikemik yang terdapat dalam gula aren maka relatif aman bila dikonsumsi oleh penderita diabates apabila dibandingkan dengan konsumsi gula putih.

Namun tindakan yang paling bijak adalah untuk tetap melakukan konsultasi dengan dokter keluarga Anda apabila sebagai penderita diabetes ingin mengonsumsi gula jenis apapun.

Berikut ini beberapa daftar makanan yang memiliki indeks glikemik rendah, sedang dan tinggi.

RendahSedangTinggi
Roti: Roti gandum utuhBeras giling, beras giling membrano, beras batang piaman parboiled.Nasi putih, suku rebus, sukun kukus, sukun goreng, kukis sukun.
Buah: Jambu biji, jeruk, anggur, mangga,stroberi, kiwi, pir dan apelBuah: Pisang, semangka, melonRoti putih
Pasta dan mie sobaBeras pratanakOat instan, corn flakes
Beras merahJagung manis, jagung manis bakar, Pasta jagung, mie instan
Kacang merah, kacang kedelai, kacang mede dan kacang tanah.Gandum utuh, gandum hitam dan gandum giling.Donat, cupcakes, biskuit dan wafel
Sayuran: wortel, brokoli, seledri dan tomatRoti kembung, roti pitaBeras IR36 parboiled, padi varietas Ciasem,
Susu, keju, yogurt, sari kedelai dan sari almond.Kentang, kentang rebus dan madu.Kue beras, keripik jagung

3. Sebagai Penyedap Alami

Gula aren penyedap alami
Ilustrasi

Kandungan mineral alami yang terdapat didalam gula aren, seperti natrium bermanfaat untuk memberi rasa dan meningkatkan rasa pada makanan dan minuman.

Bukan hanya memberi rasa manis namun juga memberikan rasa gurih dan legit dalam sebuah masakan yang menggunakan gula aren sebagai salah satu penyedapnya. Hal ini menjadi salah satu rahasia masakan tradisional agar menjadi lebih enak dan nikmat.

Larutan gula aren juga biasa digunakan untuk penawar rasa pahit pada jamu-jamu tradisional seperti yang terdapat pada jamu gendong atau jamu bakulan. Ketika Anda disuguhkan jamu beras kencur atau jamu kunyit asam maka dengan meminum larutan gula aren akan menghilangkan sensasi getir dari jamu tersebut.

Gula aren bahkan menjadi pemanis yang digunakan dalam usaha minuman kekinian seperti kopi gula aren, minuman boba dan sebagainya.

4. Sebagai Antioksidan

Antioksidan merupakan zat atau molekul yang mampu menghambat proses oksidasi yang menghasilkan radikal bebas. Radikal bebas mampu merusak sel-sel yang sehat sehingga tubuh akan mudah terkena penyakit hingga penuaan dini.

Sumber-sumber radikal bebas yaitu:

  • Polutan udara
  • Radiasi
  • Senyawa kimia yang bersifat karsinogenik
  • Asap rokok
  • Bakteri
  • Virus
  • Residu pestisida
  • Oksidasi makanan
  • Olahraga berlebihan

Sumber antioksidan yang bisa dimanfaatkan manusia tebagi menajadi 3, yaitu:

  • Antioksidan alami, biasanya berasal dari tumbuh-tumbuhan baik dari bagian akar, batang, kulit, daun, bunga, buah dan biji. Contohnya senyawa fenolik, asam folat, karotenoid, antosianin, vitamin A, C dan E.
  • Antioksidan sintetis, biasanya ditambahkan dalam bahan pangan. Contohnya Butil Hidroksi Anisol (BHA), Butil Hidroksi Toluen (BHT), Propil Galat dan Tert-Butil Hidroksi Quinon (TBHQ).
  • Antiosidan yang diproduksi secara alami oleh tubuh manusia yang dikenal dengan enzim antioksidan seperti enzim Superoksida Dismutase (SOD), Glutation peroksidase (GPx), Kalase (CAT).

5. Menjaga dan Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Gula aren menjaga kekebalan tubuh
Ilustrasi

Kandungan vitamin dan mineral yang terdapat didalam gula aren mampu memberikan nutrisi dalam tubuh dalam mengkal berbagai jenis penyakit terutama akibat radikal bebas.

Seng atau zincum merupakan mineral yang sangat berperan dalam menjaga daya tahan tubuh, mengurangi risiko infeksi. Kekurangan zat seng akan membuat tubuh mudah terserang infeksi.

Kandungan niasin memungkinkan untuk menurunkan risiko penyakit pellagra yaitu kondisi dimana terjadi defisiensi niasin yang parah.

Meskipun kandungan riboflavin tidak begitu besar namun bila diberikan untuk anak-anak relatif mampu mencukupi kebutuhan terhadap riboflavin apabila dikonsumsi dengan jumlah yang tepat.

Riboflavin mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti mata gatal, sensitif terhadap cahaya dan luka pada area mulut.

Rangkuman

Berikut ini rangkuman tentang manfaat gula aren yang perlu Anda katahui:

  • Mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh seperti zat besi, kalsium, kalium, vitamin B2 dan niasin.
  • Berbagai manfaat untuk kesehatan karena kandungan vitamin dan mineral diantaranya adalah menurunkan risiko anemia pada wanita hamil, menjaga kesehatan kulit, kuku dan rambut, mencukupi nutrisi bagi bayi dan anak pada masa pertumbuhan dan perkembangan, menjaga tubuh untuk tetap terhidrasi dan merupakan sumber energi.
  • Membantu merelaksasi otot-otot yang terdapat pada dinding rahim sehingga bisa mengurangi rasa nyeri ketika datang bulan.
  • Membantu menurunkan risiko terserang penyakit katarak.
  • Indeks glikemik lebih rendah bila dibandingkan dengan gula pasir.
  • Manfaat mengonsumsi pangan yang memiliki nilai indeks glikemik yang rendah antara lain adalah menurunkan risiko obesitas, menurunkan risiko penyakit jantung dan menurunkan risiko penyakit diabetes.
  • Hubungan antara indeks glikemik dengan gula darah adalah semakin rendah nilai indeks glikemik suatu pangan semakin rendah pula risiko terjadinya lonjakan gula darah dalam tubuh.
  • Contoh bahan pangan yang memiliki indeks glikemik yang rendah antara lain adalah: beras merah, wortel, brokoli, jambu biji, jeruk, stroberi, mangga, pir dan apel.
  • Bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan citarasa makanan.
  • Merupakan pendamping yang serasi untuk jamu seperti jamu beras kencur atau kunyit asam.
  • Sebagai antioksidan alami dalam mengkal radikal bebas, seperti terdapatnya kandungan vitamin, seng, besi dan lain sebagainya.
  • Sumber-sumber radikal bebas contohnya adalah asap rokok, asap kenderaan bermotor, residu pestisida, senyawa kimia yang bersifat karsinogenik, mikroba patogen, efek pengobatan serta olahraga yang berlebihan.
  • Menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit sebab kaya akan vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.
  • Salah satu zat penting yang berhubungan dengan aktivitas antioksidan adalah zincum atau seng.

Demikian informasi yang bisa kami sajikan untuk Anda semoga bisa menambah wawasan dan bermanfaat bagi. Tetap jaga kesehatan Anda dan keluarga. Terimakasih dan sampai jumpa pada artikel menarik lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: