Press "Enter" to skip to content

Sama-sama Unggul? Ini 2 Makanan Pertama Bayi dan Terbaik yang Pernah Ada

0

Mungkin Ibu masih ragu untuk memberikan ASI pada bayi dengan berbagai alasan. Apapun alasannya kecuali kondisi medis sesungguhnya ASI atau Air Susu Ibu adalah makanan pertama bayi dan yang terbaik dibandingkan dengan susu formula.

ASI memiliki kandungan gizi yang lebih baik daripada susu merek apapun yang pernah ada. Selain itu ASI juga sangat aman dan higienis. Kecil kemungkinan untuk terkontaminasi oleh mikroba berbahaya, oleh sebab itu sangat aman untuk bayi.

Kenali Makanan Pertama Bayi dan Terbaik

Berikut ini adalah makanan pertama dan terbaik untuk bayi Ibu:

Kolostrum
Ilustrasi dari pixabay

1. Kolostrum

Kolostrum adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar susu Ibu pada hari pertama atau beberapa hari pertama pasca persalinan.

Cairan kolostrum berbeda dengan ASI biasa yaitu berwarna kekuningan dengan tekstur yang lebih kental, sedangkan ASI biasa berwarna lebih putih dan lebih encer.

Kolostrum merupakan sumber antibodi untuk bayi yang baru lahir agar tidak mudah terserang berbagai penyakit yang mungkin saja menyerang bayi pasca kelahirannya.

Kolostrum biasanya berlangsung selama lebih kurang 1 minggu sebelum ASI biasa, namun kondisi setiap Ibu bisa berbeda-beda. Hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan Ibu pada umumnya.

Perbedaan antara kolostrum dan ASI biasa tidak hanya dari segi warna dan tekstur saja namun kandungan nutrisinya juga.

Sebagian masyarakat menganggap cairan pertama yang keluar dari payudara Ibu setelah melahirkan tidak memiliki manfaat dan sering dibuang begitu saja. Padahal itulah cairan kolostrum yang sangat membantu dalam menjaga daya tahan tubuh bayi setelah lahir.

Komposisi nutrisi kolostrum ynag perlu Ibu tahu, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Kolostrum mengandung lebih banyak protein daripada ASI biasa
  • Mengandung immunoglobulin A
  • Mengandung lactoferin
  • Mengandung sel-sel darah putih
  • Kaya akan vitamin A
  • Rendah lemak dan laktosa
  • Tinggi kandungan karnitin
  • Mengandung vitamin E yang tinggi
  • Mengandung natrium, seng dan zat besi

2. Air Susu Ibu atau ASI

ASI mengandung komponen makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien berupa karbohidrat, protein dan lemak sedangkan mikronutrien adalah vitamin dan mineral.

Makanan pertama bayi
Ilustrasi dari pixabay

Berikut ini komposisi penting yang terkandung didalam ASI dan manfaatnya:

  • ASI mengandung air sebanyak 87,5 %, hal ini akan mencegah bayi kekurangan cairan.
  • ASI mengandung laktosa yang jumlahnya dua kali lipat bila dibandingkan susu formula, dimana merupakan sumber energi utama untuk perkembangan otak bayi. Laktosa ASI lebih mudah diserap oleh usus bayi bila dibandingkan dengan susu sapi.
  • Mengandung protein yang terdiri dari protein whey dan kasein dengan perbadingan protein whey lebih besar jumlahnya bila dibandingkan dengan kasein. Protein whey labih mudah diserap oleh usus bayi.
  • Mengandung asam amino yang lengkap seperti taurin yang berperan dalam pengembangan otak bayi.
  • Mengandung senyawa organik berupa karbohidrat, basa nitrogen dan fosfat yang berperan dalam meningkatkan pertumbuhan dan kematangan usus, merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam usus dan meningkatkan penyerapan zat besi serta menjaga daya tahan tubuh.
  • Makanan pertama bayi ASI mengandung lebih banyak lemak yang berperan untuk mendukung pertumbuhan otak bayi.
  • Makanan pertama bayi ASI mengandung lemak omega 3 dan omega 6 yang juga berperan untuk perkembangan otak bayi.
  • Makanan pertama bayi ASI mengandung asam lemak rantai panjang diantaranya adalah asam dokosaheksanoik (DHA) dan asam arakidonat (ARA) yang berperan terhadap perkembangan jaringan saraf dan retina mata.
  • ASI mengandung asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh yang seimbang, sedangkan pada susu sapi lebih banyak mengandung asam lemak jenuh.
  • Makanan pertama bayi ASI mengandung karnitin yang berperan untuk membantu proses pembentukan energi dalam mempertahankan metabolisme tubuh.
  • ASI mengandung vitamin K yang berperan untuk pembekuan darah.
  • Mengandung vitamin D untuk mencegah penyakit tulang pada bayi.
  • ASI mengandung vitamin E yang berfungsi untuk melindungi sel-sel darah merah.
  • Tinggi kandungan vitamin A yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi, menjaga kesehatan mata dan untuk kekebalan tubuh bayi.
  • Mengandung vitamin B1, B2, B6, B12, Folat dan vitamin C.
  • Mengandung zat besi yang mudah diserap oleh usus bayi.
  • Mengandung seng yang mudah terserap oleh usus bayi.
  • Makanan pertama bayi ASI juga mengandung kalsium, kalium, fosfor, selenium dan klor.
  • Makanan pertama bayi ASI mengandung lysozyme yang berperan untuk melindungi tubuh dari beberapa bakteri berbahaya.
  • ASI juga mengandung bifidus faktor ( suatu nitogen containing carbohydrat) yang diperlukan oleh suatu bakteri spesifik yaitu Lactobacillus bifidus untuk pertumbuhannya. Bakteri ini hidup sebagai flora usus yang dapat memproduksi asam laktat dari laktosa yang terkandung didalam ASI. Asam laktat berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri jahat dan parasit.

3. Nutrisi Ibu agar ASI Berkualitas

Selama masa menyusui agar bisa memberikan makanan pertama bayi yang terbaik, Ibu juga harus memperhatikan asupan nutrisi yang dimakan. Makanan yang bergizi akan mempengaruhi kualitas ASI ibu.

Nutrisi Ibu agar ASI berkualitas
Ilustrasi dari pixabay

Asupan makanan yang bergizi tidak hanya baik untuk kesehatan Ibu namun juga baik untuk kesehatan bayi yaitu melalui ASI yang diberikan kepada bayi.

Pentingnya Ibu memperhatikan asupan nutrisi selama masa menyusui sebab ASI merupakan sumber makanan bayi terutama dalam rentang waktu 6 bulan pertama.

Baca Juga: 12 Manfaat ASI untuk Ibu dan Bayi

Daftar nutrisi di bawah ini mungkin bisa membantu Ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi selama menyusui:

Zat GiziSumber
KarbohidratNasi, ubi, kentang, bihun, jagung dan singkong
Protein hewaniIkan, daging, telur, susus, keju dan yogurt
Protein nabatiTahu, tempe, kedelai dan kacang-kacangan
Lemak omega 3Salmon, tuna, tongkol, kakap dan sarden
Lemak omega 6Minyak kedelai, minyak jagung dan minyak biji bunga matahari
Vitamin A dan pro vitamin AKuning telur, hati, mentega serta sayuran hijau
Vitamin BKacang-kacangan, telur dan ikan
Vitamin CJeruk,apel, mangga, nanas dan berri
BesiKuning telur, hati, daging dan seafood
YodiumMinyak ikan, ikan laut dan garam beryodium
KalsiumSusu, keju dan kacang-kacangan

4. Pengalaman Pribadi Penulis Ketika Terkendala Memberi ASI

tips ketika ASI tidak langsung keluar
Ilustrasi dari pixabay

Dalam paragraf ini penulis ingin berbagi pengalaman ketika dalam 3 hari pertama pasca persalinan tidak bisa memberikan makanan pertama bayi dan terbaik untuk putra pertama kami yaitu ASI.

Pada saat itu penulis dinyatakan dalam keadaan sehat pasca melahirkan normal, tidak ada masalah medis yang perlu dikhawatirkan. Namun ASI saat itu tidak bisa langsung keluar pasca melahirkan.

Saat itu yang penulis rasakan adalah panik dan sedih, terutama ketika mengetahui kalau bayi kami menolak untuk diberikan susu formula khusus bayi ketika itu. Akibatnya putra kami “puasa” selama 3 hari berturut-turut sebelum memperoleh ASI.

Namun penulis tidak patah semangat dan terus berusaha dan berdoa agar bisa memberi ASI kepada bayi kami. Dukungan dari orang-orang terdekat sangat mempengaruhi proses pemberian ASI agar lancar jaya.

Informasi berikut ini mungkin bisa membantu buat Ibu yang mungkin memiliki pengalaman yang serupa dengan penulis dan ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi dari penulis sendiri.

Tips bila ASI tidak langsung keluar pasca melahirkan berdasarkan pengalaman pribadi:

  • Berusaha untuk tidak panik dan stress yang berlebihan dalam menghadapi kondisi saat itu.
  • Terus stimulasi agar ASI bisa keluar dengan cara tetap biarkan bayi menetek meskipun ASI belum keluar. Hal ini juga merupakan saran dari dokter dan perawat yang merawat penulis pada saat itu.
  • Menjaga asupan makanan yang bergizi.
  • Penulis rajin memakan rebusan daun katuk.
  • Penulis juga rajin mengonsumsi ikan gabus yang digoreng.
  • Bersabar, berusaha dan berdo’a
  • Luangkan waktu untuk melakukan pemijatan di area payudara agar peredaran darah menjadi lancar.

Usaha penulis membuahkan hasil setelah 3 hari ASI menjadi lancar dan deras serta bayi kami bisa mendapatkan ASI secara ekslusif selama 6 bulan pertama dan berlanjut hingga usia 3 tahun ( berhenti tepat pada ulang tahun ke-3 putra kami).

Kesimpulannya adalah untuk calon Ibu dan telah menjadi Ibu, kolostrum dan ASI adalah makanan pertama bayi dan yang terbaik yang pernah ada.

Hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu menandingi kualitas ASI. Jangan ragu untuk memberikan ASI pada buah hati sebagai tanda cinta dan kasih sayang dari Ibu untuk hidup dan kehidupan mereka kini dan nanti.

Bagi yang masih berjuang untuk memberikan ASI, terus semangat dan jangan putus asa semoga Ibu bisa memberikan yang terbaik untuk buah hati.

Demikian informasi tentang makanan pertama dan terbaik bayi setelah lahir, bila Ibu memiliki pengalaman yang istimewa tentang pengalaman memberikan ASI pada buah hati silahkan berbagi di kolom komentar.

Semoga artikel ini bermanfaat, terimakasih telah mampir ke websiteEmak dan sampai jumpa pada artikel menarik lainnya.

Sumber Referensi:

https://www.idai.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: