Press "Enter" to skip to content

Benarkah Ada Kandungan Racun pada Tumbuhan? Kenali 19 Famili Tanaman Sayuran Mengandung Racun

0

Pada dasarnya secara umum sayuran sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia, terutama untuk memenuhi kebutuhan berbagai macam vitamin dan mineral, tetapi tentu dalam porsi yang tepat dan secukupnya saja.

Kasus keracunan akibat kandungan racun pada sayuran atau tanaman pangan tertentu jarang terjadi bila dibandingkan dengan manfaat yang didapatkan dari sayuran atau tanaman itu sendiri. Faktanya, banyak penelitian yang dilakukan untuk mencari sumber bahan makanan alternatif bahkan obat-obatan yang berasal dari tumbuhan.

Namun hati-hati itu perlu agar tidak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, seperti keracunan akibat mengonsumsi sayuran tertentu atau tanaman tertentu. Sebab hampir semua keluarga Indonesia menyajikan menu olahan sayur di meja makan keluarga.

A. Berikut ini Informasi tentang Kandungan Racun pada Sayuran dan Sumber Nabati Lainnya

Alkaloid

Alkaloid merupakan basa organik yang terdapat secara alami di dalam tanaman dan pada umumnya mengandung nitrogen dalam cincin haterolisiklik. Contoh tanaman yang mengandung alkaloid antara lain adalah kentang, tomat hijau dan sebagian keluarga jamur-jamuran.

Alkaloid memiliki peranan ganda bagi kehidupan manusia, dimana bisa digunakan dalam dunia pengobatan sekaligus merupakan salah satu racun pada sayuran. Penggunaan alkaloid sebagai obat tentu dengan proses yang sangat hati-hati sehingga dapat dimanfaatkan dalam dunia pengobatan secara aman tanpa menimbulkan akibat yang fatal.

Meskipun beberapa jenis sayuran yang mengandung racun sangat sering dijumpai dalam kehidupan sehari, bahkan mungkin menjadi santapan favorit banyak orang, namun tidak perlu khawatir yang berlebihan sebab bila diolah dengan cara yang benar dan tepat maka racun pada sayuran bisa dikurangi atau dihilangkan. Mengurangi dampak keracunan bisa juga dengan cara makan dalam jumlah atau porsi secukupnya saja tidak terlalu berlebihan.

Cara untuk mengurangi jumlah alkaloid yang terkandung dalam bahan pangan agar tidak banyak masuk ke dalam tubuh pada saat dikonsumsi adalah dengan pengupasan, contoh pada kentang. Konsentrasi glikoalkaloid (alkaloid yang terikat dengan zat gula) tertinggi terdapat pada bagian kulit.

Selain itu simpan kentang pada tempat yang kering, sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Hindari mengonsumsi kentang yang sudah berwarna kehijauan, telah ditumbuhi tunas serta telah membusuk.

Gejala keracunan yang disebabkan oleh kelebihan alkaloid atau dalam bentuk glikoalkaloid antara lain:

  • Mempengaruhi sistem saraf
  • Rasa terbakar di mulut
  • Mual dan muntah

Asam oksalat

Asam oksalat atau oxalic acid atau asam dikarboksilat adalah senyawa organik dengan rumus kimia COOH-COOH yang banyak terdapat dalam tanaman. Asam oksalat merupakan salah satu racun pada sayuran dan pangan nabati. Sebagai contohnya adalah bayam, coklat, teh, kelembak dan kacang-kacangan.

Senyawa asam oksalat ini bersifat racun apabila berada dalam jumlah yang besar atau dalam konsentrasi yang tinggi. Apabila konsentrasi asam oksalat yang terdapat pada urine tinggi, maka akan mengakibatkan batu ginjal.

Senyawa ini tidak bisa dihilangkan seluruhnya hanya dengan mencuci sayuran atau bahan pangan pada air mengalir ataupun memasak pada suhu tinggi. Namun cara tersebut mampu untuk mengurangi kandungan racun pada pada sayuran.

Salah satu cara agar tubuh tidak menyimpan banyak senyawa asam oksalat adalah dengan membatasi konsumsi pangan yang banyak mengandung asam oksalat. Selain itu dengan banyak konsumsi probiotik diyakini dapat mengurangi kadar asam oksalat di dalam tubuh.

Gejala umum yang bisa dirasakan apabila tubuh mengalami keracunan asam oksalat, yaitu kram, mual, muntah dan pusing.

Fitohemaglutinin

Fitohemaglutinin atau Phytohaemagglutinin atau PHA merupakan golongan lektin yang terdapat pada tanaman pangan. Fitohemaglutinin merupakan senyawa racun pada sayuran terutama pada beberapa jenis kacang-kacangan, contoh kacang merah.

Proses pengolahan yang benar pada kacang merah agar tidak mengalami keracunan akibat toksik dari senyawa PHA adalah dengan merendam kacang merah didalam air yang bersih selama minimal 5 jam, kemudian lakukan penyaringan selanjutnya direbus hingga mendidih, setelah itu diamkan selama lebih kurang satu jam baru bisa digunakan sesuai kebutuhan.

Gejala umum yang bisa dirasakan apabila mengalami keracunan akibat senyawa PHA antara lain adalah mual, muntah, nyeri perut dan diare.

Kandungan Racun pada Sayuran
ilustrasi dari pixabay

Glikosida sianogenik

Glikosida biasanya mengandung satu gula sederhana dan satu non-gula. Unsur non-gula tersebut menjadi racun jika glikosoda termetabolisme. Beberapa glikosida bersifat sianaogenik, yang diakibatkan oleh perubahan unsur non-gula manjadi hidrogen sianida. Glikosida sianogenik termasuk senyawa racun pada sayuran dan bahan nabati lainnya.

Tanaman yang mengandung glikosida sianogenik contohnya antara lain: singkong, rebung serta biji buah-buahan dari apel, aprikot, pir, plum, ceri dan peach.

Namun kandungan racun pada sayuran dan bahan pangan tersebut masih bisa diatasi apabila diolah dan ditangani dengan cara yang benar dan tepat. Contohnya singkong yang merupakan pangan yang banyak digunakan masyarakat baik untuk konsumsi maupun sebagai pakan ternak.

Ubi singkong mengandung enzim linamarase yang menghidrolisis glikosida menjadi asam prusat. Glukosida dapat larut dalam air serta dapat dinon-aktifkan pada suhu di atas 50 derajat celicius. Senyawa utama glukosida pada ubi singkong disebut dengan linimarin dan lotaustralin. Sebagian besar terdapat pada daun, batang dan kulit umbi.

Berdasarkan sifat senyawa tersebut, maka dapat dipahami cara menangani ubi singkong agar kandungan racunnya tidak membahayakan saat dikonsumsi, yaitu:

  • Ubi segar yang baru dipanen sebaiknya tidak langsung diolah, beri waktu 1-2 hari sebelum diolah
  • Pengupasan pada singkong sebelum diolah
  • Mencuci singkong pada air yang mengalir
  • Perendaman juga bisa menghilangkan racun pada umbi singkong
  • Pemasakan dengan suhu tinggi
  • Penggilingan atau pemarutan ubi dengan membuang air perasannya
  • Pengeringan juga dapat menghilangkan kandungan racun pada ubi singkong

Gejala keracunan yang bisa terjadi apabila kadar racun yang masuk kedalam tubuh melebihi batas toleransi tubuh antara lain:

  • Penyempitan kerongkongan
  • Gangguan pernafasan
  • Mual, muntah dan pusing
  • Jika kandungan racun lebih dari 100 mg/100 g maka bahaya bahkan bisa mengakibatkan kematian

Kumarin

Kumarin adalah senyawa kimia alami yang terdapat dalam berbagai jenis pangan, contoh seledri dan parnsnip. Sama seperti alkaloid, kumarin juga memiliki peran yang ganda dalam kehidupan manusia. Senyawa kumarin memiliki bau yang khas sehingga banyak digunakan dalam indutsri parfum dan sebagai bahan tambahan dalam industri makanan.

Kumarin juga dikenal memiliki aktivitas biologi yang sangat luas, diantaranya adalah sebagai herbisida , insektisida , antibiotik, antibakteri dan antijamur.

Namun disisi lain kumarin merupakan racun pada sayuran, kacang-kacangan bahkan pada buah-buahan seperti ceri, aprikot dan stroberi.

Sayuran seperti seledri mengandung senyawa psoralen yang merupakan golongan kumarin. Kabar baiknya adalah psoralen dapat terurai melalui pemasakan. Jadi untuk mengurangi efek toksik dari senyawa psoralen sebaiknya konsumsi seledri sebaiknya setelah melalui proses pemasakan.

Bila ingin mengonsumsi mentah, maka sebaiknya dibatasi jangan terlalu berlebihan, sebab senyawa psoralen menimbulkan sensitivitas pada kulit apabila terkena sinar matahari langsung.

Di negara Perancis, untuk menghilangkan kandungan kumarin didalam kacang-kacangan, seperti kacang tropis yaitu dengan merendam kacang dengan alkohol kemudian dilakakukan fermentasi.

B. Pengaruh Racun pada Sayuran terhadap Kesehatan

Alergi

Bahan pangan yang mengandung senyawa protein atau turunannya sering dilaporkan sebagai pemicu reaksi alergi pada sebagian orang. Namun efek buruk akibat mengonsumsi senyawa protein yang bersifat alergen bisa dikurangi dengan cara melakukan pemanasan bahan pangan atau memasaknya terlebih dahulu melalui langkah yang benar dan tepat.

Agar Anda tetap sehat dalam mengonsumsi sayuran, buah-buahan atau bahan pangan lainnya maka perlu diperhatikan cara pengolahannya serta porsi yang cukup. Melalui langkah yang tepat dalam mengolah makanan tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tetapi juga menghindari diri dari resiko keracunan pangan.

Dampak kandungan racun pada sayuran bagi kesehatan
ilustrasi

Antivitamin

Beberapa jenis sayuran dan golongan kacang-kacangan menagndung senyawa antivitamin, yaitu zat yang menghambat penyerapan vitamin tertentu didalam tubuh.

Contoh terhadap kacang-kacangan yaitu kacang kapri dan kacang merah yang mengandung senyawa dimana mengganngu penyerapan vitamin E dalam tubuh. Vitamin E diperlukan tubuh sebagai penjaga keseimbangan hormon, mencegah kerusakan sel-sel dalam tubuh, sebagai antiokisidan serta untuk meningkatkan kesehatan kulit.

Antimetabolit

Senyawa antimetabolit yang terdapat dalam bahan pangan salah satunya adalah hemaglutinin dimana senyawa tersebut mengganggu reaksi biokimia dan menyebabkan perubahan fisiologis yang berat, seperti penyerapan nutrisi yang buruk. Selain itu juga dapat menyebabkan penggumpalan sel-sel darah dalam usus halus.

Contoh pangan yang mengandung senyawa hemaglutinin adalah kacang kedelai. Namun senyawa hemaglutinin dapat dikurangi bahkan dihilangkan apabila kacang kedelai dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Gangguan hormon

Kandungan racun pada sayuran atau bahan pangan lainnya bisa menyebabkan gangguan hormon contohnya senyawa goitrogen, yaitu senyawa yang menghambat produksi kelenjar tiroid atau kelenjar gondok sehingga berpotensi menyebabkan penyakit gondok.

Bahan pangan yang mengandung senyawa goitrogen diantaranya adalah kacang tanah, kedelai, lobak, kubis dan bayam. Semua bahan pangan tersebut juga bermanfaat untuk mencukupi nutrisi sehari-hari, namun dalam porsi atau jumlah yang tepat.

Sudah selayaknya kita semua memahami mengapa ada anjuran agar mengonsumsi aneka ragam bahan pangan dalam jumlah dan porsi yang tepat. Salah satu tujuannya adalah untuk saling melengkapi kebutuhan nutrisi sehingga tubuh tidak mengalami kekurangan salah satu nutrisi akibat senyawa beracun yang ada dalam sayuran atau bahan pangan lainnya.

Gangguan penyerapan mineral

Beberapa bahan pangan baik sayuran atau buah-buahan yang mengandung asam oksalat bisa mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh. Akibat kekurangan kalsium seseorang bisa mengalami gejala kesemutan, gigi dan rambut rapuh, kejang dan nyeri otot, mudah depresi, pelupa dan mudah lelah.

Bahan pangan yang mengandung asam oksalat diantaranya adalah golongan talas-talasan, buah bit dan daun bit serta rubard dan sorel.

Gangguan fisiologi dan iritasi

Beberapa golongan sayuran atau bahan pangan mengandung senyawa racun yang bisa mengganggu kesehatan fisiologi seseorang diantaranya adalah:

  • Beberapa jenis jamur memiliki senyawa beracun yang bisa mengganggu sistem pernafasan, menyerang sistem saraf bahkan menyebabkan kematian, contoh galerina, amanita dan jamur malaikat
  • Biji kacang rumputan (Lathyrus sativus) mengandung latrogen yang dapat menyebabkan lathirism dimana seseorang bisa menjadi lumpuh dan pincang
  • Beberarapa tanaman yang mengandung terpenoid dan saponin menyebabkan iritasi kontak, contoh tanaman bambu, sukun, adas dan lain sebagainya
  • Kandungan senyawa alil isotiosianat pada sawi hijau menyebabkan terjadinya dermatitis
Dampak kandungan racun pada sayuran terhadap kesehatan

Mengganggu sistem pernafasan

Beberapa golongan sayuran atau bahan pangan mengandung senyawa racun yang bisa mengganggu pernafasan, salah satunya adalah sianida yang terbentuk dari sianogen dimana terbentuk secara enzimatik dari glikosida. Contoh pangan yang mengandung sianida adalah ubi singkong, biji apel, biji buah aprikot serta biji dan daun buah ceri hitam.

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa kandungan sianida bisa membahayakan bagi kesehatan apabila memiliki jumlah atau konsentrasi yang tinggi. Melalui pengolahan yang benar dan tepat maka kandungan racun pada sayuran bisa dikurangi bahkan dihilangkan.

Selain itu tidak mengonsumsi bahan pangan tertentu secara berlebihan juga akan memperkecil resiko racun terakumulasi didalam tubuh.

Karsinogen

Karsinogen secara umum bisa diartikan sebagai senyawa penyebab terjadinya kanker. Beberapa glikoalkaloid dikelompokkan sebagai senyawa penyebab kanker, salah satu contohnya adalah senyawa sikasin yang terdapat di dalam sikas .

Zat racun yang ada pada sikas bisa dikurangi bahkan dihilangkan apabila diolah dengan cara yang benar dan tepat, diantaranya adalah melalui pencucian, fermentasi dan pemasakan.

C. Famili Tanamam Sayuran yang Mengandung Racun

Apiaceae (Umbelliferae)

Kandungan racun pada famili adas-adasan

Merupakan golongan adas-adasan, contoh seledri, adas pedas, adas manis, adas sowa (dill), wortel dan peterseli.

Berikut ini gangguan kesehatan yang disebabkab oleh kandungan racun pada sayuran golongan adas-adasan diantaranya:

  • Kandungan anetol pada dill atau adas sowa dan fenel menyebabkan dermatitis
  • Kandungan psoralen dan terpenoid pada peterseli dan seledri juga menyebabkan dermatitis
  • Wortel magandung alkohol poliasetilenat yang disebut karotatoksin menyebabkan keracunan saraf
  • Beberapa spesies mangandung alkaloid yang menghambat kolinesterase

Araceae

Kandungan racun pada famili talas-talasan

Araceae merupakan jenis tumbuhan talas-talasan atau keladi-keladian. Senyawa oksalat yang terkandung didalam umbi talas bisa menyebabkan rasa gatal dan dalam konsentrasi yang tinggi mengakibatkan keracunan yang berakibat fatal bagi kesehatan. Getah yang keluar dari jaringan tanaman talas juga menyebabkan iritasi pada kulit.

Cara sederhana untuk mengurangi jumlah kadar oksalat pada umbi talas adalah dengan cara mencuci dengan air yang mengalir, perebusan dan perendaman dengan air garam.

Araliaceae

Kandungan racun pada ginseng

Tanaman yang termasuk dalam kelompok famili araliaceae adalah ginseng. Ginseng pada dasarnya telah dimanfaatkan sejak lama sebagai obat untuk mengatasi berbagai penyakit seperti memperbaiki aliran darah, meningkatkan produksi sel darah merah serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Melalui pengolahan yang benar dan tepat serta dengan jumlah yang tidak berlebihan maka manfaat ginseng bisa dirasakan. Namun, jika tidak diolah dengan cara yang benar dan dikonsumsi melebihi kebutuhan maka akan mengakibatkan keracunan sebab ginseng memiliki kandungan senyawa oksalat.

Asteraceae ( Compositae)

Kandungan racun pada sayuran selada

Asteraceae atau kenikir-kenikiran memiliki lebih dari 30.000 spesies di dunia. Contoh sayuran atau pangan yang termasuk dalam famili ini antara lain selada, dendelion atau randa tapak, krisan, lettuce dan lain sebagainya.

Sama seperti golongan yang lain, famili asteraceae juga memiliki peran yang ganda yaitu bisa digunakan sebagai obat herbal tetapi juga memiliki senyawa racun yang mengganggu kesehatan. Sebagai contoh adalah selada yang dikenal sebagai penimbun nitrogen nitrat.

Kelebihan nitrat didalam darah diyakini bisa memicu penyakit kanker dan gangguan kesehatan lainnya. Kebanyakan selada dinikmati sebagai lalapan, namun tidak disarankan mengonsumsi secara berlebihan.

Brassicaceae (Cruciferae)

Kandungan racun pada sayuran famili kubis-kubisan

Brassicaceae merupakan suku kubis-kubisan. Sebagai contoh adalah sawi, brokoli, kol, kubis, bok coy dan masih banyak lagi yang lainnya. Tanaman dari genus Brassica mengandung berbagai goitrogen yang dapat menyebabkan gondok. Contoh lain adalah sawi mengandung glukosinolat yang menyebabakan beberapa gangguan kesehatan seperti gangguan pencernaan.

Chenopodiaceae

Kandungan racun pada sayuran bit

Contoh tanaman yang termasuk famili chenopodiaceae antara lain adalah buah bit, daun bit dan spinasi. Spinasi mengandung saponin dan cenderung menimbun nitra dalam konsentrasi yang tinggi.

Jika jumlah nitrat dalam tubuh terakumulasi dalam konsentrasi yang tinggi maka agan memberi efek negatif bagi kesehatan salah satunya adalah membentuk senyawa nitrosamin yang merupakan senyawa karsinogenik.

Convolvulaceae

Convolvulaceae merupakan suku kangkung-kangkungan yang ditandai dengan bunga berbentuk terompet. Sebagai contoh adalah kangkung air, kangkung darat, ubi jalar dan tapak kambing.

Kandungan racun pada ubi jalar

Menurut beberapa riset akar ubi jalar yang telah bulukan mengandung senyawa ipomeamaron yang menyebabkan terjadinya kerusakan hati. Hal ini menjadi peringatan bagi kita agar menghindari untuk mengonsumsi ubi jalar yang sudah berjamur akibat penyimpanan yang tidak benar serta dalam jangka waktu yang lama. Senyawa ipomeamaron menyebabkan rasa pahit pada ubi jalar.

Cucurbitaceae

Cucurbitaceae merupakan keluarga labu-labuan. Sebagai contoh adalah semangka, zucchini atau labu musim panas dari Italia atau terung italia, labu kuning dan labu raksasa.

Beberapa spesies labu-labuan mengandung senyawa glikosida yang menyebabkan rasa pahit. Misalnya senyawa kukurbitasin yang terkandung didalam zucchini.

Senyawa kukurbitasin adalah kandungan racun pada sayuran yang bila tertelan dalam jumlah yang banyak akan menyebabkan muntah, mual dan diare.

Sedangkan pada labu kuning dan labu raksasa mengandung senyawa yang bisa menghambat kolinesterase.

Membatasi konsumsi pangan apapun agar tidak terlalu berlebihan merupakan cara yang bijak untuk menghindari efek buruk bagi kesehatan tubuh.

Kandungan racun pada sayuran labu-labuan

Cycadaceae

Merupakan sekelompok tanaman berbiji terbuka yang biasa dikenal dengan pakis haji-pakis hajian, contohnya sikas. Sikas mengandung senyawa yang bersifat toksik sekaligus antikanker. Senyawa ini disebut dengan sikasin yang terdapat pada daun, biji dan buah.

Cara yang dilakukan untuk menghilangkan kandungan racun pada sikas adalah dengan mencuci pada air mengalir, pemanasan serta perebusan.

Dioscoreaceae

Dioscoreaceae merupakan keluaraga gadung-gadungan atau uwi-uwian. Sebagai contoh adalah umbi gadung, gembili dan uwi. Beberapa jenis uwi mengandung senyawa racun tapi tidak begitu banyak sehingga tidak terlalu membahayakan bagi kesehatan manusia. Melalui pengolahan yang tepat kandungan racun dapat dihilangkan.

Sebagai informasi tambahan untuk Anda umbi gadung telah dikembangkan dalam industri pengolahan pangan sebagai kudapana yang nikmat seperti keripik gadung, bahkan berpotensi sebagai bahan alternatif pengganti terigu dalam pembuatan produk mie.

Euphorbiaceae

Euphorbiaceae merupakan keluaraga kastuba-kastubaan atau dikenal juga dengan keluarga getah-getahan. Sebagai contoh adalah ubi kayu, karet, jarak dan lain sebagainya.

Pada ubi kayu terdapat senyawa glukosida sianogenik yang menyebabkan ubi terasa pahit. Senyawa ini bisa dihilangkan dengan proses perendaman dan pencucian dengan air yang mengalir.

Fabaceae ( Leguminosae)

Kandungan racun pada kacang merah

Fabaceae merupakan keluarga polong-polongan. Sebagai contoh adalah kedelai, buncis, kapri, kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, kacang panjang, jengkol petai dan kecipir.

Beberapa anggota famili ini mengandung senyawa yang menyebabkan reaksi alergi serta memiliki senyawa yang bersifat antivitamin seperti vitamin A, E dan D. Contoh kacang merah dan kapri mentah mengandung senyawa antivitamin E serta mengganggu ketersediaan seng.

Kabar baiknya adalah dengan pengolahan yang tepat serta tidak dikonsumsi secara berlebihan akan mengurangi resiko negatif dari kandungan senyawa-senyawa tersebut.

Ginkogoaceae

Anggota famili ini memiliki satu spesies tunggal yaitu Ginko biloba, dimana bijinya mengandung senyawa yang bisa menyebabkan iritasi pada kulit dan lambung.

Tanaman yang berasal dari Tiongkok ini juga dipercaya mampu mengatasi gangguan ingatan pada usia lanjut seperti demensia.

Liliaceae

Kandungan racun pada sayuran asparagus

Liliaceae merupakan keluarga bawang-bawangan, contoh bawang merah, bawang bombay, kucai, daun bawang, asparagus dan lain sebagainya. Asparagus mengandung senyawa yang menjadi penghambat kolinesterase.

Musaceae

Musaceae merupakan keluarga pisang-pisangan. Sebagai contoh adalah pisang yang telah diolah atau pisang plantain dan pisang rebus mengandung amin, serotonin dan norepineprin yang dapat menghambat aliran darah serta menyebabkan tekanan darah tinggi.

Pisang pada dasarnya sangat bermanfaat untuk kesehatan, namun dalam jumlah yang secukupnya. Dua hingga tiga buah pisang dalam satu hari tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan yang berarti. Namun bila kebanyakan apalagi hingga satu tandan dalam sehari tentu akan memperbesar resiko keracunan akibat makan pisang.

Poligonaceae

Poligonaceae merupakan anggota tumbuhan berbunga, contoh rubarb dan sorel. Rubarb dan sorel mengandung senyawa asam oksalat. Apabila dalam konsentrasi tinggi asam oksalat dapat mengikat kalsium sehingga membentuk kalsium oksalat yang tidak dapat larut. Akibatnya kalsium tidak bisa terserap sempurna didalam tubuh.

Selain itu daun rubarb juga mengandung senyawa racun yang bisa mematikan apabila terakumulasi dalam jumlah yang banyak. Rubarb juga mengandung glukosida yang menyebabkan iritasi pada sebagian orang.

Poaceae (Graminae)

Poaceae merupakan keluarga rumput-rumputan. Sebagai contoh adalah jagung, padi, gandum, tebu, bambu rebung, jelai, sorgum dan haver.

Sebagai contoh adalah rebung bambu yang mengandung senyawa glukosida sianogenik yang menghasilkan senyawa sianida. Apabila dalam konsentrasi yang tinggi senyawa sianida bisa meracuni tubuh manusia.

Cara untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan senyawa racun yang terkandung dalam rebung adalah dengan mencuci pada air mengalir serta melalui proses pemasakan yang benar.

 Kandungan racun pada sayuran rebung
ilustrasi

Polipodiaceae

Polipodiaceae merupakan anggota tumbuhan paku-pakuan. Sebagai contoh adalah paku tanduk rusa, sisik naga, pakis sarang burung dan pakis elang.

Berikut ini informasi gangguan kesehatan akibat kandungan racun yang ada pada pakis elang antara lain:

  • Menyebabkan kerusakan pada sum-sum tulang belakang
  • Menyebabkan gangguan mukosa usus halus
  • Merusak pembentukan vitamin B1
  • Mengandung senyawa sianogenik

Solonaceae

Solanaceae merupakan anggota keluarga terung-terungan. Contoh tomat, cabe, terung dan kentang. Pada kentang terdapat senyawa solanin yang menyebabkan rasa pahit pada dan bisa bersifat racun pada jumlah yang banyak.

D. Rangkuman

Kandungan racun pada sayuran dan sumber nabati lainnyaAlkaloid, asam oksalat, fitohemaglutinin, glikosida sianogenik dan kumarin
Pengaruh kandungan racun pada sayuran bagi kesehatan tubuh manusia Reaksi alergi, antivitamin, antimetabolit, gangguan hormon, gangguan penyerapan mineral, gangguan fisiologi, gangguan sistem pernafasan dan karsinogen
Famili tanaman yang mengandung racunAdas-adasan, talas-talasan, ginseng, kenikir, kubis-kubisan, kangkung-kangkungan, labu-labuan, pakis haji, gadung-gadungan, kastuba-kasubaan dan lain sebagainya

Informasi tentang kandungan racun pada sayuran bukan untuk menebar rasa takut pada masyarakat. Anda masih bisa menikmati sayuran, buah-buahan dan bahan pangan lainnya tanpa rasa khawatir ketika Anda tahu cara mengolahnya dengan benar dan tepat sebelum dikonsumsi. Selain itu konsumsi aneka ragam bahan pangan lebih baik daripada mengonsumsi satu jenis makanan saja secara terus menerus.

Demikian informasi seputar kandungan racun pada sayuran dan bahan nabati lainya, semoga bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Anda boleh bagikan informasi ini kepada siapa saja dan kapan saja, semoga Anda dan keluarga selalu dalam keadaan sehat.

Sampai jumpa pada artikel menarik lainnya.

Baca Juga: 1001 Makanan Sehat Alami yang Terbukti Membuat Kulit Sehat dan Glowing

Sumber Referensi:

David A. Bender.2012. Kamus Pangan dan Gizi. Terjemahan oleh Scolastica Kartini. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Vincent E. Rubatzky, Mas Yamaguchi. 1998. Sayuran Dunia 1. Terjemahan oleh Catur Herison. Bandung: ITB.

Hardjono dkk. 2017. Obat Antikanker. Surabaya: Universitas Airlangga. Diambil dari https://www.books.google.com (22 Juni 2020).

https://www.pom.go.id/

https://www.gardening.id

https://www.media.neliti.com

https://www. ipbiotics.app.cs.ipb.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: