Press "Enter" to skip to content

Dijamin Berhasil Tambah Nafsu Makan! Mengenal Beras Kencur dan 4 Bahan Jamu Tradisional yang Tetap Eksis Hingga Kini

0

Pengertian

Jamu adalah obat tradisional yang mengandung seluruh bahan tanaman yang ada dalam resep dan disajikan secara tradisional dalam bentuk seduhan, serbuk, cair, pil atau kapsul.

Jamu merupakan pengetahuan asli Indonesia atau diakui sebagai obat tradisional asli Indonesia. Sehingga Pemerintah juga telah merumuskan tentang jamu sebagai obat tradisional asli Indonesia, yaitu:

  • Sebagai obat asli Indonesia terdapat didalam UU tentang Pokok-Pokok Kesehatan 1960 dan UU tentang Farmasi 1963.
  • Sebagai obat tradisional terdapat dalam PerMenkes No. 179 Tahun 1976.
  • Sebagai obat tradisional terdapat dalam PerMenKes RI No. 181/ Men-Kes/Per/ VII/ 76 tentang Pembungkusan dan Panandaan Obat Tradisional.
  • Mengembangkan jamu sebagai fitofarmaka dengan menerbitkan PerMenkes No. 760/1992 sebagai usaha untuk menaikkan dan menyejajarkan mutu jamu menjadi obat yang setaraf dengan obat modern.

Sejak tahun 2000, jamu dikembangkan menjadi tiga kelompok, yaitu:

  • Obat tradisional yang dikenal dengan jamu
  • Kelompok Obat Herbal Terstandar (OHT)
  • Kelompok Fitofarmaka

Upaya dalam pengembangan jamu tradisional atau obat tradisional tidak hanya menjadi perhatian Pemerintahan setempat tetapi juga badan Internasional WHO.

Peran WHO dalam pengembangan obat tradisional di negara-negara anggotanya adalah:

  • Membantu dalam mengembangkan peraturan dan regulasi di negara bersangkutan.
  • Menjadi perantara dalam pertukaran informasi
  • Membantu dalam memastikan keamanan produk
  • Memberikan pelatihan untuk mendapatkan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi
  • Khusus di negara-negara SEARO (South East Asia Regional), membantu menyelenggarakan konsultasi regional untuk mengembangkan obat tradisional guna meningkatkan sistem kesehatan daerah.

1. Jahe sebagai Bahan Jamu Tradisional untuk Kesehatan

Jahe bahan jamu tradisional
Ilustrasi

Jahe memiliki nama latin Zingiber officinale merupakan rimpang yang biasa digunakan untuk berbagai kebutuhan, baik untuk bumbu masakan ataupun sebagai obat. Jahe memiliki rasa yang dominan pedas yang disebabkan oleh senyawa zingeron.

Di Indonesia dikenal beberapa jenis jahe diantaranya adalah:

  • Jahe gajah
  • Jehe Merah
  • Jahe Emprit

1.1.Kandungan Gizi Jahe Segar

Berikut ini kandungan gizi jahe segar per 100 gram dengan Berat Dapat Dimakan (BDD) 97% menurut data Kemenkes RI dalam Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) adalah:

Komposisi GiziJumlah
Air55,0 g
Energi51 kal
Karbohidrat10,1 g
Protein1,5 g
Lemak1,0 g
Serat12,0 g
Abu1,2 g
Karoten Total (Re)9 mcg
Tiamin (B1)0,02 mg
Riboflavin (B2)0,17 mg
Niasin3,3 mg
Vitamin C4 mg
Besi1,6 mg
Fosfor39 mg
Kalium441,7 mg
Kalsium21 mg
Natrium12 mg
Seng0,7 mg
Tembaga0,48 mg

1.2. Kandungan Kimia Jahe

Jahe Gajah

Jahe gajah memiliki nama ilmiah Zingiber officinale var officinale, mengandung senyawa kimia penting diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Mengandung minyak atsiri, seperti zingiberol, linaloal, kavikol dan geraniol
  • Mengandung zat pati
  • Mengandung oleoresin
  • Mengandung damar dan getah damar
  • Mengandung asam organik seperti asam malat dan asam oksalat
  • Mengandung gingerin dan gingeron
  • Mengandung Z-Citral baik yang segar maupun yang kering
  • Mengandung Ar-curmumene baik dalam bentuk segar maupun kering

Jahe Merah

Jahe merah memiliki nama ilmiah Zingiber officinale var rubrum, mengandung senyawa kimia penting diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Mengandung minyak atsiri
  • Mengandung gingerol, shogaol dan zingerol
  • Mengandung Z-citral baik dalam bentuk segar maupun kering
  • Mengandung Ar-curcumene baik dalam bentuk segar maupun kering
  • Mengandung eugenol baik dalam bentuk segar maupun kering

Jahe Emprit

Jahe emprit memiliki nama ilmiah Zingiber officinale var amarum, mengandung senyawa kimia penting diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Mengandung minyak atsiri
  • Mengandung zingeberene, ar-curcumene, cineol, limonene, linalool dan sabinene.
  • Mengandung Z-citral baik dalam bentuk segar dan kering.
  • Mengandung gingerol, shogaol, gingediol, gingerdion dan gingerenon.

1.3. Manfaat Jahe

Manfaat jahe yang bisa digunakan sebagai jamu tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan dan kebutuhan industri kosmetik hingga pertanian, diantaranya adalah:

  • Kandungan gingerol, shogaol dan zingerone pada jahe merah digunakan sebagai antioksidan, antiradang dan antikarsinogenik.
  • Secara empirik digunakan sebagai antimikroba, antirematik dan antiparasit.
  • Memperlancar peredaran darah.
  • Meningkatkan dan menjaga daya tahan tubuh.
  • Meningkatkan nafsu makan.
  • Digunakan untuk mengurangi gejala sakit pinggang.
  • Digunakan untuk mengurangi gejala sakit kepala.
  • Digunakan untuk mengurangi gejala asma.
  • Digunakan untuk menguatkan fungsi hati.
  • Memberi efek hangat pada tubuh.
  • Minyak jahe juga digunakan sebagai pewangi.
  • Jahe juga dimanfaatkan untuk mengurangi rasa mual dan muntah.
  • Kandungan zingerone pada jahe bersifat racun pada serangga hama sehingga bisa digunakan sebagai insektisida nabati.

1.4. Jahe dalam Resep Jamu Tardisional

Penggunaan jahe dalam berbagai resep jamu tradisional di Indonesia salah satunya adalah:

Jamu Beras Kencur I Menggunakan Jahe

Bahan:

  • 3 sdm beras
  • 3 gelas air
  • 3 ruas kencur, dibersihkan
  • 1 sdm asam jawa
  • 1 buah jeruk nipis peras
  • 125 g gula aren
  • 1 ruas besar jahe
  • Sepotong kecil kunyit
  • Selembar daun pandan
  • Garam secukupnya
  • Gula pasir secukupnya

Cara membuat:

  • Beras direndam selama lebih kurang 3 jam lalu tiriskan.
  • Rebus gula aren bersama asam, kencur, jahe, kunyit dan daun pandan hingga mendidih.
  • Saring semua bahan kemudian sisihkan air rebusannya.
  • Giling jahe, kunyit, kencur yang telah direbus bersamaan dengan beras.
  • Tuang air rebusan kedalam gilingan sedikit demi sedikit.
  • Saring ramuan dengan kain bersih.
  • Tambahkan garam dan perasan jeruk nipis.
  • Siap untuk diminum

Jamu tradisional beras kencur biasanya digunakan untuk mengatasi berbagai gejala seperti:

  • Menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh
  • Mengurangi gejala batuk
  • Memperbaiki nafsu makan pada anak
  • Menyegarkan badan yang lelah
  • Baik diminum Ibu hamil sebab bisa membantu mengatasi pegal-pegal
  • Memperbaiki nafsu makan Ibu selama kehamilan

2. Kencur sebagai Bahan Jamu Tradisional untuk Kesehatan

Kencur dalam Jamu Tradisional
Ilustrasi : pintarbarengemak.com

Tanaman kencur diduga berasal dari India, kemudian dibudidayakan secara luas di wilayah Asia Tenggara, Cina Selatan, Nusantara hingga Maluku.

2.1. Kandungan Nutrisi Kencur

Kencur memiliki nama ilmiah Kaempferia galanga Linn memiliki kandingan nutrisi antara lain:

Komposisi GiziJumlah
Energi205 kal
Karbohidrat45 g
Protein4,3 g
Lemak total0,4 g
Serat0,6 g
Natrium1,6 g
Kalium55 mg
Sumber: https://www.halodoc.com

2.2. Kandungan Kimia Kencur

Kencur mengandung senyawa kimia penting, diantaranya adalah:

  • Mengandung minyak atsiri.
  • Mengandung etil sinamat,alpha-pinene, beta-pinene, camphene, L-limonene dan hexadecane.
  • Mengandung alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, fenolik dan glikosida.

2.3. Manfaat Kencur

Manfaat kencur berdasarkan kandungan senyawa bioktif untuk kesehatan antara lain:

  • Secara empirik kencur digunakan untuk meningkatkan nafsu makan.
  • Digunakan juga untuk mengurangi gejala infeksi akibat bakteri.
  • Digunakan untuk mengurangi gejala batuk, disentri dan sakit perut.
  • Meringankan gejala masuk angin.
  • Minyak atsiri kencur juga dimanfaatkan sebagai aromaterapi.
  • Memiliki efek antiradang, antioksidan, anti virus, antituberkulosis.
  • Digunakan sebagai pembunuh larva beberapa jenis serangga atau larvasida.

2.4. Kencur dalam Resep Jamu Tradisional

Jamu Beras Kencur II

Bahan:

  • 50 g kencur basah, dikupas
  • 50 g beras
  • Asam jawa secukupnya
  • Air secukupnya
  • Gula aren secukupnya
  • Garam secukupnya

Cara membuat:

  • Rendam beras lebih kurang 1 jam, lalu tiriskan.
  • Rebus gula hingga menjadi larutan gula.
  • Rendam asam lalu saring airnya.
  • Tumbuk halus kencur dan beras.
  • Kencur dan bera yang telah ditumbuk campurkan dengan air gula, air asam dan garam.
  • Saring semua bahan dengan kain bersih.
  • Siap untuk diminum.

3. Kunyit sebagai Bahan Jamu Tradisional untuk Kesehatan

Kunyit bahan jamu tradisional
Ilustrasi: pixabay

Kunyit memiliki nama ilmiah Curcuma domestica rhizoma, merupakan tanaman rimpang yang banyak digunakan sebagai bumbu masakan dan obat-obatan tradisonal. Kunyit tercatat sebagai tanaman asli wilayah Asia Tenggara dan menyebar ke wilayah Malaysia, Indonesia, Australia hingga Afrika.

3.1. Kandungan Gizi Kunyit

Berikut ini kandungan gizi kunyit segar per 100 gran dengan Berat Dapat Dimakan (BDD) 78 % menurut data Kemenkes RI dalam Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI):

Komposisi GiziJumlah
Air84,9 g
Energi69 kal
Karbohidrat9,1 g
Protein2,0 g
Lemak2,7 g
Serat0,6 g
Abu1,3 g
Beta-karoten12 mcg
Tiamin (B1)0,03 mg
Riboflavin (B2)0,02 mg
Niasin0,4 mg
Vitamin C1 mg
Besi3,3 mg
Fosfor 78 mg
Kalium406,7 mg
Kalsium24 mg
Natrium6 mg
Seng0,4 mg
Tembaga0,05 mg

3.2. Kandungan Kimia Kunyit

Senyawa kimia penting yang terkandung didalam rimpang kunyit antara lain adalah:

  • Mengandung minyak atsiri berupa seskuiterpen, turunan fenilpropana turmeron (alpha turmeron dan beta turmeron), kurlon kurkumol, atlanton, bisabolen, zingiberin, aril kurkumen dan humulen.
  • Mengandung zat warna kurkuminoid.
  • Mengandung zat pati, glukosa, fruktosa dan arabinosa.
  • Mengandung dammar.

3.3. Manfaat Kunyit

Berikut ini manfaat kunyit untuk kesehatan, diantaranya adalah:

  • Digunakan untuk meringankan radang amandel
  • Sebagian masyarakat memanfaatkan kunyit untuk mengurangi gejala asma
  • Dimanfaatkan untuk mengurangi radang gusi
  • Mengurangi gejala sakit perut dan sembelit
  • Mengurangi gejala demam
  • Mengurangi gejala sakit kepala
  • Membantu meningkatkan daya tahan tubuh penderita tifus
  • Mengurangi gejala disentri
  • Mengurangi masalah kewanitaan, seperti keputihan
  • Mengurangi nyeri haid
  • Membantu menurunkan tekanan darah tinggi
  • Membantu melancarkan ASI
  • Membantu melancarkan haid

3.4. Kunyit dalam Resep Jamu Tradisional

Resep Jamu Tradisional Kunyit Asam

Bahan:

  • 5 ons kunyit segar, kupas dan bersihkan pada air mengalir
  • 1 gelas asam jawa
  • 1,5 gelas gula aren
  • 1 gelas gula pasir
  • 4 liter air
  • garam secukupnya
  • 1 lembar daun pandan

Cara:

  • Haluskan kunyit dengan 1/2 liter air, bisa ditumbuk atau diblender.
  • 2,5 liter air di rebus dalam panci, kemudian masukkan kunyit halus, asam jawa, gula aren, gula pasir dan garam.
  • Masak hingga mendidih, angkat dan saring.
  • Tambahkan lagi hasil saringan dengan 1 liter air dan direbus kembali dengan menambahkan daun pandan simpul.
  • Masak lagi hingga mendidih, angkat dan saring.
  • Sebaiknya lakukan penyaringan beberapa kali dengan menggunakan kain bersih.
  • Jamu nikmat disajikan hangat atau dingin

4. Temulawak sebagai Bahan Jamu Tradisional untuk Kesehatan

Temulawak memiliki nama ilmiah Curcuma xanthorrhiza Roxb merupakan tanaman obat dari keluarga temu-temuan.

Temulawak tercatat sebagai tanaman asli Indonesia yang kemudian menyebar dan dibudidayakan di wilayah Malaysia, Thailand dan Filiphina. Selain itu temulawak juga ditemukan di wilayah Cina, Barbados, India, Jepang, Korea, Amerika Serikat hingga beberapa negara Eropa.

4.1. Kandungan Gizi Temulawak

Temulawak dalam jamu tradisional
Ilustrasi: pintarbarengemak.com

Kandungan gizi temulawak per 100 gram menurut data USDA (United State Department of Agriculture) adalah sebagai berikut:

Komposisi GiziJumlah
Energi80 kkal
Karbohidrat17,77 g
Protein1,82 g
Lemak total0,75 g
Serat2,0 g
Folat11 mg
Niasin0,750 mg
Asam pantotenat0,203 mg
Pyridoxine (Vitamin B6)0,160 mg
Vitamin C5 mg
Vitamin E0,26 mg
Vitamin K0,1 mg
Sodium13 mg
Kalium415 mg
Kalsium16 mg
Tembaga0,226 mg
Besi0,60 mg
Magnesium43 mg
Mangan0,229 mg
Fosfor34 mg
Seng0,34 mg
Sumber: http://www.krimtemulawakasli.wordpress.com

4.2. Kandungan Kimia Temulawak

Kandungan senyawa penting dalam temulawak menurut data USDA, antara lain adalah:

  • Rimpang mengandung alnustone dan alpha-phellandrene.
  • Mengandung Ar-curcumine, atlantone, beta kurkumin, borneol.
  • Rimpang temulawak juga mengandung kalsium oksalat.

4.3. Manfaat Temulawak

Manfaat temulawak berdasarkan kandungan senyawa aktifnya antara lain adalah:

  • Kandungan senyawa ar-curcumine memiliki aktivitas yang berhubungan dengan antivirus.
  • Temulawak juga telah diteliti memiliki aktivitas antibakteri dan antifungi.
  • Bermanfaat sebagai antioksidan untuk mencegah kerusakan akibat radikal bebas.
  • Digunakan sebagai antiradang, antihiperkolesterolemia.
  • Digunakan untuk mengurangi jerawat.
  • Digunakan untuk mangatasi diare, radang lambung dan sembelit.
  • Digunakan untuk menaikkan nafsu makan.
  • Membantu menurunkan resiko anemia.
  • Mengurangi gejala malaria.
  • Membantu mengatasi gejala penyakit kuning.
  • Membantu melancarkan ASI.
  • Membantu melancarkan haid.

4.4. Temulawak dalam Resep Jamu Tradisional

Resep Jamu Tradisional untuk Mengatasi Penyakit Kuning

Bahan:

  • 9 potong temulawak
  • 5 batang daun meniran
  • 3 helai daun trawas
  • 2 jari kayu manis
  • 5 butir cengkeh
  • Adas secukupnya
  • Pulasari secukupnya
  • 4 gelas air

Cara:

  • Rebus semua bahan hingga airnya menyusut, kemudian saring
  • Jamu diminum sebanyak 1/2 cangkir setiap hari

Resep Jamu Tradisional Bersih Darah

Bahan:

  • 1 buah temulawak seukuran kepalan tangan, cuci bersih dan kupas.
  • 1 buah pepaya muda, bersihkan dengan air mengalir.
  • 1 buah mengkudu muda, bersihkan dengan air mengalir.
  • 1 sdm kecap.
  • 1 potong jeruk nipis peras.
  • 1 cangkir air.

Cara:

  • Temulawak, pepaya muda dan mengkudu dihaluskan atau ditumbuk dengan menambahkan secangkir air.
  • Tambahkan kecap manis dan jeruk nipis.
  • Diminum setiap pagi sebelum makan dalam waktu tiga hari berturut-turut.
  • Jamu tradisional ini dianjurkan untuk penderita biduran, gatal-gatal dan lever.

Catatan: Resep jamu tradisional hanya sebagai alternatif pengobatan saja, tetaplah berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda.

Baca Juga: 8 Penyakit yang Bisa Diatasi dengan Ramuan Herbal Indonesia

Resep Jamu Tradisional untuk Mengurangi Gejala Sakit Ginjal

Bahan:

  • 50 g daun kumis kucing
  • 10 buah jagung muda
  • 7 iris temulawak
  • 5 lembar daun meniran
  • 4 gelas air

Cara:

  • Rebus semua bahan hingga air menyusut hingga 3 gelas, kemudian saring
  • Resep untuk satu hari harus dihabiskan

Resep Jamu Tradisional untuk Mengurangi Gejala Malaria

Bahan:

  • 7 iris temulawak
  • 1/4 lirang gula aren
  • 2 gelas air

Cara:

  • Rebus semua bahan, lalu saring
  • Minum jamu dalam sehari dan habiskan

5. Rangkuman 4 Bahan Jamu Tradisional Indonesia

BahanManfaat Jamu Tradisional
JaheMelancarkan peredaran darah, menghangatkan badan,
meningkatkan dan menjaga daya tahan tubuh, mengurangi
gejala asma, meningkatkan nafsu makan dan antiradang.
Beras kencur I
KencurMeningkatkan nafsu makan anak, mengurangi gejala asma,
mengatasi gejala diare, mengurangi pegal-pegal, mengurangi gejala flu, mengurangi gejala keseleo, meredakan sakit kepala dan mengurangi gejala batuk.
Beras kencur II
KunyitMembantu mengurangi gejala disentri, meningkatkan daya tahan tubuh penderita sakit tifus, mengurangi gejala demam, mengurangi gejala keputihan, mengurangi nyeri haid dan melancarkan ASI.Kunyit Asam
TemulawakMembantu menjaga daya tahan tubuh, memiliki aktivitas antivirus, atibakteri, antifungi, antioksidan, antiradang, mengurangi gejala kurang darah, meningkatkan nafsu makan,membantu mengurangi gejalapenyakit kuning, melancarkan haid dan melancarkan ASI.Jamu pembersih darah, jamu sakit kuning, jamu malaria.

Jamu merupakan warisan asli Indonesia, maka perlu dilestarikan hingga ke anak cucu. Salah satunya dengan memperkenalkan jamu tradisional sedini mungkin kepada buah hati, seperti manfaat beras kencur yang baik untuk kesehatan anak. Jamu adalah salah satu cara alternatif untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan keluarga.

Tetaplah konsultasi ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda dan keluarga, seperti melakukan cek rutin.

Demikian informasi tentang 4 bahan jamu tradisional Indonesia yang hingga kini masih tetap terjaga sebagai warisan turun-temurun masyarakat Indonesia. Semoga bisa menambah wawasan kita semua, terutama generasi muda agar tidak melupakan salah satu warisan bangsa.

Terimakasih telah mampir ke websiteEmak, tetap jaga kesehatan Anda dan keluarga. Sampai jumpa pada artikel menarik lainnya.

Sumber Referensi:

Gardjito, Murdijati, Eni, H dan Kamilia I,S. 2019. Jamu. Jogjakarta:Gadjah Mada University Press.

Tilaar, M, Bernard, T,W. 2014. The Power of Jamu Kekayaan dan Kearifan Lokal Indonesia.Jakarta: Gramedia.

David A. Bender. 2012. Kamus Pangan dan Gizi. Diterjemahkan oleh Scolastica Kartini. Jakarta:EGC.

https://www.panganku.org

https://www.m.andrafarm.com

https://www.ftp.gunadarma.ac.id

https://www.journal.unpad.ac.id

https://www.repository.unair.ac.id

https://www.eprints.umm.ac.id

https://www.repository.usu.ac.id

https://www.klikdokter.com

http://www.halodoc.com

https://www.media.neliti.com

https://www.wikipedia.com

https://www.bpatp.litbang.pertanian.go.id

https://www.perpustakaan.litbang.kemenkes.go.id

https://www.phytochem.nal.usda.gov/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: