Press "Enter" to skip to content

Humor Ringan

0

Yang Penting Ada Tulisan Halalnya

Alkisah di sebuah mini-pasar, Aku dan anakku sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari dan beberapa cemilan anak. Seperti biasa Aku membawa keranjang belanjaan dengan semua item yang sudah siap dikumpulkan dalam keranjang dan bersiap menuju kasir untuk membayar semua belanjaan.

Setelah semua selesai dan bersiap untuk pulang dengan membawa beberapa kantong belanjaan, tetiba Aku melihat anakku menggenggam k****r j*y kesukaannya. Maka terjadilah percakapan antara Aku dan anakku di luar mini-pasar tersebut:

Aku: ” Loh, ini kapan ambilnya Nak?”

Anak: ” Tadi…!”

Aku: “Udah dibayar belom itu, kok dak ngomong tadi ambil k****r j*y nya?”

Anak: (Diam tanpa ada rasa bersalah)

Aku: ” Itu dak boleh loh dimakan, haram belum dibayar Nak!”

Anak: (Sambil melihat-lihat makanan kesukaannya) ” Dak lah Ma, ini ada tulisan halalnya, lihat nih, lihat nih!”

Aku:” Hadeuh!” (Tepok jidat)

Alhasil Emak balik lagi ke kasir untuk bayar sebiji k****r j*y, untung masih ada sisa uang Emak ya Nak, kalau gak nyengir kuda deh di depan kasir.

humor ringan
Ilustrasi

Kata Mamakku…

Suatu pagi sepasang suami istri saling sibuk, si suami sibuk mau berangkat kerja, si istri sibuk menyiapkan semua kebutuhan suami dan anak. Seperti biasa si suami selalu berkata kepada sang istri sebelum berangkat kerja

Suami: ” Mam , jangan lupa isi dompet ya!”

Istri : ” Okeh pap!” (dengan teganya menyisipkan selembar uang Rp10.000 ke dalam dompet suami)

Suami: (Cek uang isi dompet) ” Waduh kok cuma segini ?”

Istri : (Dengan ekspresi mendatar) ” Kata mamakku dulu waktu kecil dak boleh loh jajan banyak-banyak bisa bikin bego!”

Suami: (Tepok jidat sambil berlalu)” Ampun lah, berangkat dulu ya!”

Istri : (Menarik napas lega sambil senyum)” Suamiku baik budi!”

Suami: ( Nyengir sambil bergumam dalam hati) ” Bini gak tau aja tuh, secara kartu ATM kan ada di dompetku, wkwkwk!”

humor ringan
Ilustrasi

Makan Sebelum Lapar Berhenti Sebelum Kenyang

Sebagian Ibu mungkin pernah merasakan susahnya memberi makan pada anak, seperti yang Aku alami. Namun ada saja tingkah lucunya yang bikin Aku tuh gak habis pikir, hadeeuh.

Anak: “Mak, masak apa?”

Aku : ” Ikan goreng Nak!”

Anak: ” Gak bikin ayam goreng tepung Mak?”

Aku : ” Gak, hari ini ikan aja!” (Sambil ambil nasi,ikan dan sayur untuk sang buah hati)

Anak: ” Makan sekarang Mak?”

Aku : ” Iya, makan sebelum lapar berhenti sebelum kenyang lagian kan udah mau masuk jam makan siang kan!”

Si anak tetap makan makanan yang disodorkan Emaknya walaupun agak malas-malasan melahap makanan tersebut sebab bukan menu yang ia suka.

Namun baru di pertengahan, si anak sudah menyelesaikan acara makan siangnya dan berkata pada si Emak:

Anak: ” Mak, udahlah makannya ya!”

Aku : ” Loh,loh,loh, belum habis ini makanannya dak boleh mubazir Nak!”

Anak: “Tapi kan Mamak bilang tadi makan sebelum lapar berhenti sebelum kenyang!’

Aku : ” Tapi kan, hadeuh!” (Tepok jidat)

humor ringan
Ilustrasi

Celanaku Dulu Tak Begini…

Punya anak laki ituu, ah sudahlah ya. Nemu baju sobek, celana sobek udah gak kaget kan. Kebetulan aku punya anak laki yang lasak, setiap pulang dari main ada aja yang sobek di bagian celananya.

Satu hari Aku nemu satu celana yang udah sobek bagian lutut kiri kanan dan itu celananya juga udah cingkrang di dianya sebab menurutku anakku cepat nambah tingginya.

Tiba-tiba Aku mikir, ini celana masih bisa dipakai juga dan akhirnya Aku potong jadi celana pendek. Aku liatin ke Anakku celana pendek baru dari hasil potongan celana panjang yang udah sobek.

Aku: “Nak, ini celana panjang yang sobek kemaren Mamak potong jadi celana pendek, bagus kan jadinya?”

Anakku: ” Eh iya, baguslah Mak!”

Aku: ” Dipakai ya Nak!”

Anakku: (Pakai celana baru potong dengan wajah gembira)

Keesokan harinya, Aku lagi nyari-nyari celana panjang anakku untuk dipakai sholat kebetulan hari itu hari jum’at.

Aku: ” Nak, lihat celana panjang hitam yang udah Mamak gosok kemaren?”

Anakku: “Celana yang mana Mak?”

Aku: ” Celana hitam yang biasa dipakai buat sholatmu loh Nak!”

Anak: ” Yang ini Mak?” (Sambil menunjukkan sebuah celana pendek yang sudah terpotong tapi tempang sebalah)

Aku: “Kok jadi gini celananya, sapa yang potong?”

Anakku: (Nyengir-nyengir) ” Kan udah sobek juga lututnya itu!”

Aku: ” Apa ni, memandai-mandai lah!” (Geleng-geleng ngenes)

Akhirnya Aku suruhlah dia pakai celana yang tempang sebelah tu buat celana tidurnya.

Percakapan Om Dokter dan Anakku

Seperti biasa bila ada pertemuan keluarga terkadang keceriaan seorang anak memancing om atau tantenya untuk bertanya macam-macam pada ponakannya, seperti udah kelas berapa, juara gak di sekolah atau apalah.

Suatu hari Anakku diajak ngobrol sama si Om dari pihak Papanya yang kebetulan seorang dokter, gini nih percakapannya:

Om: “Han, kelas berapa sekarang?”

Anakku: ” Satu Om!”

Om: “Pintar gak di sekolah!”

Anakku: “Pintarla!” (Hooo Pede)

Om: ” Coba Om tes ya!”

Anakku:” Tes lah!”

Om:” 2+5, berapa?”

Anakku: ” Tujuh!”

Om: “10 + 10, berapa?”

Anakku: “Dua Puluh!”

Om: ” 20 + 30?”

Anakku: ” Lima puluh!”

Om: ” 10 + 20+30-40-20, berapa?”

Anakku: “nol”

Om: “10 + 20 + 30 + 40 – 40-30-20-10?”

Anakku: (Bengong dan bingung)” Uuuuhhh, jawablah sendiri, om kan dokter!”

Om: (Gubraaak)” Ngeles aja bisanya!”

humor ringan
Ilustrasi

Mantan yang Menyebalkan

Alkisah di suatu desa X terjadilah transaksi jual beli tanah antara dua orang yaitu penjual sebut saja “mantan pemilik tanah” dan pembeli sebagai “si Pemilik baru”.

Pemilik baru: ” Deal ya Pak, duit udah di kirim ke rekening Bapak!”

Mantan Pemilik: “Oh iya, makasih dah beli tanah saya kebetulan memang lagi kepepet uang pula!”

Pemilik baru:”Hehehe, iya lah Pak!”

Mantan pemilik:” Di situ ada pohon rambutan binjai manis, saya sendiri yang tanam!”

Pemilik baru:” Ya Pak!” (Angguk-angguk)

Mantan pemilik:” Bentar lagi panen itu dua kali dalam setahun, udah banyak yang kuning-kuning!”

Pemilik baru:” Ya Pak!”

Hari-haripun berlalu hingga tiba waktunya panen rambutan binjai yang katanya manis. Si pemilik barupun dengan bahagia menuju kebun untuk panen rambutan.

Tapi malang setelah sampai di tanah miliknya, hampir semua rambutan yang telah masak habis entah kemana hanya tersisa beberapa tangkai saja.

Si pemilik baru ini penasaran siapa yang telah mengambil buah rambutannya, akhirnya si Bapak pulang hanya dengan membawa beberapa tangkai rambutan saja.

Si pemilik baru ini masih berharap untuk panen berikutnya bisa dapat rambutan lebih banyak, namun pada panen berikutnya lagi-lagi ia harus gigit jari.

Akhirnya si Bapak memutuskan untuk membuat pondok di tanah tersebut untuk bisa ditempati sementara agar bisa memantau tanahnya.

Selain itu Bapak pemilik baru ini juga bertanya kepada warga yang tinggal di sekitar tanahnya, siapa yang mengambil buah rambutan yang ada di dalam lahannya tersebut.

Menurut pengakuan warga , rambutan itu biasa di panen oleh pemiliknya. Pemiliknya yang mana, bukankah dia sendiri pemilik lahan tersebut (dalam pikiran Si Bapak pemilik baru)

humor ringan
Ilustrasi

Tibalah waktu yang ditunggu-tunggu untuk panen berikutnya, Si Bapak pun memutuskan untuk menginap di rumah pondok yang telah dibuat didalam lahan miliknya.

Pagi-pagi terdengar suara ramai di luar pondok, Si Bapak pun dengan sigap keluar dan melihat apa yang terjadi. Si Bapak pemilik tanah kaget melihat beberapa orang yang ada di luar pondoknya salah satunya adalah mantan pemilik tanah tersebut.

Si pemilik baru: ” Loh Pak, ada apa?”

Mantan pemilik: ” Eh Pak, lah iya biasalah mau panen!”

Si pemilik baru: “Ngggg, panen apa pak!”

Mantan pemilik: “Ya rambutan itu lah!”

Si pemilik baru: “Hah, kok bisa, selama ini rambutan saya Bapak yang panen ya?”

Mantan pemilik:” Loh iya, rambutan saya yang punya lah!”

Si pemilik baru: “Gmn ceritanya ini, ya itu punya saya lah!”

Mantan pemilik: “Saya!”

Si pemilik baru:” Yang punya tanah ini kan saya sekarang Pak!”

Mantan pemilik:” Betul, tapi saya kan cuma jual tanahnya, rambutannya gak termasuk!”

Si pemilik baru:”What , &*%$$$$###@@@!” (Emosi tingkat tinggi )

Akhirnya si pemilik tanah berlalu meninggalkan sang mantan pemilik tanah menuju kedalam pondok, sedangkan mantan pemilik tanah tak peduli tetap memanen buah rambutan yang katanya masih miliknya.

Selang tak berapa lama si Pemilik lahan kembali lagi, namun kali ini membawa kapak naga geni 313, wkwkwk. Sontak saja beberapa orang yang ada di sana kaget.

Bapak 1:” Mau ngapa Pak!”

Si pemilik baru:”Minggir semua!”

Mantan pemilik: “Jangan gitu, bisa dibicarakan baik-baikkan!” (Dengan tangan dan lutut menggigil)

Si pemilik tidak peduli dengan ucapan si Bapak mantan, ia langsung menancapkan kapaknya dan chock, chock,chock. Hanya dengan tiga kali bachockan kapak, batang pohon rambutan pun tumbang.

Si pemilik : “Ini bawa sekalian pohon rambutannya pulang pak!”

Si pemilikpun berlalu meninggalkan rombongan tersebut yang dari tadi hanya bisa terngangak-ngangak menyaksikan kejadian yang baru saja terjadi. Hahaha

Mana ada jual beli tanah antara tanah dan pohon rambutannya dijual terpisah, ngarang Kamu ( begitu kira-kira yang ada dalam benak si Bapak).

Kalau Anda bertemu dengan tipe manusia seperti itu, apa yang akan Anda lakukan?

Sikasik, demikian dulu cerita humor kali ini. Cerita ini hanya untuk hiburan belaka ya, semoga bisa membuat Anda tersenyum. Sampai jumpa pada cerita lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: