Press "Enter" to skip to content

Waduh! 5 Golongan Penyakit Autoimun Ini Ternyata Banyak Menyerang Wanita

0

Mungkin Anda tidak asing lagi dengan istilah penyakit autoimun yang sering kita dengar melalui media massa ataupun media sosial lainnya.

Penyakit Autoimun adalah penyakit yang disebabkan karena sistem imun tubuh tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sistem imun tubuh yang sehat berfungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai macam serangan penyakit.

Sistem imun yang sehat dapat membedakan antara zat asing yang masuk kedalam tubuh dan jaringan tubuh yang sehat . Namun, pada penyakit autoimun sistem imun tidak mampu membedakan hal tersebut bahkan menyerang kembali jaringan tubuh yang sehat.

Menurut data WHO, setiap tahun ditemukan lebih dari 100 ribu kasus baru penderita penyakit autoimun dan sebagian besar penderita adalah wanita. Hingga saat ini belum ada penelitian yang berhasil menyimpulkan secara pasti penyebab terjadinya penyakit autoimun, namun informasi yang bisa diberikan adalah faktor pencetus terjadinya penyakit autoimun tersebut.

Menurut pengamatan para peneliti diduga faktor pencetus penyakit autoimun adalah faktor lingkungan, faktor genetik dan faktor imunitas.

A. 5 Golongan Penyakit Autoimun

1. Golongan Penyakit Autoimun yang Menyerang Darah

Golongan penyakit autoimun yang menyerang darah

Lupus

Penyakit lupus disebut juga dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE), adalah golongan penyakit autoimun dimana sistem imun menyerang jaringan sehat tubuhnya sendiri.

Lupus dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah, menurunkan jumlah sel-sel darah putih serta menyebabkan penderita mengidap penyakit anemia.

Penyakit lupus pada wanita sebagian besar ditemukan antara usia 15 – 45 Tahun. Penyakit lupus memiliki tingkat-tingkat keparahan, mulai dari yang tidak berbahaya hingga menyebabkan kematian.

Gejala umum penyakit lupus antara lain:

  • Anemia parah
  • Kelelahan yang ekstrem
  • Sendi-sendi membengkak
  • Otot sakit atau lemah
  • Demam tanpa sebab
  • Terdapat bercak kupu-kupu pada hidung menyambung ke pipi
  • Ruam pada kulit
  • Gangguan ginjal
  • Dada sakit dan sulit bernapas
  • Sensitif terhadap sinar matahari
  • Rambut rontok tanpa sebab
  • Jari-jari dingin dan terlihat pucat

Dalam hal ini untuk menentukan seseorang mengidap penyakit autoimun atau tidak tentu tidak cukup dengan pengamatan gejala fisik seperti yang dijelaskan diatas, namun perlu pemeriksaan lain berupa tes darah di laboratorium.

Pada zaman yang serba sibuk dan serba instan seperti saat ini, masyarakat perlu mewaspadai berbagai gejala yang mungkin menandakan adanya sebuah penyakit dalam tubuh.

Oleh sebab itu, selalu dianjurkan untuk menjalankan pola hidup sehat salah satunya adalah rutin memeriksakan kesehatan secara berkala. Pemeriksaan rutin ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta mencegah potensi bahaya dari serangan suatu penyakit sedini mungkin.

Antiphospholipid Antibody Syndrom (APS)

APS adalah golongan penyakit autoimun dengan kondisi dimana sistem imun menyerang fosfolipid, yaitu lemak yang ada dalam sel-sel hidup. Dalam beberapa kasus menyebabkan terjadinya penggumpalan darah dalam pembuluh darah sehingga memicu terjadinya serangan jantung atau stroke.

Apabila wanita yang sedang hamil mengidap penyakit APS, maka akan berisiko pada kehamilannya.

Gejala penyakit APS antara lain adalah:

  • Adanya penggumpalan darah
  • Sakit pada dada dan sesak napas
  • Pembengkakan pada organ-organ tubuh, seperti tangan atau lengan

Seperti halnya penyakit lupus, untuk memastikan seseorang menderita penyakit APS atau tidak perlu dilakukan tes darah di laboratorium serta konsultasi ke dokter untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat.

Autoimmune Hemolytic Anemia (AIHA)

Golongan penyakit autoimun dimana sistem imun menciptakan antibodi yang menghancurkan sel-sel darah merah. Sel-sel darah merah berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Seseorang yang menderita penyakit AIHA akan mengalami kekurangan oksigen dalam tubuhnya.

Gejala umum penyakit AIHA antara lain:

  • Selalu merasa kelelahan
  • Pusing
  • Warna kekuningan pada kulit atau mata

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini hampir sama dengan gejala penyakit anemia atau penyakit lainnya, untuk itu perlu adanya tes darah dan konsultasi ke dokter untuk memastikan jenis penyakit yang diderita.

Vasculitis

Golongan penyakit autoimun dimana sistem imun menyerang pembuluh darah yang sehat, sehingga mengalami peradangan bahkan pecah pembuluh darah. Penyakit ini masih tergolong penyakit yang langka.

Vasculitis dikelompokkan berdasarkan pembuluh darah yang diserang serta dampak inflamasinya menjadi dua bagian yaitu:

  • Vasculitis pembuluh darah halus, dimana menyerang pembuluh-pembuluh darah kecil
  • Vasculitis pembuluh darah sedang dan besar, dimana menyerang pembuluh-pembuluh darah yang menyuplai makanan ke jantung, paru-paru, otak, ginjal dan hati.

Vasculitis pembuluh darah sedang dan besar jarang ditemukan, namun sangat membahayakan bagi kesehatan.

Gejala umum penyakit vasculitis antara lain:

  • Demam
  • Kehilangan berat badan
  • Rasa sakit
  • Jika menyerang kulit maka akan terdapat noda ungu atau kemerahan
  • Jika menyerang paru-paru maka akan terasa sesak

Untuk memastikan seseorang menderita penyakit vasculitis atau tidak, maka perlu pemeriksaan yang lebih lanjut, biasanya bisa berupa tes darah atau biopsi untuk memeriksa kerusakan pada sel darah. Zat Antineutrophil Cytiplasmic Antibodies (ANCA), sering terdeteksi dalam darah penderita penyakit vasticulus.

2. Golongan Penyakit Autoimun yang Menyerang Kulit

Golongan Penyakit Autoimun yang Menyerang Kulit

Bullous pemphigoid

Merupakan golongan penyakit autoimun yang kronis dengan gejala kulit melepuh bervariasi mulai dari yang ringan hingga berat.

Dalam beberapa kasus gejala yang ditunjukkan berbeda-beda pada setiap penderita, ada yang hanya menderita kemerahan ringan pada kulit sedangkan sebagian yang lain mengalami rentetan lepuhan pada kulit yang bisa pecah dan membentuk borok.

Gejala umum golongan penyakit autoimun bullous pemphigoid antara lain:

  • Terdapat lepuhan pada kulit lengan, kaki dan pinggang
  • Sebagian penderita mengalami lepuhan di mulut
  • Beberapa kasus penderita mengalami gatal dan pendarahan pada gusi
  • Penyakit ini gejalanya hilang timbul
  • Pada umumnya terjadi pada usia lanjut
  • Kondisi penderita akan perlahan membaik tanpa gejala setelah enam tahun

Dermatomyositis

Golongan penyakit autoimun yang sebenarnya menyerang otot, namun juga menyerang kulit maka sering kali dikategorikan sebagai penyakit autoimun yang menyerang kulit.

Penyakit ini lebih banyak menyerang wanita dibandingkan pria, namun anak-anak juga berisiko terserang penyakit ini.

Gejala umum penyakit autoimun dermatomyositis antara lain:

  • Mengalami sulit menelan
  • Sulit bernapas
  • Ruam kulit bagian atas tubuh
  • Penebalan kulit di bagian beberapa tubuh
  • Ketegangan kulit di bagian beberapa tubuh
  • Kelopak mata berwarna keunguan
  • Pada anak-anak gejalanya demam, lelah dan ruam kulit

Konsultasikan ke dokter untuk memastikan gejala yang mungkin seseorang alami merupakan penyakit yang berhubungan dengan autoimun atau tidak.

Epidermolysis bullosa acquisita (EBA)

Golongan penyakit autoimun yang menyebabkan kulit melepuh yang berisi cairan dan bisa menjadi luka. Gosokan ringan pada kulit serta suhu ruangan yang panas bisa menimbulkan kulit penderita melepuh. Penyakit ini bisa menyerang pria dan wanita dari semua ras.

Sebagian penderita EBA dilaporkan memiliki penyakit autoimun lainnya seperti penyakit lupus, namun ada juga yang hanya memiliki masalah kulit tanpa adanya riwayat penyakit autoimun. Epidermolysis bullosa acquisita memiliki beberapa gejala yang berbeda-beda.

Berkonsultasi kepada dokter kulit adalah cara yang paling efektif untuk mengetahui apakah gejala yang dialami seseorang berhubungan dengan penyakit autoimun EBA atau tidak.

Penyakit Autoimun pada Kulit

Psoriasis

Golongan penyakit autoimun yang kronis dengan gejala kemerahan dan iritasi pada kulit. Ada lima tipe psoriasis yaitu guttate, plaque, invese, erytodermic dan pustular. Namun yang paling umum adalah tipe plaque psoriasis.

Gejala umum pada plaque psoriasis adalah bercak-bercak kemerahan pada kulit dilapisi oleh bercak-bercak warna perak keputihan dari kulit (bersisik).

Penelitian mengindikasikan bahwa penyebab penyakit autoimun ini adalah faktor genetik, serta memiliki riwayat penyakit autoimun lainnya.

Gejala pada golongan penyakit autoimun ini bisa hilang timbul selama kehidupan penderita, namun datangnya gejala bisa disebabkan oleh serangan infeksi, luka pada kulit, terpapar sinar matahari, obat-obatan, alkohol dan stres.

Penderita HIV dan seseorang yang sedang menjalani kemoterapi berisiko lebih besar mendapat serangan penyakit psoriasis.

Scleroderma

Golongan penyakit autoimun yang ditandai dengan penebalan dan pengerasan kulit. Berasal dari bahasa Yunani yaitu sclero berarti keras dan dermis berarti kulit.

Scleroderma ada dua jenis utama yaitu:

  • Scleroderma lokal , yaitu penyakit yang menyerang kulit dan berdampak pada otot dan tulang.
  • Scleroderma sistemik , yaitu penyakit yang melibatkan organ-organ internal, seperti saluran pencernaan, jantung, paru-paru dan lain sebagainya.

Penyebab penyakit scleroderma belum sepenuhnya diketahui secara pasti, namun beberapa penelitian menemukan bahwa faktor genetik dan lingkungan ikut berperan dalam penyakit ini. Lingkungan kerja dengan debu silika atau polivinil merupakan faktor resiko untuk penyakit golongan autoimun ini.

Scleroderma merupakan penyakit langka yang bisa menyerang siapa saja baik pria ataupun wanita dari segala usia. Namun kebanyakan penyakit ini diderita oleh wanita dengan rasio antara pria dan wanita 1 : 4,6.

3. Golongan Penyakit Autoimun yang Menyerang Gastrointestinal

Golongan Penyakit Autoimun yang Menyerang Gastrointestinal

Celiac disease

Golongan penyakit autoimun yang menyebabkan seseorang tidak tahan terhadap gluten. Gluten adalah protein yang ditemukan dalam produk pangan seperti gandum, gandum hitam dan jelai.

Seseorang yang menderita penyakit Celiac, ketika mengonsumsi pangan yang mengandung gluten maka sistem imun dalam tubuh menyerang usus kecil sehingga menyebabkan kerusakan pada villi (jonjot-jonjot kecil yang menyelubungi usus kecil).

Apabila terjadi kerusakan pada villi maka nutrisi yang masuk tidak bisa terserap secara sempurna. Selain itu penderita juga akan merasakan beberapa gangguan pada sistem pencernaan, seperti diare, muntah dan sakit perut.

Hingga saat ini hanya ada satu cara yang bisa digunakan untuk mengatasi penyakit Celiac yaitu diet khusus dengan menghindari makanan atau bahan pangan yang mengandung gluten.

Penyakit ini apabila tidak diatasi segera maka akan memiliki efek buruk pada kesehatan penderita dalam waktu jangka panjang kedepannya.

Efek jangka panjang pada kesehatan bila tidak diatasai segera antara lain:

  • Memiliki resiko dua kali lebih besar terkena penyakit arteri koroner
  • Beresiko besar terkena penyakit kanker usus kecil
  • Pencetus penyakit autoimun lainnya
  • Menyebabkan timbulnya berbagai penyakit seperti anemia, osteoporosis, kekurangan gizi, gangguan reproduksi dan lain sebagainya.

Crohn’s disease

Golongan penyakit autoimun dimana sistem imun menyerang bagian dari saluran pencernaan, sehingga menyebabkan peradangan, pembengkakan dan luka. Selain itu bisa berdampak dari mulut hingga anus penderita.

Gejala yang dirasakan oleh seseorang yang menderita penyakit crohn’s disease antara lain:

  • Gejala bisa bervariasi untuk setiap penderita
  • Sakit perut dan diare
  • Mengeluarkan darah atau nanah ketika diare
  • Lemas dan kelelahan
  • Penurunan berat badan
  • Anemia
  • Demam
  • Bisul pada mulut
  • Nafsu makan menurun

Tidak jauh berbeda dengan golongan penyakit autoimun lainnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang berhasil memastikan penyebab dari penyakit crohn’s disease. Namun faktor genetik dan lingkungan yang berpolusi dicurigai sebagai penyebabnya.

Inflamory bowel syndrome (IBD)

Golongan penyakit autoimun dengan dua kondisi yaitu Crohn’s disease dan ulcerative colitis, yang ditandai dengan radang berkepenjangan pada saluran usus.

Gejala umum akibat peradangan IBD antara lain:

  • Sakit perut terus-menerus, parah dan kronis
  • Diare
  • Kehilangan berat badan secara drastis
  • Kehilangan nafsu makan
  • Pendarahan di daerah anus
  • Fases berdarah
  • Sakit persendian
  • Demam
  • Masalah kulit

IBD juga menimbulkan masalah kesehatan lainnya, yaitu:

  • Anemia
  • Arthritis
  • Tulang lemah dan mudah patah
  • Penyakit mata
  • Radang hati
  • Batu empedu
  • Batu ginjal

Agar kondisi seseorang dengan penyakit IBD tidak semakin parah, maka perlu mengatur pola makan dengan tidak mengonsumsi makanan yang bisa mencederai usus. Selain itu mengatur pola hidup sehat dengan istirahat yang cukup serta menghindari penyebab terjadinya stres.

4. Golongan Penyakit Autoimun yang Menyerang Sendi, Otot dan Saraf

Golongan Penyakit Autoimun yang Menyerang Sendi, Otot dan Saraf

Fybromyalgia

Bagi komunitas medis dan peneliti penyakit ini masih misteri, bahkan sebagian menyatakan bahwa fybromyalgia bukan termasuk golongan penyakit autoimun.

Namun uniknya seringkali penderita fybromyalgia juga menderita Rheumatoid arthtritis dan lupus yang keduanya adalah golongan penyakit autoimun. Sebagian besar penderitanya adalah wanita.

Gejala umum penyakit fybromyalgia antara lain:

  • Sakit kronis di seluruh sendi, otot dan jaringan lunak lainnya
  • Sulit tidur
  • Rasa kaku saat bangun pagi
  • Sakit kepala
  • Sensitif terhadap suara keras dan perubahan cuaca
  • Depresi
  • Mudah marah

Para peneliti memunculkan teori bahwa penyakit ini bisa disebabkan oleh gangguan tidur, menurunnya aliran darah, virus dan faktor genetik. Namun, hingga saat ini belum ada informasi yang pasti penyebabnya dan masih menjadi teka teki yang belum terpecahkan.

Guillain-Barre syndrome (GBS)

Golongan penyakit autoimun yang langka dimana sistem imun tubuh keliru menyerang bagian dari sistem saraf perifer- jaringan saraf yang terletak di luar otak dan sum-sum tulang belakang.

Gejala yang terjadi pada penderita GBS berbeda-beda setiap individu mulai dari yang ringan hingga mengalami kelumpuhan yang parah. Namun kabar baiknya adalah hampir sebagian besar penderita akhirnya sembuh dari penyakit GBS dengan beberapa kelemahan yang mungkin terjadi akibat penyakit GBS.

Gejala umum penyakit GBS antara lain:

  • Tubuh sering merasa kesemutan, kebas dan nyeri
  • Lemah pada kedua sisi tubuh
  • Gangguan pada otot penglihatan
  • Sulit menelan, bicara dan mengunyah
  • Rasa nyeri semakin parah ketika malam hari
  • Masalah keseimbangan
  • Detak jantung tidak normal
  • Tekanan darah tidak normal
  • Masalah pencernaan
  • Beser

Gejala diatas bukan informasi akurat untuk menentukan apakah seseorang sedang menderita ABS atau tidak. Perlu pemeriksaan lebih lanjut dengan mendatangi dokter dan berkonsultasi tentang gangguan kesehatan yang mungkin seseorang alami.

Anda juga bisa mendapatkan informasi lainnya tentang penyakit autoimun melalui video di bawah ini.

Sumber: CNN Indonesia

Multiple sclerosis (MS)

Golongan penyakit autoimun yang dapat mempengaruhi sistem saraf tengah yaitu meliputi saraf otak dan saraf tulang belakang. Dimana sistem imun menyerang selubung atau lapisan pelindung di sekitar sel-sel saraf.

Seseorang yang menderita penyakit MS akan memiliki masalah terhadap penglihatan, gerakan lengan dan kaki, serta masalah keseimbangan. Namun gejala ini tidak selalu sama dirasakan oleh semua penderita, bervariasi tergantung tingkat keparahannya.

Sejauh ini MS banyak ditemukan pada orang dewasa muda dengan usia antara 20 – 40 tahun. Pada umumnya penderita MS lebih banyak wanita daripada pria. MS bisa menyebabkan kecatatan bagi penderitanya.

Penyebab MS masih belum diketahui secara pasti, namun para peneliti mencurigai karena adanya faktor genetik dan lingkungan.

Gejala umum penyakit MS antara lain:

  • Kelelahan
  • Sulit berjalan
  • Penglihatan kabur
  • Beser
  • Kesemutan
  • Kejang otot
  • Masalah keseimbangan
  • Penurunan daya ingat

Gejala tersebut bukan menjadi acuan untuk menentukan seseorang menderita penyakit MS atau tidak. Cara yang paling efektif untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang adalah dengan mendatangi dokter dan berkonsultasi untuk mendapatkan informasi yang tepat dan akurat.

Myasthenia gravis (MG)

Golongan penyakit autoimun yang menyerang bagian persambungan antara saraf dan otot, dimana sistem imun tubuh membentuk antibodi yang menghambat komunikasi antara saraf dan otot.

Hingga saat ini belum ada informasi tentang obat yang bisa menyembuhkan penyakit MG, namun perawatan yang tepat bisa membantu mengurangi gejala yang dialami penderita.

Penyakit MG lebih banyak ditemukan pada wanita muda di bawah usia 40 tahun. Sedangkan pada pria lebih banyak dialami oleh lanjut usia di atas 60 tahun.

Gejala umum penyakit MG antara lain:

  • Satu atau kedua kelopak mata terkulai
  • Pandangan mata kabur
  • Sulit berjalan
  • Kelemahan pada lengan, tangan, jari-jari, tungkai kaki dan leher
  • Perubahan pada ekspresi wajah
  • Sulit menelan
  • Sulit bicara
  • Kesulitan bernapas

Gejala tersebut bisa bervariasi terhadap setiap penderita, jadi perlu konsultasi ke dokter untuk mengetahui informasi yang tepat dan akurat tentang gangguan kesehatan yang mungkin seseorang alami.

Polymyalgia rheumatica (PMR)

Golongan Penyakit Autoimun PMR

Golongan penyakit autoimun yang menyebabkan rasa sakit dan kaku, terutama di leher belakang, bahu, lengan dan panggul. Seseorang yang menderita penyakit PMR juga mempunyai gejala seperti radang arthritis.

PMR biasanya ditemukan pada orang lanjut usia yang berusia di atas 50 tahun, kebanyakan diantaranya adalah wanita.

Gejala umum penyakit PMR antara lain:

  • Sakit dan kaku di bagian lengan atas, leher belakang dan panggul
  • Gejala akan semakin parah pada pagi hari
  • Mengalami gejala arthritis

Tindakan yang paling tepat untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang adalah dengan berkonsultasi ke dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai dengan keluhan yang dialami.

Rheumatoid arthritis (RA)

Golongan penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun menyerang lapisan sendi yang disebut sinovium dan menyebabkan lapisan sendi menebal, terasa sakit dan bengkak.

Penyakit RA lebih banyak ditemukan pada wanita terutama antara usia 30-50 tahun. Sedangkan apabila menyerang pria kondisinya lebih parah bila dibandingkan dengan wanita.

Gejala umum penyakit RA antara lain:

  • Sendi terasa sakit, kaku dan bengkak selama enam minggu atau lebih
  • Kaku di pagi hari berlangsung sekitar 30 menit atau lebih
  • Sendi-sendi yang diserang yaitu pergelangan tangan, jari, lutut, kaki dan pergelangan kaki
  • Mengalami kelelahan
  • Gejala flu
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kehilangan berat badan
  • Anemia
  • Dingin atau berkeringat di tangan dan kaki

Jika RA tidak ditangani dengan cepat maka penderita akan mengalami gejala yang lebih parah. Konsultasikan ke dokter jika mengalami keluhan yang serupa untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Waspada! 3 Penyebab Anemia pada Wanita Hamil

5. Golongan Penyakit Autoimun yang Menyerang Satu Organ

Golongan Penyakit Autoimun yang Menyerang Satu Organ

Autoimmune hepatitis (AIH)

Golongan penyakit autoimun yang bersifat kronis mempengaruhi liver. Sistem imun tubuh keliru dalam mengidentifikasi sel liver sebagai benda asing. Akibatnya terjadi peradangan pada sel-sel liver.

Penyebab penyakit AIH kemungkinan karena faktor genetik sebab umumnya penderita mempunyai keluarga yang juga memiliki riwayat penyakit yang sama. Kondisi ini lebih banyak terjadi pada wanita dan gadis-gadis belia.

Gejala umum penyakit AIH antara lain:

  • Urine berwarna gelap
  • Kelelahan
  • Gatal-gatal
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Kotoran berwarna pucat
  • Pada wanita mengalami penghentian menstruasi

Solusi terbaik bagi seseorang yang mungkin mengalami gejala serupa adalah berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat.

Diabetes tipe 1

Golongan penyakit autoimun yang terjadi jika tubuh tidak atau kurang memproduksi insulin. Insulin merupakan hormon yang penting karena membantu gula memasuki sel-sel tubuh. Jika gula tidak bisa masuk ke sel-sel maka tubuh tidak memperoleh energi.

Semua usia dan jenis kelamin beresiko terkena penyakit diabetes tipe 1, namun umumnya diawali ketika masih anak-anak atau dewasa muda.

Gejala umum penyakit diabetes tipe 1 antara lain:

  • Sering merasa lapar
  • Sering buang air kecil
  • Sering merasa haus
  • Kelelahan
  • Sakit perut
  • Haid terhenti
  • Mual

Jika Anda mengalami gejala yang serupa maka sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat.

Graves’ disease

Golongan penyakit autoimun dimana sistem imun tubuh menyerang kelenjar tiroid yang mengakibatkan produksi hormon secara berlebihan. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tetapi hingga saat ini lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingkan pria yang berusia antara 20 – 30 tahun.

Gejala umum penyakit Graves’ disease antara lain:

  • Pandangan buram
  • Iritasi mata dan keluar air mata
  • Mudah tersinggung
  • Sering BAB
  • Tidak tahan panas
  • Nafsu makan naik
  • Banyak keringat
  • Insomnia
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Panas dingin
  • Kehilangan berat badan

Kondisi umum tersebut belum bisa dijadikan acuan untuk menentukan seseorang mengalami penyakit autoimun atau tidak, konsultasikan ke dokter Anda untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat.

Hashimotos’s thyroiditis

Golongan penyakit autoimun yang menyebabkan kelenjar tiroid membesar akibatnya kemampuan membuat hormon tiroid berkurang. Kelenjar tiroid yang sehat akan memproduksi kadar hormon yang tepat dan tidak akan membuat metabolisme terlalu lambat atau terlalu cepat.

Penyakit Hashimoto memiliki efek kebalikan dari penyakit Graves’, yaitu kelenjar tiroid memproduksi hormon yang tidak mencukupi kebutuhan, akibatnya fungsi organ-organ tubuh melambat, seperti detak jantung dan fungsi otak.

Gejala umum penyakit Hashimoto antara lain:

  • Sembelit
  • Sulit berkonsentrasi
  • Kulit kering
  • Leher membesar
  • Wajah membengkak
  • Kelelahan
  • Rambut rontok
  • Haid banyak dan tidak teratur
  • Tidak tahan dingin
  • Berat badan turun
  • Sendi kaku

Gejala di atas bukan menjadi acuan untuk memutuskan apakah seseorang menderita penyakit Hashimoto atau tidak, perlu konsultasi ke dokter untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat terhadap keluhan seseorang.

B. Rangkuman

Rangkuman Golongan Penyakit Autoimun

Berikut rangkuman golongan penyakit autoimun yang ternyata lebih banyak menyerang kaum wanita.

Golongan Penyakit Autoimun Jenis-jenis
1. Penyakit autoimun yang menyerang darah> Lupus
> APS
> AIHA
> Vasculitis
2. Penyakit autoimun yang menyerang kulit> Bullous pemphigoid
> Dermatomysitis
> EBA
> Psoriosis
> Scleroderma
3. Penyakit autoimun yang menyerang gastrointestinal> Celiac disease
> Crohn’s disease
> IBD
4. Penyakit autoimun yang menyerang sendi, otot dan saraf> Fybromyalgia
> GBS
> MS
> MG
> PMR
> RA
5. Penyakit autoimun yang menyerang satu organ> AIH
> Diabetes tipe 1
> Graves’ disease
> Hashimoto’s disease

Demikian informasi tentang macam-macam penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita, terimakasih telah mampir ke websiteEmak, semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada artikel menarik lainnya.

Tetap jaga kesehatan diri sendiri dan keluarga Anda!

C. Daftar Istilah

IstilahPengertian
AntibodiGlikoprotein yang terbentuk didalam darah yang berfungsi sebagai benteng pertahanan dari serangan bakteri, virus dan racun yang mengakibatkan berbagai penyakit dan infeksi.

Secara alami antibodi diproduksi oleh sel-sel darah putih, limfa, kelenjar timus dan hati. Sedangkan yang buatan diperoleh melalui vaksinasi.
GastrointestinalBerhubungan dengan sistem pencernaan mulai dari lambung, usus besar, usus kecil hingga anus.
GlutenProtein yang banyak ditemukan pada tepung terigu atau pangan gandum. Terigu banyak digunakan untuk membuat cake atau kue.

Sebagian orang memiliki alergi terhadap gluten yang menyebabkan gangguan pada usus, akibatnya nutrisi tidak terserap sempurna dan mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang.

Anda bisa menggunakan singkong atau tepung singkong dan labu kuning atau tepung labu kuning sebagai pangan alternatif pengganti terigu atau gandum ketika diet gluten.

Mereka yang perlu melakukan diet gluten adalah pengidap penyakit autoimun Celiac disease dan penyandang Austism spectrum disorder ( ASD)
HormonSenyawa berupa protein yang membawa pesan kimiawi antar sel yang diproduksi oleh semua organisme multiseluler (manusia, hewan dan tumbuhan). Hormon berfungsi sebagai pemacu atau penggiat proses metabolisme tubuh.

Pada manusia dihasilkan oleh kelenjar endokrin dan eksokrin, pada hewan dihasilkan oleh endokrin vertebrata, pada tumbuhan disebut dengan fitohormon, diantaranya adalah auksin, sitokinin dan giberalin
KronisKondisi dimana penderita mengidap penyakit yang telah berlangsung lama dan telah berdampak pada bagian tubuh lainnya.
Sistem ImunSuatu sistem mekanisme yang melindungi tubuh dari infeksi dengan cara mengidentifikasi dan membunuh patogen yang memasuki tubuh. Patogen bisa berupa bakteri, virus atau racun.

Sumber Referensi:

Waluyo, S, Budhi, M. 2014. Penyakit-Penyakit Autoimun. Jakarta: Elex Media Komputindo.

https://www. dermnetnz.org

https://www. ncbi.nml.gov/books/

https://www. cdc.gov/

https://www.mayoclinic.org

https://www. rhematology.org

https://www. staff.unila.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: