Press "Enter" to skip to content

Andai Tak Makan Nasi! Apakah 5 Bahan Pangan Ini Bisa Dimanfaatkan Sebagai Sumber Karbohidrat?

0

Beras merupakan makanan pokok hampir semua masyarakat Asia, salah satunya adalah Indonesia. Sebagian masyarakat bahkan beranggapan kalau tidak makan nasi artinya belum dikatakan makan.

Kebiasaan ini terus diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang bangsa Indonesia yang pada dasarnya adalah bangsa yang hidup dari hasil bercocok tanam padi.

Hal ini yang menjadi salah satu penyebab bangsa Indonesia menjadikan beras sebagai makanan pokok hingga saat ini.

Merubah kebiasaan dan ketergantungan masyarakat pada beras memang tidak akan mudah. Namun perlahan dengan perkembangan teknologi sebagai jembatan informasi diharapkan mampu membuka cara pikir masyarakat untuk bisa menerima bahan pangan lain selain beras sebagai makanan yang tidak hanya mengenyangkan tapi juga memiliki kandungan nutrisi penting untuk kesehatan tubuh.

Poin utama yang perlu disampaikan adalah nasi merupakan sumber karbohidrat yang berguna sebagai pemasok energi bagi tubuh. Tapi, sumber karbohidrat sendiri tidak hanya terdapat didalam nasi.

Selain itu, berkurangnya minat masyarakat menjadi petani padi juga menjadi masalah yang mungkin nanti berakibat berkurangnya produksi beras di Indonesia.

Jadi, tidak ada salahnya mulai dari sekarang belajar untuk tidak terlalu “cinta mati” hanya pada nasi. Kata pujangga jangan terlalu cinta, sebab akan sangat menyakitkan apabila ditinggalkan.

Hingga saat ini berkat perkembangan teknologi pertanian, banyak bahan pangan yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat seperti ketela pohon, ubi jalar, jagung, sagu dan ganyong. Bahkan ada beberapa diantaranya memiliki kelebihan bila dibandingkan dengan beras atau nasi.

Bahan Pangan Lokal yang Juga Sumber Karbohidrat

Sebenarnya sumber karbohidrat sangat berlimpah di muka bumi, namun yang menjadi pembahasan kali ini adalah potensi pangan yang ada di Indonesia.

1. Jagung

Jagung adalah salah satu bahan pangan yang mengandung karbohidrat yang memiliki nama ilmiah Zea mays.

Pangan Jagung
Ilustrasi

Di beberapa negara seperti Amerika Tengah dan Afrika, jagung sudah menjadi makanan pokok bagi masyarakat setempat. Jagung masuk ke Indonesia diperkirakan dibawa oleh bangsa Portugis sekitar abad ke-16.

Wilayah yang menghasilkan jagung terbesar di Indonesia terdapat di daerah Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, D.I Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Sulawesi Utara.

Selain mengandung karbohidrat, jagung juga mengandung protein, lemak, vitamin dan mineral yang bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian individu apabila dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Berikut ini perbandingan kandungan gizi antara nasi jagung (olahan) dan nasi biasa per 100 gram dengan Berat Dapat Dimakan (BDD) 100 % menurut data TKPI (Tabel Komposisi Pangan Indonesia) tahun 2019.

Kandungan GiziNasi JagungNasi Biasa
Abu0,3 g0,2 g
Air11,0 g56,7 g
Besi0,6 mg0,4 mg
Energi357 Kal180 Kal
Fosfor43 mg27 mg
Kalium30,4 mg38,0 mg
Kalsium5 mg25 mg
Karbohidrat79,5 g39,8 g
Lemak0,5 g0,3 g
Natrium, sodium2 mg1 mg
Niasin0,1 mg2,6 mg
Protein8,8 g3,0 g
Riboflavin (Vitamin B2)0,02 mg0,10 mg
Seng0,3 mg0,6 mg
Serat6,2 g0,2 g
Tembaga0,10 mg0,10 mg
Tiamin (Vitamin B1)0,30 mg0,05 mg
Sumber:https/www.m.andrafarm.com

Bagian dari tanaman jagung yang juga memiliki manfaat untuk kesehatan adalah rambut jagung.

Meskipun rambut jagung merupakan bagian dari limbah industri pangan, tapi masyarakat tradisional memanfaatkannya sebagai obat tradisional seperti melancarkan air seni dan menurunkan tekanan darah.

Berikut ini manfaat jagung untuk kesehatan, antara laian adalah:

  • Kandungan karbohidrat dan protein pada jagung merupakan sumber energi yang membantu menunjang metabolisme tubuh.
  • Menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh
  • Kandung serat yang lebih tinggi bila dibandingkan nasi membantu menurunkan risiko kanker usus.
  • Malancarkan sistem pencernaan.
  • Membantu memelihara organ-organ dalam tubuh agar tetap sehat.
  • Kandungan tiamin berhubungan dengan kesehatan otak dan sistem saraf.
  • Membantu menjaga mood dan menurunkan risiko stres.
  • Meningkatkan daya ingat.

Berbagai macam olahan jagung yang bisa dimasukkan dalam menu sehari-hari, diantaranya adalah tumis jagung manis, puding jagung, bolu kukus jagung, bubur jagung, kelapa tart jagung dan lain sebaginya.

Sedangkan pemanfaatan jagung di bidang industri sejauh ini berupa tepung jagung, pati jagung, gula jagung dan minyak jagung.

2. Ketela Pohon atau Ubi Kayu

Ketela pohon atau ubi kayu atau singkong memiliki nama ilmiah Manihot esculenta, dimana umbinya merupakan sumber karbohidrat dan daunnya dijadikan sebagai sayur.

Pangan ubi kayu
Ilustrasi

Wilayah yang menjadi sentra penghasil ubi kayu di Indonesia adalah daerah D.I. Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ubi kayu biasanya digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan tepung mocaf, tapioka, gaplek dan aneka olahan pangan lainnya.

Ubi kayu mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Berikut ini data kandungan gizi singkong kukus per 100 g dengan Berat Dapat Dimakan (BDD) 100 % menurut data TKPI (Tabel Komposisi Pangan Indonesia) tahun 2019:

Kandungan GiziJumlah
Energi153 Kal
Air61,5 g
Karbohidrat36,49 g
Serat1,3 g
Lemak 0,3 g
Protein1,2 g
Abu0,6 g
Besi0,4 mg
Fosfor22 mg
Kalium345,3 mg
Kalsium56 mg
Natrium2 mg
Seng0,1 mg
Tembaga0,30 mg
Niasin0,3 mg
Vitamin C1,3 mg
Sumber:https/www.panganku.org

Tidak hanya umbi singkong yang bisa dijadikan bahan pangan, daunnya juga bisa dijadikan sebagai sayur untuk memenuhi nutrisi tubuh. Daun ubi singkong kaya akan vitamin dan mineral seperti vitamin A, B, C, besi, kalsium, kalium dan seng.

Ubi singkong bisa diolah menjadi berbagai cemilan yang enak dan lezat seperti bolu ubi, kue lapis ubi, kue talam ubi, stik ubi dan masih banyak lagi yang lainnya.

Baca Juga: 5 Manfaat “Manis” Gula Aren untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui

3. Ubi Jalar

Ubi jalar memiliki nama ilmiah Ipomoea batatas yang diperkirakan berasal dari daerah tropis Amerika di wilayah yang meliputi Panama, bagian utara Amerika Selatan dan Hindia Barat (wilayah kepulauan Karibia).

Pangan ubi jalar
Ilustrasi

Ubi jalar merupakan makanan pokok utama bagi sebagian masyarakat Papua dan Maluku yang merupakan bagian dari wilayah Indonesia timur.

Wilayah yang menghasilkan ubi jalar terbesar di Indonesia terdapat di daerah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Maluku Utara dan Papua.

Jenis-jenis ubi jalar yang biasa dibudidayakan di Indonesia antara lain adalah:

  • Ubi jalar ungu
  • Ubi jalar merah
  • Ubi jalar kuning
  • Ubi jalar putih
  • Ubi jalar Cilembu

Berikut ini data komposisi gizi ubi jalar kuning kukus dan per 100 g dengan Berat Dapat Dimakan (BDD) 100 % dalam Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2019:

Komposisi GiziJumlah
Abu1,0 g
Air74,2 g
Besi0,4 mg
Beta-karoten819 mcg
Energi100 Kal
Fosfor46 mg
Kalium0,8 mg
Kalsium44 mg
Karbohidrat23,8 g
Karoten total (RE)4.427 mcg
Lemak0,3 g
Natrium3 mg
Niasin0,6 mg
Protein0,7 g
Riboflavin (Vitamin B2)0,10 mg
Seng0,2 mg
Serat1,0 g
Tembaga0,10 mg
Vitamin C16 mg
Sumber:https/www.m.andrafarm.com

Berdasarkan kandungan gizi yang terdapat didalam ubi jalar maka banyak manfaat yang bisa diperoleh dari mengonsumsi ubi jalar, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Kandungan karbohidrat merupakan sumber energi
  • Kandungan beta-karoten berhubungan dengan aktivitas antioksidan
  • Menurunkan risiko terkena kanker
  • Menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh
  • Menjaga kesehatan sistem pernapasan
  • Menjaga kesehatan kulit, kuku dan rambut
  • Mencegah terjadinya penuaan dini

Ubi jalar bisa diolah menjadi berbagai resep cemilan yang sehat antara lain adalah puding ubi jalar, bolu kukus ubi jalar, keripik ubi jalar, donat ubi jalar dan lain sebagainya.

4. Talas

Talas merupakan tumbuhan yang menghasilkan umbi-umbian memiliki nama latin Colocasia esculenta. Secara luas talas merupakan tanaman yang tumbuh di daerah rawa dan hutan tropis yang memiliki curah hujan tinggi.

Pangan talas
Ilustrasi

Negara-negara terkemuka yang menghasilkan talas diantaranya adalah Cina, Jepang dan Filipina.

Di Indonesia wilayah yang banyak membudidayakan talas terdapat di daerah Bogor dan Malang dengan rasa umbi lebih enak.

Talas dianggap sebagai spesies polimorfisme yaitu memiliki banyak bentuk dengan berbagai varietas.

Jenis talas yang dibudidayakan biasanya adalah talas Bogor yang memiliki beberapa viarietas, diantaranya adalah:

  • Talas paris
  • Talas loma
  • Talas pandan
  • Talas bentul
  • Talas Lampung
  • Talas mentega
  • Talas sutera
  • Talas ketan

Varietas yang dibudidayakan secara komersial adalah jenis talas bentul sebab talas bentul memiliki umbi dengan rasa yang enak dan pulen sangat cocok untuk diolah menjadi keripik talas.

Selain talas bentul ada juga talas loma dibudidayakan masyarakat yang juga memiliki keunggulan dari segi rasa umbinya yang enak dan gurih serta tekstur dan warnanya lebih banyak digemari oleh konsumen pada umumnya. Talas loma juga biasanya diolah menjadi keripik talas.

Berikut ini data kandungan gizi yang terdapat didalam talas bentul kukus per 100 g dengan Berat Dapat Dimakan (BDD) 100 % menurut Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2019:

Kandungan GiziJumlah
Abu0,9 g
Air81,1 g
Besi0,6 mg
Energi71 Kal
Fosfor26 mg
Kalium201,0 mg
Kalsium29 mg
Karbohidrat15,4 g
Lemak0,3 mg
Protein2,3 g
Seng0,6 mg
Serat0,5 g
Tembaga0,20 mg
Tiamin (Vitamin B1)0,06 mg
Vitamin C21 mg
Sumber: https/www.m.andrfarm.com

Manfaat mengonsumsi talas antara lain adalah:

  • Merupakan sumber energi sebab mengandung karbohidrat
  • Mengandung antiosidan yang berfungsi dalam menangkal radikal bebas
  • Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular
  • Menjaga kesehatan rambut, kuku dan kulit
  • Membantu dalam menjaga daya tahan tubuh

Sifat umum dari tanaman talas-talasan adalah rasanya yang menggigit dan getahnya yang bisa menyebabkan iritasi pada sebagian orang yang sensitif terkena getah talas.

Getah yang menyebabkan iritasi merupakan senyawa yang mengandung strukstur kristal kalsium oksalat halus yang jika dikonsumsi akan memberi sensasi menusuk dan bisa melukai jaringan mulut dan lidah.

Namun tidak perlu khawatir dalam mengonsumsi talas, sebab rasa menggigit pada talas bisa diatasi apabila diolah dengan cara yang benar dan tepat, salah satunya adalah dengan memasaknya terlebih dahulu.

5. Garut

Garut ( Maranta arudinacea L) dikenal dengan berbagai sebutan diantaranya adalah ararut atau irut, ubi sagu, sagu Belanda, sagu Betawi, sagu rarut, huda sula, dan sebagainya. Tanaman garut bisa di jumpai di daerah Jawa, Maluku dan Sulawesi.

Namun budidaya tanaman garut yang cukup intensif dilakukan petani terdapat di daerah DI.Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Selain bisa dikonsumsi langsung dengan cara direbus dan dikukus, garut juga bisa diolah menjadi tepung. Tepung garut digadang-gadang sebagai bahan pangan pengganti terigu mengingat pati yang dihasilkan umbi garut berkualitas tinggi dan memiliki tekstur yang halus.

Tepung garut
Ilustrasi

Keunggulan tepung garut yang memiliki serat lebih halus bisa diolah menjadi makanan yang “ramah” bagi orang-orang yang memiliki masalah pencernaan.

Selain itu tepung garut tidak mengandung gluten sehingga baik dikonsumsi oleh orang-orang yang sensitif terhadap gluten (intoleransi gluten) dan anak-anak penderita autis.

Gluten adalah protein yang terkandung bersama pati dalam endosperma pada beberapa tanaman serealia seperti gandum, jewawut (barley) dan rye.

Secara patofisiologis, gangguan perilaku pada penderita autis salah satu penyebabnya karena alergi terhadap makanan tertentu diantaranya adalah gluten. Dalam tubuh penderita autis tidak mengandung enzim yang bisa mencerna jenis protein ini.

Reaksi alergi ini bisa memicu penderita menjadi gelisah dan hiperaktif yang biasa dikenal dengan gluten morphin. Protein yang tidak tercerna ini diubah menjadi komponen kimia yang disebut dengan opioid yang memiliki sifat layaknya seperti obat-obatan seperti opium. Bekerja sebagai racun dan dapat mengganggu fungsi otak, daya tahan tubuh dan menimbulkan gangguan-gangguan perilaku.

Oleh sebab itu, sumber bahan pangan yang tidak mengandung gluten relatif aman dikonsumsi oleh anak-anak yang menderita autis.

Keunggulan lain dari umbi garut terangkum sebagai berikut:

  • Bila dibandingkan dengan ubi kayu, umbi garut tidak mengandung senyawa antinutrisi seperti HCN
  • Tepung yang dihasilkan dari umbi garut memiliki kualitas yang tinggi dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi
  • Banyak dimanfaatkan dalam industri pengolahan pangan sebagai bahan pengental, penstabil dan pengenyal makanan
  • Mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid yang berhubungan dengan aktivitas antioksidan
  • Mengandung zat gizi yang diperlukan tubuh seperti karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral

Berikut ini data kandungan gizi tepung garut per 100 g menurut data USDA (U.S. Department of Agriculture)

Komposisi GiziJumlah
Abu0,08 g
Air11,37 g
Asam Pantotenat (Vitamin B5)0,130 mg
Besi0,33 mg
Energi357 kkal
Folat total7 mcg
Kalium11 mg
Kalsium40 mg
Karbohidrat (Total)88,15 g
Lemak0,10 g
Lemak jenuh0,019 g
Lemak tak jenuh ganda0,045 g
Lemak tak jenuh tunggal0,002 g
Magnesium3 mg
Mangan0,470 mg
Natrium, sodium2 mg
Protein0,30 g
Seng0,07 mg
Serat (Total)3,4 g
Tembaga0,040 mg
Tiamin (Vitamin B1)0,001 mg
Piridoksin 0,005 mg

Umbi garut telah banyak diolah menjadi berbagai pangan olahan sehat dan enak seperti emping garut, kue kering dan kue basah berbahan dasar umbi garut.

Rangkuman

Rangkuman
Ilustrasi

Nasi merupakan sumber karbohidrat yang bisa memberikan energi pada tubuh agar bisa terus aktif dan produktif, namun bukan berarti tanpa makan nasi tubuh menjadi kehilangan energi sama sekali.

Ada beberapa bahan pangan alternatif mengandung karbohidrat yang bisa memberikan energi seperti yang diberikan nasi pada tubuh, bahkan mempunyai nutrisi yang lebih daripada nasi itu sendiri.

Bahan-bahan pangan tersebut antara lain adalah jagung, singkong, ubi jalar, talas dan umbi garut.

Masing-masing bahan pangan tersebut mempunyai keunggulan yang berbeda-beda namun merupakan sumber karbohidrat yang bisa memasok energi sehingga mampu menunjang aktivitas sehari-hari.

Jagung memiliki kandungan karbohidrat, serat dan vitamin B1 yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan nasi putih biasa.

Pangan lain yang juga menghasilkan karbohidrat adalah singkong atau ketela pohon atau ubi kayu.

Keunggulan singkong bila dibandingkan dengan nasi adalah kandungan air, serat, kalium dan kalsium lebih tinggi bila dibandingkan dengan nasi. Selain itu singkong juga mengandung vitamin C dan niasin.

Bahan pangan yang merupakan sumber karbohidrat yang selanjutnya adalah ubi jalar. Terdapat berbagai jenis ubi jalar diantaranya adalah ubi jalar ungu, ubi jalar kuning dan ubi jalar putih.

Keunggulan ubi jalar kuning yang telah dikukus bila dibandingkan dengan nasi adalah selain mengandung air yang lebih tinggi, ubi jalar kuning juga mengandung beta-karoten dan beberapa sumber vitamin dan mineral yang tidak terdapat didalam nasi.

Sumber karbohidrat lainnya terdapat didalam talas yang juga memiliki keunggulan seperti mengandung air, kalium yang lebih tinggi dan vitamin C.

Bahan pangan yang digadang-gadang sebagai pengganti terigu adalah umbi garut. Umbi garut mengandung karbohidrat yang lebih tinggi bila dibandingkan nasi.

Selain itu umbi garut juga kaya akan vitamin dan mineral, memiliki tekstur yang lebih halus serta tidak mengandung gluten.

Umbi garut bisa dijadikan menu bagi orang-orang yang menderita gangguan pencernaan, alergi terhadap gluten hingga anak-anak yang menderita autis.

Umbi garut menghasilkan zat pati yang berkualitas tinggi sehingga memiliki nilai jual yang tinggi, hal ini merupakan angin segar bagi petani umbi garut.

Demikian informasi tentang 5 pangan lokal yang bisa dijadikan sebagai alternatif pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat. Semoga bermanfaat, tetap jaga kesehatan dan sampai jumpa pada artikel menarik lainnya. Terimakasih.

Sumber Referensi:

Vincent E.Rubattzky, Mas Yamaguchi. 1998. Sayuran Dunia 1. Diterjemahkan oleh Catur Herison. ITB:Bandung.

https://www.m.andrafarm.com

https://www.panganku.org

https://www.lipi.go.id

https://www.repository.pertanian.go.id

https://www. litbang.pertanian.go.id

htpps://www.ejurnal.litbang.pertanian.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: